Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
Kelakuan Fareed.


__ADS_3

Pukul 19.35 Wib.


Fareed sekarang tengah memandang wajah cantik Lintang yang tidak sadarkan diri semenjak Lintang mengetahui kalau dirinya sudah menikah dengan Fareed.


Flashback.


“Sekarang lebih baik kau mengganti baju mu, aku akan menceritakan semua nya setelah kau mengganti baju mu” ucap Fareed, Lintang hanya menangguk kemudian ia beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar mandi yang terpisah dengan kamarnya.


Ting...


Handphone Fareed berbunyi, ia mengambil dan melihatnya.


' 03- June. Birthday Lintang'


Mata Fareed melebar ia terkejut, Fareed menggeser lagi layar ponsel nya, ia tidak yakin jika sekarang adalah hari ulang tahun Lintang.


Fareed memeriksa lagi, namun yang ia dapat tetaplah sama hari ini tanggal tiga hari di mana Lintang ulang tahun yang ke dua puluh tujuh tahun.


“Dad” panggil Hiza ketika ia terbangun dan mendapati sang Daddy yang berada di depannya sambil memegang handphone serta sang Abang yang sedang melihatnya.


Fareed menoleh karena panggilan dari Hiza, kemudian bibir nya menyungging ke atas setelah melihat Hiza.


“Iya, Hiza ada yang sakit?” tanya Fareed membuat Hiza terbayang bagaimana tadi mommy Lintang mencekik nya hingga mau kehabisan napasnya.


Mata Hiza berkaca kaca mengingat mommy nya, ia kemudian memeluk tubuh Fareed dan menangis di pelukan Fareed.


“Mommy kenapa dad?” tanya Hiza sesenggukan.


Fareed tersenyum, kemudian ia berdiri menggendong Hiza ke luar dari kamar Lintang menuju kamar milik kedua bocah itu. di depan pintu, langkah Fareed terhenti ketika ia melihat Elivan sedang berdiri dan menatapnya datar.


Fareed mengode Elivan agar ikut bersama nya.


Elivan menghela nafas, kemudian ia berjalan mengikuti kemana langkah sang Daddy terhenti.


Sesampainya di kamar dua bocah itu, Fareed duduk di atas kasur memangku Hiza yang tengah menangis, sedangkan Elivan duduk di kursi plastik di depan komputer nya.


“Dad.... kenapa mommy jahat sekali, pa- padahal kan Hiza tidak pee-pernah membuat kesalahan” tanya Hiza sesenggukan.


Fareed mengelus rambut Hiza, “Mommy mu lagi sakit, bukan bermaksud berbuat jahat pada Hiza” jelas Fareed pelan, ia ingin mengatakan dengan jujur tapi tidak menyakiti pihak manapun.


“Sakit?” tanya Hiza mendongak melihat daddy-nya.


Fareed mengangguk. “Iya, mommy lagi sakit, nanti kalau Hiza dewasa tau sendiri sakit apa mommy nya Hiza” jawab Fareed tersenyum, tangannya terulur untuk menghapus jejak air mata Hiza.


“Kalian berdua tau ga?” tanya Fareed mencoba mengalihkan pembicaraan dan melangsungkan misi nya.


“Tidak” jawab kedua bocah itu serempak.


“Mommy kalian seka—”


Tit..... Tit...... Tit.......


Ucapan Fareed terpotong karena jam tangan Elivan yang di dalamnya terdapat sebuah sistem bernama Web King tengah berbunyi.


“Sorry” ucap Elivan, mereka berdua hanya menangguk sambil melihat apa yang di lakukan oleh Elivan.


Elivan membuka sistem nya, ia menggeser kemudian mengangkat nya untuk mendeteksi agar ia bisa masuk ke dalam sistem otomatis tersebut.


Klik...

__ADS_1


“Ada apa king?” Elivan bertanya kepada Web king.


“Maaf tuan, saya mendeteksi bahwa tuan Peterson akan datang ke rumah nona Lintang dalam dalam tiga puluh menit ke depan” lapor Web King.


“Baiklah, terimakasih, nanti akan aku hubungi lagi”


Klik...


“Maaf Dad telah memotong ucapan mu” ucap Elivan meminta maaf. Bukan hanya di latih tentang otak, di keluarga Peterson, setiap anggota keluarga minimal harus memiliki tata Krama yang baik, karena jika kita tidak memiliki tata krama yang baik, maka hidup kita akan sulit untuk di hormati orang lain. Meskipun kita orang yang berkuasa.


'Menghormati orang lain saja tidak bisa, terus mau di kamu hormati?' kalimat itu adalah ucapan tuan Peterson ketika seseorang dari anggota keluarga nya bersikap kurang ajar.


“Tidak masalah” Jawab Fareed.


“Daddy.....” rengek Hiza.


“Kenapa?” tanya Fareed menoleh ke arah Hiza.


