
Ceklek....
Pintu ruang operasi Ayana terbuka membuat Fareed berdiri untuk menghadap dokter yang keluar dari ruangan operasi itu.
“Bagaimana dengan istri dan anak saya dok?” tanya Fareed cemas.
“Istri anda masih dalam masa kritis, sementara anak anda tidak bisa kami selamatkan karena telah banyak meminum air ketuban sang ibu” jelas sang dokter membuat tangan Fareed yang berada di samping tubuhnya terkepal erat.
“Tapi apakah saya boleh melihat anak saya dok?” tanya Fareed menatap dokter yang berpakaian serba hijau itu.
“Bisa pak, setelah ini suster akan keluar untuk menaruh jasad anak anda di ruang jenazah, anda bisa melihat anak anda, terimakasih, saya pamit” ucap dokter itu pamit undur diri.
Fareed tetap berdiri, ia ingin melihat wajah anak nya, tak lama setelah menunggu pintu ruangan operasi kembali di buka.
Ceklek...
Pintu ruang operasi Ayana di buka oleh suster, Fareed menoleh ia menghentikan langkah suster itu sebentar.
“Sus, apa boleh saya melihat nya?” tanya Fareed dengan nada yang bergetar menahan tangis. Bayangkan saja jika kalian berada di posisi Fareed.
Anak nya yang belum sama sekali melihat dunia kini sudah tidak ada lagi. Hanya seonggok daging kecil memerah.
“Iya pak” jawab suster itu memberi ijin.
Fareed dengan perlahan mengambil dan menggendong bayi kecil itu, ia dapat melihat bahwa bayi kecilnya sudah terbujur kaku.
Fareed menangis histeris, ia tak menyangka bahwa anaknya yang belum lahir secepat ini pergi meninggalkan nya.
“Sus, apa jenis kelamin anak ku?” tanya Fareed menatap kosong wajah kaku anaknya. Ia mengamati wajah kecil anak yang akan ia kenang sepanjang hidupnya.
“Perempuan pak, mm, saya beri waktu anda lima menit lagi” ucap suster itu.
“Maafin papa ya nak, papa sudah gagal menjaga kamu” sesal Fareed menangis.
Fareed menggenggam jari kecil anaknya, ia mengelus dan mengecupnya.
“Papa akan membalas kematian mu nak, papa akan membalas mereka yang sudah merenggut nyawa mu sebelum kamu melihat betapa indahnya dunia” ungkap Fareed menggebu-gebu.
Fareed sengaja tidak mengatakan dirinya Daddy karena ia tak mau anak nya memanggil dirinya dengan sebutan yang sama dengan orang yang merenggut nyawa anaknya.
“Sekarang namamu adalah Ayana Peterson, namamu adalah gabungan dari nama papa dan mama nak,” ucap Fareed menangis sambil mengecup kening anaknya lembut.
“Ini sus, tolong di makamkan sebaik mungkin, nanti anak buah ku yang akan menjemput dan mengantarkan dirimu dan anakku ke tempat terakhir nya” ucap Fareed menyerahkan Ayana kecil ke suster itu.
Biarlah ia tak ikut menguburkan jenazah anaknya karena ia akan melihat anaknya nanti dengan Ayana.
setelah menyerahkan kan anaknya ke suster ia melenggang pergi dari sana, ia akan menenangkan dirinya dan mengurus semuanya sebelum Ayana terbangun dari masa kritisnya.
“Gila” lirih suster itu ketika melihat semua yang Fareed ucapkan, apa dia tidak mengikuti pemakaman anak nya sendiri?.
Fareed pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan ketiga orang yang telah merenggut nyawa anak yang selama ini ia nanti nanti, anak perempuan.
“Mbak, dimana kamar atas nama Hiza Maladewa?” tanya Fareed ke seorang perempuan yang menjadi resepsionis.
“Di lantai dua ruangan anggrek nomor 09 pak” jawab resepsionis itu.
__ADS_1
Fareed mengangguk, tanpa mengucapkan sepatah katapun ia melangkah pergi menuju ruangan ketiga orang itu.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Lintang sekarang tengah menonton serial kartun dengan kedua anaknya di ruang VIP dengan Elivan yang tiduran menjadi kan pahanya sebagai bantal dan Hiza yang tengah duduk.
“Dek,” panggil Elivan ketika kartun yang mereka tonton sedang sponsor.
Hiza menoleh. “Apa bang?” tanya Hiza.
“Maafin Abang ya”
“Minta maaf karena apa?”
“Karena uji coba penemuan Abang, Hiza harus tidur di rumah sakit” ucap Elivan menyesal karena telah membuat benda itu.
Kata dokter, akibat benturan keras di kepala Hiza membuat Hiza cidera dan harus banyak banyak istirahat agar cepat pulih, cidera itu tidak mempengaruhi kesehatan Hiza, yang artinya Hiza hanya luka luar, bukan dalam.
“Tidak apa, ini bukan salah Ab—”
Brak....
Pintu ruangan Hiza terbuka membuat semua orang di dalam ruangan itu mengalihkan atensi nya kepada orang yang telah membuka pintu nya dengan sangat keras.
Fareed.
Pria yang membuka pintu itu.
Lintang merasakan kembali rasa sakitnya. Rasa sakit yang hanya bisa dirasakan oleh dirinya.
Fareed berjalan menuju ke arah Elivan dan Lintang di atas sofa kamar VIP itu.
“Plak.....”
“Maksudmu apa Fareed !!??” teriak Lintang ketika ia melihat Fareed menampar pipi Elivan.
Lintang menangkup wajah Elivan yang sudah memerah akibat tamparan yang di berikan oleh Fareed.
