Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
menemukan.


__ADS_3

Sekarang bi Mina serta anggota yang tinggal di rumah nya sedang duduk bersama di teras rumahnya, sambil berbincang bincang dan melihat pemandangan persawahan yang sangat asri.


“Bi, bibi di sini ga kerja?” tanya Zhafir.


“Tidak, uang bibi sudah banyak” jawab bi Mina mengundang gelak tawa dari semuanya kecuali Elivan dan Hiza yang sedang rebahan sambil melamun melihat langit langit.


“Uang nya kasihkan ke saya saja bi” ucap Lintang bercanda.


“Mau minta berapa?” bi Mina duduk selonjoran sambil memakan kacang yang sudah ia goreng.


“Satu miliar bi” ucap Zhafir mencomot kerupuk udang yang berada di tangan Lintang.


“Ayo, antar bibi ke bank dulu”


“Seriusan bi?” Zhafir melebarkan matanya.


“He em”


“Memangnya duit bibi berapa sih?” tanya Lintang penasaran.


“Kurang lebih 10 m,”


“Dapat dari mana bi?” tanya Zhafir.


“Dari kerja sama tuan Ad—”


“Daddy!!!” pekik Hiza membuat semua orang beralih perhatian ke Hiza kemudian menjalar ke objek tatapan Hiza.


Semua nya panik, termasuk Lintang, ia langsung berdiri di ikuti oleh Zhafir.


Sebagai seorang pengawal yang baik, kini Zhafir sedang berdiri di belakang tubuh Lintang, ia akan berjaga jaga dulu, jikalau nanti Fareed akan menyakiti Lintang, ia akan memberi sebuah perhitungan.


Fareed tersenyum ketika melihat Lintang, tak sia sia ia menyelipkan sebuah pelacak di cincin pernikahan nya. Fareed terus berjalan di ikuti oleh dua orang di belakangnya.


Lintang mengerutkan keningnya, apa secepat ini Fareed menemukan nya, memang, ia pernah berpikir dengan kekuasaan yang Fareed punya cepat atau lambat Fareed akan menemukan dirinya. Tapi tidak secepat ini, belum genap satu hari dia ada di sini.


Sementara itu, Elivan yang melihat Daddy nya hanya menatapnya datar, apa lagi yang akan di perbuat oleh Daddy nya kali ini. Elivan sudah muak dengan apa yang selalu di lakukan oleh Fareed. Selaku Daddy nya.


Setelah menikahi mommynya, dia pergi lalu menikahi orang lain, setelah itu dia membawa orang lain itu ke dalam rumahnya, lalu dengan entah bagaimana dia lebih memilih istri barunya ketimbang mommynya.


Setelah semuanya berakhir ada lagi drama yang di buat oleh Fareed yaitu membanting dirinya, setelah itu menyesal, apa apaan ini, sungguh pikiran yang labil. Fareed tidak cocok untuk Lintang.


Semoga saja mommy nya itu tidak menerima kembali Fareed.


Elivan jengah.,


Elivan muak..

__ADS_1


“Lintang” lirih Fareed hendak memeluk tubuh Lintang, tapi dengan cepat Lintang menghindar.


Lintang menatap tajam Fareed.


“Maaf kan aku sayang” ucap Fareed berusaha memegang tangan Lintang, tapi selalu Lintang tepis.


“Sayang, Lintang, tolong beri aku kesempatan sekali lagi” ucap Fareed memohon, Ia datang dan langsung pada intinya.


Meminta maaf.


“Lintang maafkan aku” ucap Fareed hendak memegang tangan Lintang.


Lintang selalu saja menepis.


dan... Hap..


Tangan Lintang sudah berada di dalam genggaman tangan Fareed, Lintang mencoba melepaskan, genggaman tangan itu menyakitkan.


“Lepas!!” ucap Lintang mencoba melepaskan.


“Maafkan aku Lintang!” nada bicara Fareed mulai meninggi membuat Lintang tersadar, bahwa permasalahan ini harus cepat ia selesaikan.


Lintang diam, dia tidak memberontak.


Lalu Lintang bertatap mata langsung dengan Fareed.


Lintang tersenyum membuat hati Fareed sedikit ada harapan.


“Ingin maafku?” tanya Lintang membuat Fareed menangguk.


“Minta maaflah dulu ke Elivan, jika dia memaafkan maka aku akan memaafkan mu juga” ucap Lintang berjalan mundur tiga langkah.


Fareed tersenyum smirik, hanya maaf Elivan? itu adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukan nya.


