Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)

Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)
Bersiaplah untuk mengandung anakku


__ADS_3

Rega masih termenung di kamar nya sudah 9 hari 13 jam 47 menit ia menahan diri untuk tidak menemui sepupunya, dirinya sedang merancang sesuatu, sebuah rencana yang terbilang sangat nekad dan melampaui batas, tapi ia tak memiliki pilihan lain, Dhira harus ia nikahi apapun akibatnya.


Rega tak ingin kembali kehilan kekasih hatinya untuk yang kesekian kali, sudah cukup ia bersabar untuk beberapa tahun ini.


'Dhira. Aku sakit datanglah ke apartemenku jika kau tak ingin melihat jasadku tertimbun tanah esok hari.' Rega mengirimnya pesan, dan Rega yakin pesannya sudah Dhira baca beberapa saat lalu.


Rega sangat yakin jika Dhira akan menemuinya.


Prinsip Rega kali ini, jika jalan halus tak bisa mendaparkan sepupunya, jalan kotorpun akan ia tempuh.


Pria itu meminum alkohol, agar nanti ia kebal jika Dhira memohon, dia tidak akan melepaskannya.


Wanita itu berpikir jika Rega benat-benar sakit, tak ada kecurigaan dalam hatinya sama sekali. Oleh sebab itu setelah mandi ia mendatangi apartemen sepupunya, ia juga berbohong pada Ayahnya jika dia akan pergi keapartemennya sendiri, karna tak ingin niatnya di halanhi oleh sang Ayah. Nadhira tak ingin pria itu nekad menghabisi dirinya sendiri.


Dhira mengetuk pintu beberapa kali tapi tak mendapat jawaban.


"Mas Rega. Mas Rega, aku datang!"


Karna masih tak mendapat jawaban akhirnya Dhira memutuskan masuk ke apartemen sepupunya. Dengan cepat Dhira menekan sandi pintu.


"Mas Rega."


Dira masih mencari, ruangan yang gelap menyulitkan penglihatannya sehingga Dhira mencoba mencari tombol lampu di dinding dekat pintu.

__ADS_1


Tidak ada Rega di sana, mungkin ada di kamarnya. Ya begitulah Dhira berpikir.


"Mas Rega." Dhira masih memanggil saat membuka pintu kamar seorang duda beranak satu itu.


Bau alkohol yang menyengat langsung menyambut kedatangan wanita cantik itu.


Di tengah keremangan kamar yang hanya tersinari cahaya bulan dari arah jendela, Dhira mampu melihat sosok sepupu yang tengah di carinya, pria tampan itu tengah menikmati sampanye dari botol nya langsung.


"Mas Rega." Dira mendekat dan 'Ting' suara botol tertendang kaki wanita itu, bukan hanya satu tapi beberapa. Membuat Dhira sedikit hati-hati dalam langkahnya.


"Mas Rega."


"Akhirnya kau datang." Rega terdengar tertawa dan setelahnya menangis, terdengar jelas dari suaranya ia seorang pria dewasa yang tengah putus asa.


Rega mendongak. "Kau datang karna aku takut matikan. Kau masih peduli padaku kan?" Rega bertanya penuh harap, matanya terlihat terang di antara keremangan ruangan.


"Tentu saja aku peduli, kau sepupuku aku tak ingin terjadi sesuatu padamu." Dhira mengungkapkan kekhawatirannya.


"Aku tak ingin di perdulikan sebagai sepupu. Aku ingin kau menganggapku sebagai pria yang kau cintai." Rega membentak Dhira, wanita itu sampai mundur dua langkah karna terkejut akan respon pria yang Dhira yakin jika pria itu tengah mabuk.


Rega segera berdiri dari duduknya. "Katakan jika kau mencintaiku Dhira!" Rega kembali berteriak sampai telinga Rega juga terasa pengang oleh teriakannya sendiri.


"Katakan."

__ADS_1


PYAAARR ...


Rega membanting botol sampanye di genggamannya, cairan kuning kemerah-merahan itu tumpah, air mahal nan tua itu tumpah, bahkan sepertinya umur cairan itu lebih tua dari umur keduanya.


"Mas Rega." lirihnya


Bibir Dhira sudah bergetar. Bukan karna terkejud ia juga sudah merasa takut dengan sepupunya sendiri.


Dhira berniat ingin meloloskan diri tapi langkahnya kalah cepat oleh gerakan tangan pria itu.


"Mau kemana kau?" ada amarah yang terkumpuh di matanya yang memerah.


"Lepaskan aku Rega." Dhira mencoba melepas cekalan sepupunya di tangan kirinya.


"Kau tidak akan bisa lari dariku. Kau milikku."


Dhira sudah menangis, sumpah demi apapun Dhira melihat iblis di bibir sepupunya yang tengah menyeringai.


"Hari ini kau dalam masa subur. Bersiaplah untuk mengandung anakku." Dhira yang sedari tadi memberontak seketika menjadi beku di tempatnya.


"Tidak."


Dhira menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2