Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)

Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)
Puncak amarah


__ADS_3

Keanu mencari jam tangannya, lupa ia letakaan di mana ia sudah mencarinya di berbagai tempat tapi belum juga di temukan, lalu ia membuka laci satu persatu yang ada di sebelah tempat tidur. Matanya tersita akan satu kartu dan di bagian teratasnya terdapat sebuah nama rumah sakit, setelah ia baca kartu itu tenyata jadwal suntikan KB dan yang membuatnya terkejut adalah kartu itu milik Nadhira istrinya. Ia tidak perlu bertanya lagi nama istrinya sudah terpampang jelas di sana.


"Beraninya kau Dhira." Keanu meremass kartu itu hingga mengerupai bola kecil saking kerasnya remassan itu, kartu dengan warna merah jambu itu tersembunyi di telapak tangannya yang mengepal.


Keanu keluar kamar ia mencari keberadaan istrinya dengan amarah yang masih tercokol pada dirinya, tangan yang sedari tadi mengepal tidak sedikitpun ia lepaskan.


"Nadhira!" Keanu berteriak saat mendapati istrinya tengah mengobrol dengan ibunya di ruang depan.


"Ya, Ke, ada apa kenapa kau berteriak?"


Dugk ... Tanpa kata, tanpa cerita Keanu mendaratkan tinjunya di wajah Dhira, hidung dan bibirnya seketika mengalirkan darah segar. Dan jatuh tersungkur saking kuatnya bogeman pria itu.


"Ahh .." ibu kandung Kenan bahkan sampai berteriak saking terkejutnya.


"Ada apa? Kenapa kau memukul istrimu sendiri?" Bahkan wanita setengah baya itu menampar putranya.

__ADS_1


"Lihat ini Bu." Keanu melemparkan kertas berwarna merah jambu yang sudah menyerupai bulatan kecil.


Ibu mertua Dhira membuka dan membacanya sekilas setelah membantu menantunya bangun.


"Hanya karna masalah kecil ini kau berbuat kasar pada istrimu?" Wanita setengah baya itu menatap tajam putranya, tangan wanita yang sedikit mengeriput itu menuntun menantunya untuk duduk di atas kursi.


Belum juga reda amarah yang Keanu rasa kini sudah tertambah lagi.


Ada sebuah potret yang menunjukan kebersamaan istrinya dan Vante, yang Keanu tau pria itu adalah bos dari istrinya. Di potret itu terdapat beberapa pose dari berbagai sudut jika Dhira dan Vante beberapa kali bersama di tempat berbeda. Ada juga sebuah bukti tranferan sejumlah uang dengan nilai pantastis yang Vante kirimkan ke rekening istrinya.


"Wanita Zahanaam ... "


"Ternyata kau bekerja sebagai jallang bosmu."


Tanpa sempat membela diri Nadhira sudah di pukuli habis-habisan.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa menghentikan kekejaman Keanu, "Bu tolong aku." Dhira meminta tolong pada ibunya saat rambutnya di tarik paksa, Dhira merasa dirinya hampir botak karna kasarnya jambakan itu.


"Hentikan Keanu." teriak mertua Nadhira, sebida mungkin wanita paruh baya itu menghalangi kekejaman putranya.


Keanu seakan tuli, ia tidak menghiraukan teriakan ibunya.


Dhira yang mencoba menangkis serangan suaminya menggunakan kedua tangannya, namun apalah daya tenaga pria itu lebih kuat darinya tangan kanannya patah karna tendangan pria itu.


Beberapa tendangan Keanu layangkan di tubuh rungkih istrinya. Bahkan puncak amarahnya Keanu mencekik leher istrinya sampai Nadhira tak sadarkan diri.


Cukup, inilah akhir kesabaran Nadhira ia bertekad jika ia masih di berikan umur setelah ini maka keputusannya ia tidak memafkan suaminya. Tubuhnya merasa terangkat dengan oleh tangan krkar itu dengan tembok yang menghimpitnya, samar-samar ia mendengar mertuanya berteriak sampai semuanya terlihat gelap di pandangan matanya. Dhira terkulai lemas tak sadarkan diri tangan suaminya sendiri.


"Dasar biddab."


Mungkinkah ini akhirnya

__ADS_1


__ADS_2