
Plaaakkkk ...
"Dasar pendusta. Wanita ular!"
Jleb.
Kata-kata yang Keanu ucapkan begitu menusuk tepat di relung hatinya, rasa sakit dari tamparan yang di hadiahkan Keanu di pipinya tidak lebih perih dari luka hatinya saat ini.
"Kau membohongiku!" sentak Keanu. "Kau dan keluargamu terlalu banyak mau, ini dan itu. Kupikir aku menikahi gadis suci yang bisa menjaga harkat dan martabatnya sebagai seorang wanita tapi ternyata aku tak lebih dari sekedar menikahi seorang pelacuur." Keanu berteriak tepat di hadapan wajah istrinya.
Inilah kekurang yang di miliki Keanu Pria itu sangat mudah marah dengan hal-hal kecil sekalipun, tapi ini bukanlah hal kecil melainkan sebuah harga diri, Kecewa dan marah yang kini sedang berkobar menguasai dirinya.
__ADS_1
"Berhenti menghinaku Keanu! Apa kau pernah bertanya padaku tentang ini,? brengsekk ... Aku sama sekali tidak memaksamu untuk menikahiku, kau sendiri yang datang padaku dan melamarku. Aku memang salah karna berpikir kau akan menerimaku apa ada nya tapi ternyata perasaanmu hanya di ukur dari sebuah selaput dara." suara Dhira kini bergetar karna menahan tangis yang tercekat di ternggorokannya.
"Jika kau menyesal sudah menikahiku kau boleh menceraikanku Keanu." lirihnya kemudian.
PLAKKK ...
Kali ini tamparan Keanu lebih kencang dari sebelumnya, masih di pipi yang sama Nadhira mendapat tamparan bahkan tubuhnya sampai terjerembab di atas pembaringan. Kini seprai putih itu sudah ternoda oleh bercak darah, bukan berasal dari selaput dara, melainkan darah dari dudut bibir Nadhira yang pecah. Sungguh Dhira tidak menyangka pria penuh cinta yang berstatus suaminya sejak dua hari lalu tega melakuan ini padanya. Ya ini lah sebenarnya sosok Keanu, pria dengan tempramen yang tak bisa di kendalikan ia ringan tangan dan gampang tersulut emosi.
"Terserah. Aku tidak perduli." wanita itu menghempas kasar tangan suaminya, sekilas ia menatap wajah suaminya yang bergetar karna amarah. Sebelum suaminya bertindak semakin jauh untuk menyakitinya lebih baik ia pergi sekarang pikirnya.
Bukan Nadhira namanya jika ia hanya pasrah dan berdiam diri, wanita itu segera berpakaian dam mengambil tas serta kunci mobilnya.
__ADS_1
Keanu masih di kuasai oleh amarah, sehingga ia tak menahan istrinya yang meninggalkannya seorang diri, sebenarnya Keanu juga takut jika Dhira madih di sana bukan tidak mungkin jika pria itu akan kembali melukai istrinya, untuk itu ia membiarkan Nadhira pergi. Mungkin Nadhira pergi kerumah orang tuanya benak Keanu berpikir.
Dhira tak berani pulang kerumah orang tuanya dengan luka di sebelah pipinya, pasti ayah ibunya akan khawatir terhadapnya, ia terus saja mengemudikan mobilnya tanpa tujuan.
"Aku harus kemana?" Erangnya penuh frustasi.
Sudah sehari semalam Dhira pergi tanpa kabar. Setelah Keanu bisa mengendalikan emosinya ia juga sudah lebih tenang meskipun belum menerima seutuhnya atau memaafkan tindakan istrinya yang tidak memberitahunya sejak awal jika ia sudah tidak perawaan. Malam ini Keanu memastikan untuk kerumah mertuanya menjemput istrinya.
"Apa? Dhira tidak ada di sini." Keanu terkejut saat berada di rumah mertuanya ia tidak menemukan keberadaan istrinya di tempat sang mertua.
"Sebenarnya ada apa, Nak? Kenapa Dhira meninggalkan rumah?" tanya Robi khawatir, pria paruh baya itu tampak cemas memikirkan keberadaan putri sulungnya.
__ADS_1
"Kami hanya sedikit berdebat." Keanu berkilah, pria itu tidak memiliki keberanian untuk jujur pada mertuanya jika ia sudah memukul istrinya, bisa-bisa ia akan di pecat jadi menantu saat itu juga.