Elivan meringis menahan tangis, sebelumnya ia tak pernah sama sekali mendapatkan kekerasan fisik dari siapapun.
Namun sekarang Fareed dengan tiba tibanya datang lalu menampar nya?.
Darah keluar merembes keluar dari hidung dan sedikit mulut Elivan.
Tamparan keras yang di lakukan oleh Fareed membuat tubuh Elivan sedikit terhuyung ke belakang.
“Gara gara kalian Anak ku kehilangan nyawa nya!!” pekik Fareed menunjuk wajah Lintang.
Lintang diam, ia mendudukkan Elivan di sofa itu kembali, selanjutnya Lintang kembali berdiri untuk menyelesaikan ini semua.
“Anak? Anak mana yang kau maksud?!” tanya Lintang santai, ia akan sedikit mempermainkan perasaan Fareed.
Fareed terdiam mendengar itu, ia lupa jika dirinya dan Ayana menikah dengan cara diam diam di belakang Lintang.
“Ohh, Apa anak dari jala ng itu?,” tanya Lintang pura pura terkejut.
__ADS_1
Plak....
Wajah Lintang tertoleh ke arah kanan karena Fareed menampar pipi nya.
“Dia bukan jala ng!!” ucap Fareed geram. Ia menahan nafas, amarah nya sudah tidak bisa di atasi lagi.
“Lalu, kalau dia bukan jala ng berati.... Oh iya aku lupa jika pengasuh itu adalah istri ke dua mu bukan?” tanya Lintang mengusap pipinya yang memerah karena tamparan yang di berikan oleh Fareed.
“IYA!!... MEMANG BENAR...!! AYANA ADALAH ISTRI KU, DAN ANAK YANG DI KANDUNG NYA ADALAH ANAK PEREMPUAN YANG SELAMA INI AKU TUNGGU KEHADIRAN NYA. ANAK PEREMPUAN KU LENYAP GARA GARA ULAH KALIAN SEMUA. GARA GARA PENEMUAN MU ITU ANAK PEREMPUAN KU KEHILANGAN NYAWANYA, AKU KEHILANGAN NYAWA ANAK KU GARA GARA KAU BAJINGAN!!” teriak Fareed menunjuk wajah Fareed.
Elivan yang sudah hampir kehilangan kesadaran nya hanya mampu mendengar kan makian dari Daddy nya, air mata Elivan mengalir deras melebur dengan darah yang mengalir dari hidung nya.
Fareed melangkah melewati Lintang, ia menarik dan mengangkat tubuh Elivan dengan kasar. Kemudian Fareed membanting tubuh Elivan hingga tulang belakang Elivan berbunyi nyaring.
“AHHHKKK...” teriak Elivan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Lintang syok, Ia segera mengambil tubuh Elivan yang terbaring di lantai rumah sakit itu.
“KAU SUDAH GILA FAREED!!” pekik Lintang melihat nafas Elivan yang sudah terengah-engah. Lintang segera menggendong tubuh Elivan, ia akan mencari dokter yang bisa terbantu Elivan.
Fareed yang melihat Lintang menggendong tubuh Elivan dan membawa nya keluar tak bisa membiarkan itu, ia menarik paksa tubuh Lintang membuat Lintang terjatuh karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.
Sementara Hiza hanya bisa menonton ia tak bisa melakukan apa apa, Hiza teringat tombol panggil dokter yang berada di atas nya, dengan sekuat dan sisa tenaga yang ia punya, Hiza memencet tombol itu dua kali hingga dirinya kembali tak sadarkan diri.
“KAU GILA FAREED!!, ANAK YANG SEKARANG AKU BAWA ADALAH ANAK KANDUNG MU!!” pekik Lintang, ia mencoba berdiri kembali dengan tetap menggendong tubuh Elivan.
“MEMANG, AKU SUDAH GILA KARENA KALIAN TELAH MEMBUAT ANAK KU KEHILANGAN NYAWANYA!!”
Ketika Lintang sudah hampir berdiri, tubuh Elivan di ambil paksa oleh Fareed. Fareed kembali membanting tubuh kecil itu dengan sangat keras.
“Aakkhhh.... Aku benci Daddy” ucap terakhir Elivan sebelum ia menutup matanya.
Lintang histeris, ia berdiri kemudian menampar wajah Fareed dengan sisa tenaga yang ia punya.
“KAU GILA FAREED!!, DIA ANAK KANDUNG MU DI—”
“AKU TAK PEDULI, PERSETAN DENGAN ITU SEMUA” ucap Fareed berjalan pergi dari ruangan itu, setidak nya ia sudah membalas dendam karena telah membuat dirinya kehilangan anak perempuan nya dan membuat Ayana kritis.
“JANGAN SAMPAI KAU MENYESAL FAREED!!” teriak Lintang sebelum Fareed benar benar keluar dari ruangan nya.
“Mbak!!!”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“ZHAFIRRR!!!” pekik Lion ketika ia mendengar kabar dari bawahannya bahwa Lintang sekarang tengah di siksa oleh Fareed.
Pria yang di panggil oleh Lion itu segera berlari menuju tuannya.
“Iya tuan?” tanya Zhafir menunduk.
“Siapkan keberangkatan ku sekarang ke Indonesia” titah Lion membuat Zhafir mengerutkan keningnya.
“Ada apa tuan?”
“CEPATT SEKARANG, AKU TUNGGU 15 MENIT, DAN KAU JUGA HARUS IKUT!!”
__ADS_1
🌼🌼🌼.
Maaf update nya lama, soalnya lagi agak gak vit nih badan.