Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)

Mencintai Sepupu Kedua (Tak Bisa Berpaling)
Terbongkar


__ADS_3

"Sialan."


"Sialan!" Sepanjang perjalanan Rega terus mengumpat, makian demi makian terlontar dari mulutnya.


"Dasar bodoh, aku benar-benar bodoh. Bisa-bisanya aku terperdaya dengan apa yang terjadi. Harusnya aku berpikir sebelum mengambil keputusan." Rega memukul stir kemudi beberapa kali.


Tiba di halaman rumah pria tampan itu segera meloncat dari mobil. Ia butuh penjelasan dan dari wanita yang berstatus istrinya, ia tidak akan memaafkan Sarah semudah itu, Sarah adalah penyebab penderitaan selama satu tahun terakhir ini.


Saat di buka pintu Sarah terlihat sedang menunggu di sana.


"Mas, kita perlu bicara." Sarah segera menghampiri suaminya.


"Ya kita memang perlu berbicara." Rega masih mengetatkan rahangnya, menahan gejolak di dadanya ia marah serta kecewa pada wanita itu.


"Katakan!" ucap Rega dingin, perintahnya sangat membekukan diri Sarah, nyalinya sempat menciut, tapi karna ia butuh kejelasan dengan rumah tangganya.

__ADS_1


"Tidak bisakah kau berubah terhadapku Mas? Aku lelah dengan semua yang kau lakukan padaku. Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik terhadapmu, tapi tidak sedikitpun kau menghargai usahaku. Aku lelah dengan rumah tangga yang ku jalani saat ini." Sarah mulai menangis meskipun ia melakukan saran ibunya, tapi hatinya tidak dapat di bohongi ia benar-benar tersakiti dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Rega.


"Lalu apa maumu?" Rega masih tenang tidak terpojok, tidak merasa bersalah dan tidak tersentuh sama sekali, jika saja Sarah tau Rega tengah menyimpan bom waktu yang siap meledak, bahkan jika Sarah melakukan pembelaan sekalipun Rega tidak akan terpengaruh sama sekali.


"Aku ingin kita bercerai. Kau tidak bisa berubah untuk sedikit mencintaiku."


"Hikss ... Hiks ..." Sarah menangis, sesak sekali rasanya meminta cerai dari pria yang sangat ia cintai, sama saja menikam dirinya seandiri.


"Baik, aku akan menceraikanmu. Secepatnya aku akan mengurus serat cerainya."


"Berhenti merendahkan marwah dan harga dirimu sebagai seorang wanita. Kau pikir dirimu saja yang terluka? Aku, aku lebih dari itu Sarah setiap hati aku sudah berusaha mencintaimu belajar menerimamu setiap har, aku sudah mencobanya tapi aku tak bisa melakukannya. Hatiku sudah terlanjur di miliki wanita lain kau paham itu dengan benar Sarah. Sakit yang ku miliki lebih dari yang kau derita. Sarah kau tak tau perasaan saat hatimu berlabuh di tempat lain dan ragamu mendarat di tempat yang berbeda." Rega mengungkapkan kekecewaannya.


"Aku akan mengurus perceraian kita dengan segera." lanjut Rega kemudian.


"Aku juga sudah mengetahui jika kau menjebakku di malam itu."

__ADS_1


"A-apa maksudmu Mas?" Sarah berdiri dengan kaki bergetar, kedua tangannya mencoba menggapai tangan suaminya yang bertolak pinggang.


"Jangan berlaga bodoh di hadapanku Sarah!" Rega berteriak di akhir kalimatnya.


"Kau mengatakan jika di malam itu aku sudah mengambil kesucianmu, padahal faktanya kau sering melakukan hal itu dengan mantan kekasihmu." Rega terkekeh sinis.


"Itu tidak benar Mas, Jimi berbohong padamu Mas." Sarah menggelengkan kepalanya berulang-ulang.


"Heh, kau lucu sekali bisa menjawab dan menebak dengan benar, siapa yang sudah mengatakan kebenarannya padaku. Padahal aku tidak bertanya atau mengungkit siapapun tadi." Rega tersenyum sumir, dengan kalimat yang lolos dari mulut istrinya justru menjadi pembenaran.


Sarah mengutuk mulutnya sendiri yang sudah kelepasan dalam berbicara, ia tidak memiliki bantahan apapun sekarang, rahasiahnya sudah terbongkar.


"Maaf, semua itu ku lakukan karna aku terlalu mencintaimu." Sarah menundukan kepalanya ia mengakui kesalahan nya di masa lalu yang sudah memanfaatkan keadaan.


"Aku memang sudah curiga dari awal di saat tidak menemukan jejak kesucianmu di sana. Tapi aku menahan diri dengan semua prasangkaku, aku tidak berpikir jauh. Karna ku kira kau adalah wanita baik." Rega meludah, ia seakan jijik dengan wanita yang berstarus sebagai istrinya. Setelahnya ia pergi dari sana meninggalkan Sarah yang meraung menyesali perbuatannya.

__ADS_1


"Jika rumah tanggaku berakhir, kau juga harus tamat Dhira. Kau tidak berhak bahagia dengan pria manapun." Sarah mengepalkan kedua tangannya, matanya memerah di penuhi amarah.


__ADS_2