“Tadi ucapan nya terputus”


“Ucapan apa?” tanya Fareed lupa.


“Tentang mommy ituuuu” Hiza merengek, bibirnya maju 5 cm.


“Seperti bebek.” ucap Elivan dalam hati nya, ia takut jika dia mengatakan nya secara langsung, takut Hiza sedih.


“Oh iya iya.. Mommy kalian sekarang berulang tahun” ucap Fareed bersemangat.


“Apa iya Dad?” tanya kedua bocah itu bersamaan.


Fareed mengangguk.


“Jadi rencana Daddy?” tanya Elivan penasaran, ia bisa melihat dari wajah Daddy nya yang sangat bersemangat. Ada sesuatu yang telah di rencanakan oleh Fareed.


“Daddy ingin mengibuli mommy kalian, tapi dengan cara ekstrim” ucap Fareed sangat bersemangat.


“Maksudnya ekstrim Dad?” tanya Elivan tak mengerti.


“Jadi begini, nanti Daddy meminta tolong ke om Lion untuk meminjamkan tujuh anggota nya, lalu disini pemeran utama nya bukan Daddy” ucap Fareed menjeda kalimat nya untuk mengambil nafas.


“Siapa pemeran utamanya Dad, Dan jangan bilang kalau pemeran utamanya itu Ak—” ucap Elivan yang merasa ada yang tak beres dengan tatapan dan ucapan Daddy nya.


“Betul sekali, tepuk tangan untuk Abang mu Dek” ucap Fareed spontan dengan bertepuk tangan nya, Hiza hanya mengikuti daddy-nya bertepuk tangan.


“Kok El sih Dad” protes Elivan tak mau mengibuli mommy nya.


“Kamu tak mau menjadi pemeran utama?” tanya Fareed ke anaknya.


Elivan menggeleng.


“Adek mau jadi pemeran utama?” pertanyaan Fareed beralih ke Hiza.


Hiza menangguk. “Mau Dad, sekalian balas dendam ke mommy karna telah mencekik Hiza sampai mau habis napasnya” ucap Hiza.


Fareed mengangguk angguk kan kepalanya.


“Baiklah, Hiza yang akan menjadi pemeran utama nya, lalu kamu jadi pemeran kedua titik, tidak bisa di tawar.” ucap Fareed final, tak bisa di ganggu gugat.


“Baiklah, jadi pertanyaannya siapa yang akan meminta tolong ke om Lion?” tanya Elivan waspada, ia mulai menyalakan web king nya, berjaga-jaga jika dia di tun—

__ADS_1


“Kamu” ucap Fareed.


Belum selesai Elivan membatin, Daddy nya sudah menunjuknya.


“Baiklah”


“King” panggil Elivan ke web king nya.


“Baik tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya web king.


“Aku ingin kau menyambungkan ku ke om Lion sekarang”


“Baik tuan” Web king berjalan dengan otomatis. Otomatis menghubungkan koneksi dirinya dengan om Lion.


“Halo, ada apa El?” tanya om Lion di sebrang sana.


“Aku memiliki sebuah rencana, hari ini Mommy Lintang berulang tahun, jadi aku ingin om Lion meminjam kan anggota nya ke El” ucap Elivan.


“Mommy Lintang?” tanya om Lion tak mengenal dengan mommy Lintang.


“Mommy baruku” jawab Elivan lugas.


“Ohh, baiklah, kau ingin berapa?” tanya Lion.


“Tujuh saja om”


“Baiklah, lima menit lagi datang ke alamat mu”


Tut......


“Sudah Dad” ucap Elivan ketika berakhir panggilan nya dengan om Lion.


“Yasudah, Daddy akan ke sini tadi?” tanya Fareed lagi. Elivan menangguk.


Hiza? Hiza hanya menyimak.


“Tolong hubungkan orang tua itu sekarang, aku ingin berbicara kepadanya” titah Fareed.


Elivan hanya menjalankan tugas dari Daddy nya itu, ia sudah lelah jika berdebat dengan Daddynya.


“Tersambung” *ucap Elivan memberi tahu, Kemudian ia melepaskan jam tangannya dan memberikannya ke Fareed. Biarkan saja Daddy nya yang akan berbicara.


Fareed menangguk, ia mengambil jam tangan yang di pakai oleh Elivan untuk menelepon Daddy nya*.


“Dad” panggil Fareed ke tuan Peterson.


“Apa?” Jawab tuan Peterson malas.


“Apa kau ingin ke rumah Lintang?”


“Hmm”


“Sekarang Lintang sedang berulang tahun, aku boleh meminta tolong untuk membantu ku mencari sebuah hadiah”


“Baiklah, mumpung sekarang aku sedang berbaik hati”


“Aku ingin kau pergi ke kantor pernikahan”


.

__ADS_1


🌼💮🥴🌹🦋.


__ADS_2