Sementara Elivan tergagap karena di dunia ini masih ada orang yang mengharapkan nya.


“Elivan, maafkan Daddy ya” ucap Fareed berjalan ke arah Elivan.


Elivan hanya diam.


Fareed berjongkok di depan Elivan untuk menyamakan tinggi badan mereka.


Tangan Fareed terulur untuk mengelus rambut belakang Elivan, lembut.


“El, maafin Daddy ya” ucap Fareed sekali lagi.


Elivan diam, dia tak merespon membuat Fareed geram, ia sedikit menarik rambut belakang Elivan membuat Elivan mendesis karena sakit.

__ADS_1


“Sssttt” desis Elivan, ia menatap manik mata milik Daddynya. Manik mata yang sama persis dengan El.


Fareed tersenyum lebar.


“Maafkan Daddy ya El” ucap Fareed, Elivan menatap nya sekilas, jambakan di kepalanya masih sakit.


Elivan menatap Fareed datar, minta maaf macam apa ini?, minta maaf dengan kekerasan?.


“Apa kah meminta maaf bisa membuat punggung tegap ku kemabli?” tanya Elivan membuat semuanya semakin hening, dari suara Elivan yang begitu datar terselip kesedihan yang begitu dalam.


Lintang menatap kedua anak dan ayah itu kosong. Hanya mampu melihat, tak mampu untuk bergerak atau pun berbicara.


Fareed hanya menatap tajam jawaban Elivan.


Sementara Zhafir dengan analisanya yang kuat ia menduga bahwa Fareed sekarang mencintai Lintang bukan hanya sewajar nya, tapi sudah berada di tahap gila, Obsesi.


Perkara Ayana yang menjadi selingkuhan nya dan pergi meninggalkan nya membuat Fareed menjadi takut akan kehilangan lagi, apalagi jika Lintang adalah cinta pertamanya.


“Tidak, tapi Daddy minta maaf ya El” ujar Fareed santai di dengar oleh Elivan.


Mata Elivan memanas tapi ia tak ingin menjatuhkan air mata nya sekarang. Apa patah tulangnya hanya di anggap sebuah lelucon oleh Fareed?.


“Aku tanya sekali lagi Dad, apa maaf mu bisa mengembalikan punggung tegap ku?!” tanya Elivan sedikit meninggi.


Fareed menahan nafas. Tangannya sudah turun ke pundak Elivan, sedikit demi sedikit memeras nya.


“Ahhh” desis Elivan merasakan sakit, tapi desisan itu hanya dapat di dengar oleh Fareed.


“Jangan egois El!” ucap Fareed sedikit membentak.


Elivan tak kuat, ia melepaskan paksa tangan Fareed yang berada di pundaknya.


“Egois?, heh” Elivan tersenyum mengejek. kemudian ia mengambil nafas nya dalam dan panjang.


“Egois Daddy bilang?” sambungnya, Orang orang yang melihatnya hanya diam.


Sementara Zhafir yang melihat itu terkagum, ia rasa kelak Elivan lah yang akan menjadi penerus kelompok bawah tanah nya.


“EGOIS DADDY BILANG? EGOIS?!, YANG EGOIS ITU DADDY!!, DADDY YANG EGOIS!!” pekik Elivan membentak. Suara nya meninggi.


“AKU TANYA, APA DENGAN MAAF DADDY BISA MEMBUAT PUNGGUNG KU KEMBALI TEGAP?, APA DENGAN KATA MAAF BISA MEMBUAT RASA SAKIT DI HATI EL SEMBUH?!, APA DENGAN KATA MAAF ITU BISA MEMBUAT MASA KECIL EL KEMBALI?! HA!!, TIDAK KAN?!”


“EL TANYA, APA DENGAN MAAF ITU BISA MEMBUAT MASA KECIL EL KEMBALI UTUH SEPERTI MASA KECIL ANAK LAINNYA?!”


“JAWAB DAD JAWAB?!”


“DAN ITU DADDY BILANG EL EGOIS?” bentak Elivan dengan air mata yang sudah meluruh, ia sudah tidak tahan untuk menangis. Tapi ia sadar sekarang adalah waktu di mana ia bisa mengeluarkan semua unek unek yang berada di dalam hatinya.

__ADS_1


Elivan menghapus air matanya.


“DI SAAT ANAK SEUMURAN EL DULU BERMAIN, TERTAWA DAN BAHAGIA BERSAMA ORANG TUANYA DI MANA DADDY, DI MANA MOMMY,?!”


__ADS_2