Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
Chip?


__ADS_3

“Om Lion!!” pekik Elivan membuat Lion menoleh.


“Sudah sadar?” tanya Lion ke anak sahabat nya itu.


Posisi Lion masih duduk dengan memangku Hiza di pahanya.


Elivan menangguk.


“Om kenapa kesini, dan kenapa bantu mommy El?” tanya Elivan, kenapa Om nya itu membawa mommy dan kedua anak nya pergi dari Daddy nya?.


“Oh ya, aku datang ke sini untuk memberi tahu kenapa aku bisa membantu mommy mu” ujar Lion.


“Sayang, dimana laptop ku?” tanya Lion ke istri nya.


“Ini” jawab Aletta meletakkan tas yang berisi laptop yang berada di pundak nya.


Lion tersenyum.


“Terimakasih ya sayang”


Lion meletakkan kembali tubuh hiza di atas sofa itu, selanjutnya laptop tadi sudah berada di atas pahanya, Lion mengotak atik laptopnya dengan serius.


Kemudian ia menaruhnya di atas meja, guna memperlihatkan apa yang akan ia bicarakan.


“Lintang, apakah kau mengingat sesuatu tentang Noval?” tanya Lion.


Lintang menggeleng, “Tidak” ucapnya, Lintang memang tidak mengingat apapun tentang Noval, bahkan ia tak tau bentuk rupa Noval itu seperti apa.


“Elivan, apa kau mengenal Noval?” tanya Lion yang langsung di beri anggukan oleh Elivan.


“Aku beri tau sesuatu pada mu yang sebenar benarnya. Apa kau ingat surat satu minggu lalu yang aku bacakan?” tanya Lion.


Lintang hanya menanggapi nya dengan anggukan.


“Kau adalah putri kandung tuan Adam,”


“Apa maksudmu?”


“Jangan pernah memotong ucapan ku!” geram Lion membuat Lintang terdiam.


“Kau adalah putri dari tuan Adam, tuan Adam sendiri adalah bos ku dulu sebelum beliau meninggal, Dulu, dia permah bercerita padaku bahwa dia mempunyai seorang putri yang kelak akan menjadi penerus nya, dan di dalam otak putrinya itu, ia telah menaruh sebuah chip yang bisa menghilangkan ingatan putrinya jika putrinya itu memiliki suatu kenangan yang buruk.” ucap Lion menjeda ucapan nya.


“Chip yang tertanam di kepalamu sendiri bekerja ketika otak mengingat sesuatu yang bisa menyakiti hati maka dengan sendirinya chip itu akan melebar dan memakan sel sel pengingat yang terletak di lobus temporal yang mengingat kan mu pada suatu hal yang buruk.” Lion menjelaskan tentang cara bekerja chip itu.


Semua orang yang mendengarnya tercengang, termasuk Lintang, seberapa penting, pintar, cerdas ayah kandung nya itu.

__ADS_1


“Tuan Adam kehilangan putri nya saat ada pembantaian besar besaran yang menghabisi keluarga tuan Adam, hanya Dia yang selamat, sementara yang lainnya tidak, termasuk sang istri, setelah wanita itu mengambil mu dari gendongannya, wanita itu menembakkan peluru panas yang membuat ibumu meninggal di tempat.—


—Dan kata surat satu minggu lalu yang pernah aku bacakan, tertulis bahwa kau di ambil oleh seorang wanita, dan wanita itu membuang mu di sungai dengan bakul nasi, dia tak tega membunuh mu, lalu ibu yang kau anggap sebagai ibu kandung mu yang telah menemukannya, kejadian itu di saat kau masih berusia enam bulan.”


“Jadi, kau kehilangan ingatan mu karena kau memiliki kejadian yang sangat buruk, ingin melihat kejadian itu?” tanya Lion setelah bercerita.


Lintang mengangguk, ia penasaran kejadian apa yang sempat ia lupakan.


Lion menggeser file tersebut, kemudian muncul lah video di mana Lintang hampir di perko sa oleh Novel dari belakang.


Vidio itu di ambil oleh Lion dari sistem nya, Web King, Sistem yang pertama kali ia buat lalu di kembangkan oleh Elivan.


Vidio itu menampakkan semua adegan demi adegan Lintang yang hampir di lecehkan oleh Noval.


