Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)

Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)
Menghukum dengan tanganku


__ADS_3

Di sebuah lorong rumah sakit Rega berlari dengan wajah paniknya mendapati kabar dari adik Dhira yang bernama Nicholas jika sang kakak mengalami sebuah insiden kekerasan dalam rumah tangga.


Sungguh ia tak menduga sebelumnya Dhira mendapatkan perlakuan buruk dari suaminya sendiri.


"Dhira," sebisa mungkin Rega menahan desak dan perih saat mendapati keadaan sepupunya yang sangat mengenaskan. Ia pikir Nadhira hanya mendapatkan luka ringan alih-alih luka kecil, justru ternyata wanita itu seperti habis kecelakaan tabrakan sekujur tubuhnya di penuhi luka.


Wajahnya penuh memar, keningnya yang terluka dan di perban serta tangan kanannya yang Rega yakini menderita patah tulang. Leher wanita itu juga di pasang alat. Ya Tuhan semua yang terjadi adalah salahnya.


"Tante, separah ini luka yang terdapat di tubuhnya." Rega menghampiri tante Hani dengan air mata yang sudah lolos dari tempatnya.


"Ya seperti yang kau lihat, bahkan di balik bajunya terdapat beberapa memang juga, ada juga jejak luka yang mungkin beberapa hari ke belakang. Bahkan dua tulang rusuknya retak, dengan retakan yang nyaris patah." Tante Hani menangis menceritakan keadaan putrinya.


"Kupikir Dhira bahagia dengan pernikahanya. Ini semua salahku." Rega tertunduk menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa sepupunya.


"Lehernya juga cidera lumayan parah." sambung Hani kemudian.


"Dimana pria biadab itu?"


"Tante tidak tau." Hani menggeleng lemah.


Rega keluar berpapasan dengan Keanu dan kedua orang tuanya. Wajah suami dari sepupunya itu terlihat di penuhi penyesalan.

__ADS_1


"Anjiiing. Mati kau."


Rega menyerang tubuh kekar itu dengan membabi buta.


Keributan tidak terhindari.


"Aku adalah dewa penghukum untuk mu, sialann." Rega tidak tertendali, tidak ada yang ia takutkan sama sekalipun pria yang tengah ia pukuli adalah malaikat maut.


"Tangan ini yang kau gunakan untuk menyiksa Nadhira."


Krak ... Krak ... Rega mematahkan kedua tangan Keanu tanpa kesulitan. Entah mendapatkan kekuatan dari mana Rega sampai bisa menumbangkan dua orang keamanan jang mencoba melerainya.


"Arghh ..." Keanu berteriak.


Rega baru berhenti di saat tubuh ibu Nadhira memeluk kaki Rega erat.


Semua orang sibuk menolong Keanu, sedangkan Rega mendatangi kamar rawat sepupunya yang masih belum sadarkan diri.


"Dhira. Mas sudah menghukum Keanu, bangunlah. Mas tau kau sangat membenci Mas, tapi ijinkan Aku untuk menebus setiap kesalahanku di masa lalu." Rega mengelus pelan kepala sepupunya.


Ajaib Nadhira mengerjapkan kedua matanya netra coklatnya memandang wajah pria yang selalu ia hindari sekaligus ia rindukan.

__ADS_1


"Mas Rega." ucapnya pelan, melalui tatapan matanya Dhira mengadukan sepenuhnya apa yang ia lalui tanpa pria itu, luka air mata dan darah sudah ia tumpahkan selama setahun ini.


"Ya, Mas Rega tau. Dan aku sudah membayar lunas apa yang telah kau lalui." Rega menangis di ruangan.


"Dia, dia selalu memukuliku." Dhira mengadu, air matanya selalu luruh saat di hadapkan dengan pria itu. Selalu saja ada alasan wanita itu selalu terlihat lemah di pandangan sepupunya.


"Berpisahlah dengannya, jika kau menyayangi dirimu sendiri. Jangan kau biarkan apapun merusak dirimu, sayangi dirimu sendiri, peluklah tubuhmu sendiri katakan pada dirimu sendiri kau sangat berharga. Hanya dirimu sendiri yang patut kau cintai Dhira." Rega memeluk tubuh tak berdaya itu dengan hati-hati.


"Seandainya saja kau tau aku lebih terluka dari siapapun di saat mengetahui kau seperti ini. Jalani hidupmu dengan baik. Dan lupakan setiap hal yang menyakitimu tapi jangan lupakan aku selalu menyayangimu." Rega mengecup pelan puncak kepala Nadhira.


"Jaga diri baik-baik mungkin setelah ini kita tak bisa bertemu untuk beberapa waktu."


"Memangnya Mas Rega mau ke mana?"


""Sebentar lagi pasti akan ada pihak kepolisian yang akan menjemputku. karna aku sudah betani menghukum suamimu dengan tanganku sendiri."


"Kenapa mas lakukan itu.?"


"Semua itu karna dirimu, semuai ini karna tentangmu, aku tidak akan memandang apapun lagi hanya untuk memastikanmu dalam keadaan baik-baik saja." Rega tersenyum di tengah penyesalannya. Bukan, bukan karna ia menyesal karna telah main hakim sendiri justru karna ia menyesal tidak melenyapkan pria itu, harusnya ia membunuh Keanu dengan tangannya sendiri.


Dan benar saja setelah itu pihak kepolisian mendatanginya dan membawa Rega sebagai tersangka.

__ADS_1


"Jaga diri baik-baik." hanya kata itu yang Rega ucapkan sebelum ia lenyap di bawa para polisi itu.


Sekuat apapun Dhira berusa membenci pria itu, tapi nyatanya takdir selalu melibatkan Rega dalam setiap hal yang terjadi padanya.


__ADS_2