Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
Daddy II


__ADS_3

“Apakah kau memiliki seorang adik?” tanya Fareed.


“Iy-iya” jawab Noval terbata bata.


“Baiklah” Fareed melangkah menuju sofa kursi, ia duduk dengan kaki kanan di atas kaki kirinya.


“Hmm, bagaimana jika adik mu yang tengah berada di posisi Lintang? apa kau setuju, ah kurasa itu pertunjukan yang menarik” Fareed berceloteh ria, ia akan menyiksa Noval perlahan, tapi bukan menyiksa secara fisik, Fareed akan menyiksa Noval secara mental.


“Jangan, jangan sakiti Adik ku” ucap Noval memohon, Noval mencoba untuk duduk.


Fareed menyeringai. ia akan mencari tahu kelemahan Noval dari segi mental, karena Fareed tau jika ingin membunuh seseorang maka bunuh saja mental nya, ia tak perlu mengotori tangan nya.


“Hmm, bagaimana jika dengan ibu mu?”


Noval menggeleng keras, “Jangan sakiti mereka, cukup aku saja” ucap Noval memelas.


“Ter—”


“Daddy” kepala Fareed menoleh kebelakang, ia terkejut ketika melihat seorang balita yang sedang berdiri dan menggaruk kepalanya.


Sementara Noval hanya melihat apa yang akan terjadi setelah ini, dengan memikirkan bagaimana cara supaya ia bebas dari rumah terkutuk ini.


Fareed tersenyum, dia sekarang bisa melihat bentuk rupa bocah yang kemarin malam ia lihat bersama Lintang di teras.


“Daddy..” lirih Hiza, Hiza melangkah kecil kearah Fareed, kemudian mengangkat kedua tangan nya keatas meminta kode agar Daddy nya mengangkat dirinya.


Hiza memanggil Daddy Fareed karena di suruh oleh Elivan, kata abangnya, Daddy Abang Daddy adik juga. Jadi begitulah, makanya Hiza memanggil Fareed dengan sebutan Daddy.

__ADS_1


Fareed melihat Hiza gemas, ia kemudian mengangkat tabuh Hiza dan menaruh tubuh kecil itu di pahanya.


Hiza tersenyum, kemudian ia memeluk tubuh lebar Fareed dengan erat.


“Kenapa kok bagun?” tanya Fareed lembut.


“Hiza ingin tidur bersama mommy” jawab Hiza merengek ke Fareed. Fareed sendiri bingung, menggendong Hiza membuatnya De Javu¹ akan masa kecil Elivan.


“Mommy lagi sakit, Hiza tidur sama Daddy ya?” tawar Fareed ke Hiza. Iya Fareed mendengar nama Hiza.


Hiza mengangguk, kepala Hiza menoleh kebelakang sebentar. kemudian dengan cepat kembali menenggelamkan wajahnya di dada Fareed.


“Daddy..” Cicit Hiza.


“Iya kenapa?” tanya Fareed menundukkan kepalanya untuk melihat wajah Hiza.


“Apa?, Daddy ga kedengaran.” ucap Fareed.


Hiza mendongak, ia kemudian menarik kepala Fareed dan membisikkan sebuah kalimat.


“Orang yang di depan Daddy itu jahat, di mengunci Hiza dan Abang di dalam kamar.” bisik Hiza.


“Iya kah?” tanya Fareed melihat wajah Hiza. Hiza mengangguk antusias, kemudian ia kembali menarik wajah Fareed untuk membisikkan sesuatu kata lanjutan dari cerita nya.


“Iya, katanya juga dia mau bunuh mommy, daddy.” ucapan Hiza membuat Fareed menahan napas.


“Kamu kok tau?” tanya Fareed mencoba menggali informasi.

__ADS_1


“Jadi tadi Hiza itu gedor gedor pintu, terus katanya, DIAM KALIAN, ATAU LINTANG KU BUNUH, gitu katanya dad” adu Hiza ke Fareed dengan nada bicara menirukan Noval ketika berteriak tadi. mengingat Noval, Hiza menoleh ke belakang, ia melihat Noval yang sedang menatapnya tajam.


Fareed yang mendengar itu membuat nya harus menahan nafas lagi, takut jika amarah nya meledak di depan Hiza, Fareed menatap ke arah Noval dengan tatapan seakan akan 'Aku akan menghabisi mu Kapa rat.’


Noval yang di tatap seperti itu hanya menelan ludah kasar, ia tau gila nya seorang pria ketika wanita nya di sakiti bahkan hampir membuat wanita itu trauma.


“Terus bagaiman—”


“Daddy.”


“Abang..”


“El..?”


🌼🌼🌼🌼.



Dejavu adalah sebuah perasaan yang mengingat kembali.



Jangan lupa dukung karya ku, WAJIB!! HUKUMNYA FARDHU AIN.


haha becanda, ga kok becanda serius.


salam, penulis amatir.

__ADS_1


__ADS_2