Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)

Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)
Mari menikah denganku


__ADS_3

"Dhira."


Rega memanggil sepepunya dengan suara tercekat.


"Kenapa kau tidak membuka pintu kanar mandinya? Gara-gara kau aku merusak pintu ini." Rega mencoba mengalihkan pandangan saat Dhira melewatinya begitu saja dengan seutas handuk yang hanya menutupi area dada dan sebatas pahanya.


Tanda ke merahan yang menjadi bukti karyanya terpangpang di leher serta tulang selangka wanita itu menghantarkan desiran hebat akan darahnya.


"Kita perlu bicara!" Dhira melengos setelah mengatakan itu.


"Dimana bajuku yang semalam ku kenakan?"


"Sudah kubuang." Aku Rega jujur, karna memang baju yang Dhira pakai semalam sudah Rega buang ke tempat sampah karna terkena muntahan wanita itu sendiri.


"Pakai ini dulu untuk sementara." Rega menyerahkan satu kemejanya, ia tak nyaman saat berdekatan dengan makluk seksih ini. Maha suci Tuhan yang telah menciptakan makhluk seindah sepupunya ini. Rega bahkan merasa kesal saat membayangkan tubuh itu pernah di nikmati pria lain selain dirinya. Sekalipun pria itu adalah suami sepupunya sendiri.


Setelah beberapa saat Dhira kembali ke hadapan Rega, wanita itu terlihat canggung. Dhira kini duduk di tepi ranjang yang sudah rapih dengan seprai yang terlihat baru di ganti. Dhira bisa menebak jika Regalah yang menggantinya.

__ADS_1


"Katakan apa yang kau ingin bicarakan." Rega menyadari jika Dhira tak nyaman dengan pakaian yang ia kenakan. Begitu juga dengan dirinya Rega juga merasa terganggu dengan pemandangan di depannya lebih tepatnya ia terganngu dengan bajunya sendiri yang ia pinjamkan pada Dhira. Ia lebih suka melihat Dhira dalam keadaan polos.


"Mari kita lupakan apapun yang terjadi di antara kita tadi malam." Dhira terlihat bersungguh-sungguh mengatakan itu, ia tak ingin berharap lebih pada laki-laki yang sudah mengecewakannya beberapa kali.


"Apa maksudmu?"Rega tidak terima dengan ucapan Nadhira.


"Kita sudah sama-sama dewasa Regantara. Aku tidak perlu menjelaskan maksudnya." Rega menyadari satu hal jika Dhira sudah menyebut nama lengkapnya itu artinya wanita itu tengah marah padanya.


"Ya aku mengerti, apa semudah itu bagimu melupakan hal apa yang kita lakukan semalam?" Rega sedikt tak percaya dengan kalimat yang keluar dari mulut wanita yang ia sebut adalah miliknya.


"Jangankan hanya hal semalam, bahkan aku sudah melupakan semua hal tentang kita selama enam tahun yang dulu." terdengar dingin dan membekukan.


"Tapi kita sudah melakukannya semalam."


"Aku tau. Tapi mari kita lupakan. Anggap saja tidak terjadi hal apapun antara kita." Dhira madih tetap pada pendiriannya.


sepertinya Dhira tidak main-main dalam ucapannya, mungkin saja wanita itu berniat membalas dendam padanya, dengan menolak dirinya persis dengan apa yang dia lakukan dulu.

__ADS_1


Rega memutar otaknya agar rencananya berhasil untuk mengikat Nadhira di hidupnya, Rega tak ingin kehilangan wanita itu untuk kedua kalinya, kemarin saja ia hampir sekarat hanya karna menikahi wanita lain, Rega tak akan membuat Dhira lolos kali ini, tidak sama sekali.


"Jangan berbicara seperti itu Dhira, bisa jadi kau hamil karna ulahku semalam."


"Ha-hamil?"


"Ya, semalam aku tak menggunakan pengaman."


"Lalu kau mengeluarkannya dimana?" Tanpa sadar Dhira membentak Rega, ia panik takut jika sepupunya mengeluarkan benihnya di dalam miliknya mengingat dia tidak KB saat ini karna statusnya yang sudah sendiri.


Dhira tidak mengingat sama sekali kejadian semalam yang telah ia lalui.


Yes, Dhira panik ini adalah kesempatan besar untuk Rega memanfaatkan keadaan.


"Aku nengeluarkan benihku di dalam -kamar mandi." Kata kamar mandi ia skip, dan hanya di ucapkan dalam hati.


"Ja-jadi bagai mana?" Dhira sudah takut luar biasa ia takut jika benih itu tumbuh menjadi makhluk hidup yang baru, ia takut sangat takut.

__ADS_1


"Kemungkinan terbesarnya kau hamil bayiku. Jadi mari menikah denganku."


__ADS_2