Hingga saat di penghujung Vidio, air mata Lintang tumpah, ia merasa sangat hina ketika melihat Vidio itu.


Vidio itu berhenti sebelum Fareed datang membantu Lintang.


“Hiks, apa gara gara ini Fareed menyelingkuhi ku?” gumam Lintang di sela sela tangis nya.


Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Aletta yang ikut terbawa perasaan pun menangis, bahkan tangisannya menandingi tangisan Lintang.


“Hua..... Kasihan sekali kak Lintang, eh mbak Lintang...” tangis Aletta membuat Lion menghela nafas.


Lion memangku Aletta, kemudian mengelus rambut nya. “Kenapa menangis hmm?” tanya Lion menghapus jejak air mata Aletta.


“Aku ikut mbak Lintang menangis, aku sedih karena mbak Lintang menangis” jawab Aletta, memang di masa kehamilan nya Aletta sangatlah terbawa emosi, entah karena apa selalu saja Aletta tiba tiba menangis, lalu tertawa lalu kadang kadang marah marah.


“Istri tau apa yang terjadi pada Lintang sehingga ia menagis?” tanya Lion lembut, sangat lembut, nada bicara yang khusus di berikan pada teman sehidup nya.


Aletta menggeleng.


“Tidak, istri tidak tahu, tadi istri hampir saja tertidur, tapi karena mendengar Isak tangis dari mbak Lintang istri juga tiba tiba ingin menangis hiks” jawab Aletta sesenggukan.


Memang jika menikahi ABG seperti Aletta ini, Lion harus bersabar.


“Hmmpptttt—” hampir saja Elivan dan Zhafir meledakkan tawanya jika Lion tidak menatap tajam mereka.


“Om, kenapa bibi Aletta sangat menggemaskan?” tanya Elivan berbisik.


Zhafir yang berada di samping ranjang Elivan pun mengangguk kemudian menggeleng.


“Om juga tidak mengetahui nya, istri bos memang menggemaskan, tapi itu hanya di depan bos saja, jika di depan orang lain yang tak mengenalnya istri bos hanya bersikap ramah tidak manj—”

__ADS_1


“Lion!!!.... Mereka berdua membicarakan ku....” pekik Aletta membuat kedua orang berbeda umur itu menegang.


“Zhafir!!, kau di hukum” ucap Lion membuat Aletta berbinar-binar.


“Iya iya, hukum saja Zhafir pak Su, hukum dia pus up sebanyak seratus kaliii!!!” ucap Aletta bersemangat, kemudian ia menghapus ingusnya dengan kaos yang di pakai oleh Lion.


Srotttt.....


“Iyueh....” Elivan bergidik ngeri, membayangkan ingus Aletta berada di baju Lion.


“Sekarang tuan?” tanya Zhafir polos.


“Iya sekarang.... ayo aku akan menghitung nya” ujar Aletta mantap.


Dengan keadaan pasrah Zhafir akhirnya memposisikan diri nya untuk push up.


“Satu....”


“Dua....”


“Tiga....”


“Empat....”


Aletta tetap berhitung di setiap Zhafir mengangkat tubuhnya. ia berdiri dari pangkuan Lion dan berdiri didepan tubuh Zhafir. Aletta terus menghitung jumlah push up yang di berikan ya sesekali mengelus perut buncitnya.


Sementara itu, Lintang kini sedang termenung, ia sudah tidak menangis lagi, ia pikir karena kejadian itu sudah berlalu maka ia tak perlu ambil pusing, namun, ini perihal Fareed, apa Fareed menikah lagi gara gara dirinya hampir di lecehkan, tapi jika iya, kenapa Fareed menikahinya dan memperlakukan nya seperti seorang ratu selama masa pernikahan nya meski itu hanya berlangsung selama hampir empat bulan.


“Aku belum selesai bercerita” ucap Lion dingin, seperti biasa nya.


Lintang menatap kosong Lion.


“Bercerita lah”


“Apa kau tau maksud dari perkataan ku yang 'pembantaian besar besaran.' ?” tanya Lion membuat Lintang tersadar sepenuhnya.


Iya, tadi ia akan bertanya tentang maksud dari perkataan itu.


Lintang menggeleng.


“Apa maksud dari perkataan mu itu?”


“Tuan Adam atau ayah mu adalah seorang Mafia”


🌼🌼🌼.

__ADS_1



__ADS_2