Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
sebuah tragedi.


__ADS_3

“Mommy, ayo ikut Hiza, di suruh Abang buat jemput mommy” ajak Hiza, menarik narik jemari tangan Lintang yang sedang menonton televisi.


“Mau kemana?” tanya Lintang melihat kelakuan Hiza yang pantang menyerah sebelum ia mendapatkan apa yang di inginkan nya.


Perlahan, ia mulai mengerti sifat dan pribadi dari kedua anaknya, Hiza anak yang memiliki sifat yang ramah ke semua orang, dapat mencairkan suasana yang semula tegang menjadi lebih hangat, dan memiliki pribadi yang lembut serta penyayang.


Sementara anaknya yang besar, Elivan, ia tebak Elivan memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan sang adik, jika sifat Hiza sangat lembut, maka sifat Elivan jika ia menginginkan sesuatu pasti sesuatu itu akan di dapatinya, dan Elivan memiliki pribadi yang hangat kepada orang yang menurutnya dekat dengan nya.


“Ke kamar Abang, katanya ada sesuatu yang penting mengenai mommy” ungkap Hiza.


“Mommy?” tanya Lintang, Hiza mengangguk.


“Ayo mommy....” rengek Hiza.


“Ayo ayo” Akhirnya mereka berdua berjalan beriringan menuju kamar baru Elivan.


“Ada apa bang?” tanya Lintang melihat Elivan duduk di kursi gaming nya, yang Noval belikan beserta kasur waktu itu.


“Ini, lihatlah” ucap Elivan memperlihatkan layar komputer yang menunjukkan kemenangan dalam mengikuti lomba teknologi.


Lintang perlahan membaca tulisan itu, kata perkata, ia terkejut uang senilai Rp 200. juta? ini bukan mimpi kan?


Lintang memeluk tubuh Elivan, menangis haru karena senang.


“Selamat ya nak” ucap Lintang mencium pipi Elivan.


“Terima kasih mom, dan itu adalah hadiah untuk mommy,”

__ADS_1


“Apa mak—


ting..


Lintang merogoh kantung bajunya, ia mengambil handphone nya dan membuka nya.


Uang senilai Rp.200.000.000 telah masuk ke rekening anda.


“Ini?” tanya Lintang menitikkan air mata nya.


Elivan mengangguk.


“Buat Mommy”


🌼🌼🌼.


“Lintang” panggil Noval.


“Ya?”


“Ayo ikut aku” ajak Noval. Lintang mengerutkan keningnya, apakah Noval tak tahu bahwa ia akan pergi bekerja?.


“Aku mau pergi berkerja Noval.” jawab Lintang. perasaan Lintang sudah tidak enak.


“Ahh lama, aku sudah tidak kuat menahan nya lagi” ucap Noval berdiri dan mengukung tubuh Lintang di pinggiran sofa.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Lintang masih terlihat sabar.

__ADS_1


“Aku sudah tak sabar Lintang, jadi tolong lah satu kali ini saja, nanti kau akan ku nikahi” ucap Noval membuka kancing baju Lintang satu persatu.


Lintang masih Ling Lung, ia tak mengerti apa yang di pikirkan oleh Noval. tiba tiba satu pikiran nya sadar. ***.


“Apa yang kau lakukan baji ngan” ucap Lintang menahan tangan Noval yang hampir melucuti bajunya.


“Ah, kelamaan, sok jual mahal” ucap Noval mengambil sebuah selotip dan merekatkan mulut tangan dan kedua kakinya.


Lintang tak bisa mengelak, ia masih tak bisa berpikir dengan jernih, apa yang terjadi.


“Sempurna” kalimat yang keluar dari bibir Noval menyadarkan apa yang tengah terjadi.


“Hmmm, hmmm hmmm” ucap Lintang tertahan dengan selotip.


“Haha, sudah lama akhirnya aku akan mendapatkan mu lintang.” ucap Noval, melepaskan celana milik lintang.


“Hmm hmm hmm” Lintang menoleh kearah pintu kamar Elivan dan Hiza, berharap sang anak bisa menolong nya dari keganasan Noval.


“Anak mu sudah ku gembok Lintang.” ucap Noval mengerti apa yang di maksud oleh Lintang, Lintang ingin anaknya bisa menolong nya.


Tapi rencana Noval sudah bulat, ia tau bahwa Lintang masih praw*an dan ia ingin mengambil keperawanan itu sebelum ia pergi menikahi sang kekasih aslinya.


Tangan Noval sudah berhasil melucuti semua pakaian Lintang kecuali CD nya. bra Lintang sudah Noval lucuti sedari tadi. ia tambah menegang melihat tubuh Lintang yang super putih dan padat. kedua gunung nya menggantung dengan indah, seakan akan itu adalah hasil operasi payudara.


“Sudah lama aku menunggu mu Lintang” ucap Noval melepaskan satu persatu pakaian nya.


🌼🌼🌼.

__ADS_1


Wahh tidak cukup waktunya gais, lanjut part 2


__ADS_2