Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
Rumah baru?


__ADS_3

Empat hari berikutnya.


“Sayang” bisik Fareed di area telinga Lintang.


Lintang menggeliat di sela sela tidurnya. Ia perlahan membuka matanya dan terkejut ketika melihat wajah Fareed beserta langit langit kamarnya berbeda.


“Aku di mana?” tanya Lintang mengubah posisisnya menjadi duduk, ia melihat sekeliling nya, ini bukan kamarnya, kamarnya tidak semegah dan se elegan ini.


“Kamar baru kita sayang” ucap Fareed mengelus rambut belakang Lintang.


“Ha?”


“Kita berada di rumah baru” terang Fareed.


“Rumah baru?” Fareed menangguk.


“Kapan kamu pulang dan kok bisa aku berada di sini?” tanya Lintang, mungkin Fareed membelai rumah baru di area Jakarta.


“Tadi malam, dan aku yang membawamu ke sini” Fareed tersenyum.


“Kenapa tidak menunggu ku terbangun?” tanya Lintang.


“Tidak masalah, hanya ingin memberi mu kejutan” ucap Fareed.


Fareed membelai wajah Lintang.

__ADS_1


“Kemana anak anak?” tanya Lintang.


“Tidur, sekarang masih pukul tiga dini hari” jawab Fareed mengelus pipi Lintang.


“Terus kenapa kamu membangun ku?” tanya Lintang tak mengerti, Fareed bisa membangunkannya nanti pagi.


“Aku ingin membuatmu hamil anak ku, dan kita akan menempati kamar ini dengan momen yang indah” ucap Fareed sebelum ia merebahkan kembali tubuh Lintang.


Fareed akan menghamili Lintang sebelum semuanya terungkap, ia akan membuat Lintang terikat selamanya dengan cara menghamili Lintang. Ini adalah keputusan nya, dan semua resiko akan di tanggung oleh nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Tuan muda mari bangun” ucap seorang wanita yang kira kira berusia 27 tahun.


Wanita itu sekarang sedang membangunkan kedua majikan kecil nya. Ia akan membawa keduanya menuju rumah baru yang baru di beli oleh Fareed.


“Tuan muda bangun, ini sudah siang” ucap wanita itu


Elivan menggeliat, matanya terbuka dan langsung duduk ketika ia melihat seorang wanita asing yang berpakaian seperti pelayan di rumahnya dulu.


“Anda siapa?” tanya Elivan mengucek mata nya perlahan.


“Maaf tuan, saya di tugaskan oleh tuan Fareed untuk menjadi pengasuh kedua tuan muda” ucap Lani memperkenalkan diri, sambil menunduk.


“Ooo, mau apa membangunkan ku?” tanya Elivan menggaruk kepalanya yang terasa gatal.

__ADS_1


“Saya di perintah oleh tuan Fareed untuk membawa kedua tuan muda ke rumah barunya” jawab Wanita itu.


“Rumah baru?”


“Iya tuan, sekarang tuan dan nyonya sudah berada di rumah itu” jelas Wanita itu.


“Mengapa kita tidak bersama mommy?” tanya Elivan tak mengerti jalan pikir Daddy nya itu, kenapa tidak sekalian ia dan Hiza di bawah ke rumah barunya, kenapa harus berpisah pisah?.


“Anu tuan, kemarin yang memindahkan nyonya adalah tuan Fareed. Tuan Fareed menggendong nyonya Lintang kemarin malam, pukul dua dini hari” Jelas wanita tersebut.


“Iya Mbak” Elivan bisa melihat usia wanita di depan nya kira kira berusia sama dengan mommy nya, wajah wanita itu cantik, tapi lebih cantik Mommy nya.


“Dek ayo bangun” Elivan menggoyang goyangkan lengan Hiza.


“Emmm, ada apa bang?” Hiza terbangun ia kemudian duduk dan melihat ada seorang wanita muda sedang berdiri di depannya.


“Siapa itu bang?” tanya Hiza penasaran. Ia tak pernah melihat wanita ini sebelumnya.


“Emm ini pengasuh kita dek” jawab Elivan.


“Nama mbak nya siapa?” tanya Elivan penasaran.


“Mm, perkenalkan nama saya Ayana, tuan.”


🥴🥴🥴.

__ADS_1


__ADS_2