Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)

Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)
Ancaman Sarah


__ADS_3

Pagi harinya saat Dhira sudah rapi dengan seragam kerjanya, Rega sudah menyiapkan sarapan di meja makan, maka saat Dhira keluar Rega menyeret Dhira untuk sarapan terlebih dulu.


"Bagai mana lukanya apa masih sakit?"


"Tidak." ucapnya acuh.


Rega menyadari nada bicara sepupunya, ia sangat menghapal watak Dhira pria itu mengetahui kapan Dhira marah dan merajuk, karna memang Rega sepeka itu pada mantan kekasihnya.


"Ada apa? Kenapa kau marah pada Mas?" selembut mungkin Rega bertanya disertai tatapan teduhnya.


"Tidak ada."


"Lalu apa yang terjadi padamu?"


"Mas sangat mengenalmu, tidak mungkin kau seperti ini secara tiba-tiba. Mas bukan cenayang yang bisa menebak isi otakmu jika ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman katakan saja" Rega masih menuntut jawaban.


"Katakan pada istrimu, jangan menghina dan mengatai orang lain sembarangan." ucap Dhira pada akhirnya.


"Istriku?" Rega mengerutkan kening tak mengerti. "Memangnya dia mengatakan apa padamu?" Rega masih sabar bertanya.


"Dia mengatakan jika aku menggodamu dan menghinaku dia bilang aku jallang." ucapnya jujur, biar saja Sarah memarahinya karna mengadu hal macam macam pada Rega.


Tanpa sadar Rega mengepalkan erat telapak tangannya. "Nanti Mas yang akan bicara padanya. Sekarang makanlah sebelum pergi bekerja."


"Aku tidak selera."


"Makan atau ingin ku cium?" Rega nengancam dengan tatapan mesumnya, ia tidak bersungguh-sungguh saat mengancam wanita itu tapi sukses membuat Dhira ketakutan.


Dengan cepat Dhira mengambil dua potong roti yang sudah Rega isi dengan slai coklat, hanya dengan dua kali gigitan roti itu ia lahap habis.

__ADS_1


"Pelan pelan."


"Apa?" dengan mulut penuh Dhira bertanya.


"Aku melihat kau melahapnya tanpa mengunyah." pria itu tersenyum melihat Dhira yang menyantap sarapannya dengan cepat dan tidak ada anggun-anggunnya sampai kedua pipi Dhira menggembung lucu.


Dhira meraih segelas susu dan dalam sekali tegukan susu itu tandas dari gelasnya. Kemudian ia meraih tasnya dan akan segera berlalu.


"Dhira memangnya kapan Sarah mengatakan hal itu padamu." Rega masih memakan sarapannya, Dhira yang hendak keluar mengurungkan niatnya.


"Semalam, dia berteriak-twriak memanggilmu di depan gerbang rumah."


"Semalam, kenapa aku tidak tau?"


"Kau terlalu lelap tertidur, aku tak tega membangunkanmu."


"Lalu apa yang setelahnya terjadi,?"


"Jangan bertanya lagi."


Rega memaksa mengantarkar Dhira ke tempatnya bekerja di sebuah perusahaan, dia bekerja di kantor itu sebagai Arsitek sesuai mimpi dan keahliannya.


Ternyata Keanu sudah menunggunya di lobby kantor. Dhira berpura-pura tak melihat keberadaan pria itu dan hendak berlalu sebelum ia pergi Keanu sudah mencekal tangannya.


"Kita perlu bicara."


"Kita bicara di ruanganku," Keanu mengikuti langkah istrinya tak lupa juga di dampingi oleh dua pengawal di belakangnya.


Setelah sampai di ruangannya Dhira mempersilahkan suaminya duduk. Sedangkan dua ajudannya berjaga di depan pintu ruangan.

__ADS_1


"Kau dari mana saja Dhira, aku pusing mencarimu."


"Aku menenangkan diri."


"Dimana kau mebenangkan diri.?"


"Itu urusanku." Dhira enggan mengatakan rumah itu ia tidak ingin Keanu mengetahui markas tempatnya menyendiri.


"Aku minta maaf karna sudah berkata dan berlaku kasar padamu." ucap Keanu penuh sesal dan segera mendekati istrinya.


"Kau tau kau adalah orang pertama yang sudah lancang melukaiku, aku tidak pernah mendapatkan pukulan atau sejenisnya dari siapapun."


"Sungguh aku minta maaf Dhira, itu merupakan refleks karna aku terkejut dengan apa yang terjadi. Dan setelah aku berpikir harunya aku bisa menerimamu apa adanya bukannya malah memaki dan melukaimu." Keanu memeluk tubuh istrinya dua malam ini ia susah tertidur karna terlalu memikirkan keberadaan istrinya.


"Jangan ulangi lagi." Dhira terpaksa memaafkan karna ia menyadari ini terjadi juga karna salahnya.


Keanu memeluk dan mengangkat dagu istrinya neneliti luka yang sudah tidak terlihat disana, sebenarnya luka memarnya masih tinggal sedikit tapi tertutup ole make up yang Dhira pakai untuk menutupinya.


"Apa masih sakit?"


"Tidak."


Keanu mengecup pipi bekas tamparannya.


"Maafkan aku." Keanu membenamkan ciuman di bibir ranum istrinya. "Aku merindukanmu." ucapnya parau karna menahan hasratnya yang kembali menggebu.


"Ke, ini di kantor." Dhira memperingati suaminya sang sekarang tengah menyusuri leher jenjangnya.


Keanu menghentikan sentuhannya. "Kabari aku jika sudah pulang, aku akan menjemputmu." Keanu mengecup kening istrinya dan berpamitan karna ia juga memiliki pekarjaan lain dengan anggota partai yang menaunginya.

__ADS_1


Saat Rega tiba di rumah di suguhi dengan pemandangan yang membuatnya jesal Sarah sudah berada di ruang tamu dengan mata bengkaknya usai menangis semalaman. Di sampingnya terdapat dua koper.


"Kau jahat Mas, aku akan pergi jika kau seperti ini terus." Ancamnya seraya menangis.


__ADS_2