
Pesta di selenggarakan di rumah yang dulu di tempati Rega dan Sarah, ya rumah itu Rega berikan kepada putranya bukan ke pada mantan istrinya. Meskipun demikian Rega tetap memberikan konpensasi dengan nilai fantastis untuk sang mantan.
Hampir seluruh keluarga besar Rega hadir di sana termasuk kedua orang tua Dhira.
Rega nampak bahagia putra kecilnya sudah berusia satu tahun, meskipun Rega tak dapat bersama putranya setiap saat tapi Rega selalu berusaha menjadi ayah yang baik dan selalu mengusahakan yang terbaik untuk putranya itu.
Pesta berjalan dengan meriah. Dhira akhirnya datang tapi wanita itu sudah mengirimkan hadiah sesuai janjinya terlebih dahulu. Sebuah mobil mini listrik yang tentu saja bisa di naiki oleh anak kecil. Rega tersenyum dalam hatinya ternyata calon istrinya sudah menyiapkan hal itu.
"Kau datang." Rega menghampiri sepupunya dengan Rega yang masih di gendongannya.
"Ya, setelah ku pikir-pikir untuk apa aku terus menghindar, memangnya aku mempunyai salah? Kan tidak sama sekali." Dhira tertawa.
__ADS_1
"Sayang malam ini pulang ke rumah ya. Nginep di rumah okay!" Kedua orang tua Dhira menghampiri ketiganya.
Sarah merasa terluka melihat mantan suami dan putranya sedang berbincang dengan Nadhira. Kehadiran Dhira di pesta ulang tahun putranya membuat Sarah menjadi tersisih. Sarah merasa redup sedangkan Dhira terus bersinar dengan hidupnya, meskipun sama-sama seorang janda tapi Nadhira terlihat lebih ekpresif dan energik. Berbeda dengan dirinya yang masih terbelenggu dengan masalalu.
Tapi keadaan seakan terbalik saat acara tengah di mulai dimana sang MC pembawa acara pesta itu memanggil untuk ke depan karna acara tiup lilin akan segera di mulai.
Saat berfoto mereka terlihat seperti keluarga harmonis yang sesungguhnya.
"Dasar pembual." Dhira tersenyum kecut lagi-lagi pria itu membohonginya.
Sudah satu jam Dhira menunggu seperti orang idiot di depan gerbang karna permintaan Rega sedangkan pria itu tak nampak batang hidungnya. Akhirnya Dhira menghubungi ponsel sepupunya tapi panggilannya selalu di tolak.ia pun segera mengirimkan pesan tapi pesannya tidak terkirim ternyata nomor ponselnya sudah di blokir. Dhira menghela nafasnya kesal. Pada akhirnya Dhira memutuskan untuk memesan taksi online dan segera pulang.
__ADS_1
"Tidurlah Sayang. Tidur yang nyengak." Sarah mengudap kepala Rega yang kini sudah terbaring di ranjang tepat di sebelah Darren. Senyuman sinis tergelincir di sudut bibirnya yang tipis. "Jika aku tidak dapat memiliki Rega begitupun dengan dirimu Dhira. Rega hanya milik putranya sendiri.
Entah apa yang tetjadi hingga Rega tertidur pria iti menginap di rumah mantan istrinya.
Dhira sudah memikirkan hal-hal negatif tentang apa yang dilakun sepupunya bersama mantan istrinya. Salahnya sendiri kenapa terlalu percaya pada mulut manisnya untuk kesekian kalinya Rega mengecewakannya kembali.
"Lakukan apapun sesukamu. Aku tak ingin lagi percaya padamu Regantara lihat saja apa yang akan ku lakukan." Dhira meremat ponsel miliknya sesaat setelah mendapatkan beberapa Foto yang seakan mencabik perasaannya dan menyadarkannya dari kenyataan.
Bertepatan dengan itu Bimasena yang juga sepupu jauhnya mengiriminya juga kabar jika pria itu akan kembali dari pekerjaannya di luar negri. Bak mendapat angin segar Dhira langsung segera merespon pesan yang di kirim Bima.
Kali ini Dhira tidak lagi ingin memanpaatkan keadaan melainkan ia akan kembali membuka hati untuk sepupunya yang lain.
__ADS_1
.