
“Sebenarnya ada apa ini,?” ujar Fareed tak mengerti kenapa Pria itu begitu lancangnya masuk dan memeluk tubuh istrinya.
Mereka berdua melepaskan pelukannya.
Lalu pria itu menatap tajam Fareed.
Pria itu mengambil map yang ia bawah tadi, kemudian melemparkannya ke arah Fareed.
“Apa ini?” tanya Fareed enggan mengambil map yang berada di depannya. Hanya meliriknya saja.
“Itu adalah surat cerai mu dan Ayana” ucap pria itu.
“Maksud mu apa!!” tanya Fareed menahan emosi.
“Maksud ku adalah kau sudah bercerai dengan calon istri ku” jawab pria itu.
“Jaga bicaramu, Ayana adalah istri sah ku!!” geram Fareed.
“Buka saja dulu” ucap Ayana menyuruh Fareed.
Fareed mengangguk ia membaca semua isi dari map itu.
Dengan ini, kami memutuskan bahwa Fareed Peterson resmi bercerai dengan Ayana. Bertandatangan.
Fareed.
└|∵|┐♪
^^^Ayana.^^^
^^^(^3^♪)^^^
[Tanda tangan yaa].
Mata Fareed melebar, Ia tidak pernah menandatangani surat perceraian tapi kenapa di kertas ini ada tanda tangan nya?.
Fareed meremas surat perceraian itu, ia menatap pria asing di depannya dengan tajam.
“Aku tidak pernah menandatangani surat perceraian ini!!” pekik Fareed, mata nya melotot hingga urat lehernya terlihat.
“Santai dulu bro, disini kau yang menjadi perebut, bukan aku, kan dulu Ayana bilang, dia akan bersama mu sampai anak itu lahir, sekarang anak sialan mu itu sudah lahir, bahkan mati” ujar pria itu sedikit berteriak.
“Aku tidak pernah mendengar kan itu, Ayana tidak pernah berucap seperti itu” elak Fareed, ia tak mau kehilangan Ayana.
“Lalu aku juga tidak pernah merasa menandatangani surat perceraian itu” sambung Fareed.
__ADS_1
“Kalau ini Ini adalah anak kandung mu tuan, demi apapun saya tidak pernah melakukan itu kecuali bersama tuan, saya datang ke sini hanya untuk memberi tahu bahwa anak tuan ada di kandungan saya dan saya tidak ingin anak anda hidup melarat jika bersama saya” pria itu memberikan rekaman suara yang terjadi pada saat Ayana bertemu dengan Fareed pertama kalinya.
“Itu tidak ada per—”
“Aku memang istri sah mu, aku di sini hanya menjalankan tugas ku, Dan jangan berharap banyak, disini tugasku hanya untuk melahirkan anak mu, setelah itu aku akan pergi dari kehidupan mu selamanya” sebelum Fareed menyelesaikan ucapannya, pria itu lebih dulu menyela nya dengan memberikan rekaman Ayana yang Ayana kirim kemarin lalu.
“Dan untuk tanda tangan itu, Ayana telah mendapatkan nya dari sidik jari mu yang aku jadikan sebuah tanda tangan. dengan satu sidik jari mu bisa membuat semuanya menjadi mudah.”
Fareed diam mendengar itu, memang benar jika Ayana mengatakan itu, Ayana sudah memperingati nya untuk tidak menyukai nya, jika dia menyukai Ayana, maka yang hancur bukan hanya Fareed tapi juga keluarga kecilnya, mengingat kata keluarga kecil nya, Fareed kembali teringat dengan Lintang— apa kabar Lintang sekarang dan Elivan ya tuhan, dan Elivan yang kemarin ia banting.
Fareed berdiri, ia berlari menuju ke ruangan Hiza, ia tak memperdulikan tentang Ayana lagi.
Sial, dia sudah di buatkan oleh kelembutan Ayana yang melebihi Lintang.
Fareed terus berlari, menyebabkan perhatian semua orang berpusat pada nya.
Tapi Fareed tidak memperdulikan itu semua, yang terpenting adalah bagaimana supaya ia cepat menuju ke ruangan Hiza di rawat.
Sesampainya di depan ruangan VIP milik Hiza, Fareed mendorong pintu itu dan ia terkejut bukan main, ruangan itu tidak ada keluarga kecil nya, namun ruangan itu di huni oleh orang lain.
Fareed melihat ada perawat yang sedang berbicara dengan salah satu pasien di sana. Fareed akan bertanya padanya.
“Mbak” panggil Fareed menepuk pundak perawat itu.
