
Berkali-kali Rega menghubungi Nadhira setelah pertemuan terakhirnya yang menyebabkan diriny bersikap lebih dingin pada istrinya. Rega seakan tidak memperdulikan kehamilan istrinya.
Nadhira sudah berusaha mencintai suaminya, meskipun Keanu sering bersikaf kasar padanya, tidak jarang Keanu memakinya hanya karna kesalah pahaman, tak terhitung lagi pria tangan pria itu berbicara pada pipinya. Dhira diam bukan karna ia tak nerani hanya saja ia tengah meredam mati-matian kebenciannya hanya agar rumah tangganya baik-baik saja.
.
Sarah sudah melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat. Beberapa minggu yang lalu.
"Sarah, yang ibu ketahui setiap pasangan suami istri ketika ia memiliki anak maka hubungannya mereka akan semakin erat bukan sebaliknya. Ibu perhatikan suamimu semakin menjaga jarak denganmu," Hana mengemukakan apa yang ia ketahui pada anaknya, yang ia lihat Rega semakin jarang menghubungi putrinya, menantunya itu seperti tidak pernah perduli pada hubungan mereka.
"Tadinya Sarah pikir juga begitu Bu, Aku pikir setelah bayi kami lahir Mas Rega akan tambah perhatian padaku tapi ternyata semuanya salah besar." Sarah mulai putus asa.
"Kau coba geretak suamimu, berikan jarak juga dengannya. Kata orang jika jarak mampu merubah segalanya. Kau coba menggeretaknya, meminta cerai padanya." usul sang ibu.
__ADS_1
"Sarah takut bu, takut beneran Mas Rega menceraikanku." Sarah ragu dengan usul ibunya.
"Terserah kau saja lah, jika kau ingin tersiksa batin dengannya." Ibu Hana meninggalkan putrinya yang tengah memangku sang cucu pertamanya yang bernama Darren.
.
"Jika kau mencintai Dhira lalu kenapa kau menikahi Sarah Ga?" Vante tidak habis pikir dengan jalan pikir temannya setelah menceritakan siapa yang Rega cintai.
"Itu karna kecelakaan Van, aku tak sengaja merenggut kesucian Sarah, dan semuanya semakin rumit saat keluarga ikut campur. Mau tak mau aku harus bertanggung jawab." Rega mengerang frustasi.
"Apa maksud Pak Rega, Pak Rega yang mengambil keperawanan Sarah?" tanya Jimi hati-hati.
Rega menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya, apa Pak Rega baru melakukan pertama kali sehingga tidak mengetahui bagai mana gadis perawan?" Jimi kembali bertanya.
"Bukan, aku pernah melakukan itu beberapa kali, lalu apa maksudmu bertanya itu?" Rega mengerutkan keningnya dalam ia tak mengerti pertanyaan asinten temannya.
"Pak, sebenarnya saya mantan kekasih, dari istri bapak Sarah. Dan saya sering kali melakukan itu di saat kami masih menjalin hubungan." Jimi berkata apa adanya. "Jadi tidak mungkin jika Sarah masih perawan." Rega tidak percaya begitu saja. Ia meremat kerah kemeja yang di kenakan Jimi.
"Jangan berbicara omong kosong di hadapanku." desis Rega penuh penekanan.
"Tidak sama sekali. Saya selalu bisa mempertanggung jawabkan apa yang sudah saya katakan." Jimi menyipitkan matanya tak ada sedikit pun kebohongan tajamnya.
Rega tidak berbicara lagi ia segera pergi dari sana.
Sepanjang perjalanan pulang Rega terus mengingat kejadian itu dimana dia mabuk berat dan saat ia terbangun di pagi hari. Tiba-tiba sudah ada Sarah di sampingnya dan sudah menangis tersedu dalam keadaan tanpa busana, begitu juga dengan dirinya. Wanita itu mengatakan jika Rega sudah merenggut kesuciannya. Dan di saat yang tepat semua keluarga dari pihak Sarah sudah berkumpul di depan kamarnya.
__ADS_1
Rega mengutuk dirinya sendiri, kenapa bisa ia sebodoh itu mempercayai apa yang Sarah ucapkan, kemungkinan besar Sarah sudah menjebaknya. Ya Rega merasa demikian.
"Dasar pembohong." Rega sudah mencengkram stir kemudinya.