“Iya kenapa?” jawab suster itu bertanya kepada Fareed.
“Maaf pak, pasien bernama Hiza telah di pindahkan ke rumah sakit yang lebih canggih kemarin malam” jawab suster itu.
Fareed mengerutkan keningnya, kenapa Lintang memindahkan Hiza ke rumah sakit yang lebih canggih, dan biaya? apakah Lintang mempunyai nya?.
“Kalau boleh tau kenapa ya di pindahkan?” tanya Fareed, lebih baik ia bertanya dari pada merasa tidak puas dengan pertanyaan yang berada di dalam pikirannya.
Fareed juga pikir wanita ini adalah suster pribadi ruangan ini, pasalnya kemarin waktu ia keluar dari ruangan Hiza ia melihat suster di depannya ini masuk.
“Setahu saya karena kakak dari Hiza Maladewa mengalami retak pada punggung nya dan harus di operasi dengan teknologi modern yang sangat canggih” jawab suster itu.
Deg. ...
Apa? retak pada tulang punggung nya? apa Fareed tidak salah mendengarnya?.
“Thanks”
Suster itu mengangguk.
Fareed melangkah keluar dari ruangan itu dengan mata berkaca-kaca, kenapa ia begitu tega dengan Elivan yang notabene nya adalah anak kandung nya sendiri.
__ADS_1
Fareed melangkah menuju ke atap rumah sakit, ia kemudian duduk di kursi rapuh di tempat itu.
Angin berhembus silir silir membuat Fareed bisa berpikir dengan jernih, ia mengingat kembali kejadian kemarin, kejadian dimana ia membanting tubuh kecil Elivan dan di mana ia menampar Lintang dengan keras.
“JANGAN SAMPAI KAU MENYESAL FAREED!!”
Fareed tersadar sekarang apa yang di maksud oleh Lintang kemarin.
Fareed marah, ia marah pada dirinya sendiri. Hanya karena terbuai kelembutan yang di berikan oleh Ayana dirinya sampai menjadi gila.
“Aahhakkkk, bajing an” maki Fareed pada dirinya sendiri, ia sangat menyesal sekarang, sangat menyesal, kenapa ia bisa segila itu kemarin.
Dan untuk Elivan, Fareed mendengar ucapan terakhir yang keluar dari mulut Elivan yang mengatakan bahwa Elivan membencinya.
Fareed menangis, kenapa ia begitu bodoh melampiaskan emosi nya dengan membanting tubuh kecil Elivan? kenapa?.
“Hiks.... Aku adalah seorang pria baji ngan, aku telah menyakiti kedua orang yang berharga”
Sungguh Fareed merasa dirinya sangat lah labil, ia seperti anak remaja yang berusia 19 tahun, padahal dia sudah berumur 29 tahun.
Gara gara emosi yang menguasai dirinya, ia telah menyakiti kedua orang yang di cintai nya.
Fareed juga mengingat bahwa ia telah mencegat Lintang yang ingin masuk ke mobil yang Elivan panggil untuk menyelamatkan Hiza.
Bagaimana dengan Hiza?
“AKKHHH..... SIAL AN..... KAU FAREED!!” Fareed meruntuki dirinya sendiri atas kebodohan yang telah di perbuat nya.
“BOD OH.... BOD OH.... KENAPA KAU SE BODO H INI FAREED, KALAU BEGINI BUKAN HANYA NOVAL YANG BAJING AN, IA JUGA SAMA BAJIN GAN NYA!!” Fareed berteriak kencang, meluapkan emosi yang telah membuat Lintang pergi darinya.
Dia ingat bagaimana ia mengatakan Noval adalah seorang baji ngan padahal dirinya lebih baji ngan dari pada Noval, ia telah menyakiti 3 hati, bukan 1.
Apakah Lintang masih mau kembali pada nya sudah dua kali ia menyakiti hati lembut Lintang, Lintang tak mempunyai salah apapun, ia saja yang memang bajing an.
Lintang begitu mengerti dirinya, Lintang memberikan semua yang ia inginkan dan tega nya dia telah mengkhianati kepercayaan Lintang.
Kini, hanya tersisa sesak di dada Fareed, ia sekarang sangat menyesal, namun menyesal bukan lah jalan yang tepat untuk menyelesaikan semua masalah ini.
Fareed harus mencari dimana keberadaan Lintang, iya, dirinya harus mencari di mana keberadaan Lintang.
.
.
.
__ADS_1
“Cintailah dia apa adanya, karena kesempurnaan adalah milik Sang Pencipta.”— Rerin.