Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
MOMMY JAHAT.


__ADS_3

“Dari yang saya lihat dan analisa setelah melihat semua video, pasien yang bernama Lintang ini mengalami PTSD atau gangguan stres pasca trauma. Gangguan stres ini sendiri terjadi karena beberapa faktor, tapi yang di alami oleh pasien adalah korban kekerasan fisik dan korban pelecehan seksual.” terang dokter Dimas.


Kini, Fareed, Elivan serta dokter Dimas tengah berada di ruang tamu, membicarakan masalah yang menimpa Lintang.


Elivan hanya duduk menyimak.


Fared mencoba mengatur nafas, kali ini ia merasa cemas, entah karena apa, intinya sekarang perasannya tak tenang. Ia juga sedikit tidak nyaman karena kata Elivan dokter yang akan memeriksa Lintang adalah perempuan, tapi, malah yang datang dokter laki laki.


katanya sih dokter sila nya ada urusan mendadak.


“Lalu, kenapa Lintang menunjukkan sifat seperti anak kecil dok?” tanya Fareed.


“Mengenai itu— itu adalah hal yang mendasar ketika seseorang mengalami pasca trauma, kondisi mentalnya tidak stabil karena korban tak bisa menyalurkan emosi dalam dirinya. biasanya korban akan mempunyai rasa cemas yang berlebihan, perubahan emosi yang sangat drastis serta bisa membuat dunia imajinasi nya sendiri ketika tidak di tangani dengan cepat” jelas dokter Dimas.


Apa? Dunia imajinasi? Fareed tidak salah dengar bukan. Dunia imajinasi... Berati....


Fareed bingung harus bagaimana sekarang.


“Apakah bisa sembuh dok mommy saya?” tanya Elivan membuat dokter Dimas sedikit terkejut.

__ADS_1


“Bisa dek, tapi harus melewati pengobatan, seperti terapi, minum obat dan healing” jawab dokter Dimas membuat pikiran Elivan terbayang untuk memboyong Lintang ke rumah nya yang berada di Amerika.


“Baik dok, terimakasih” ucap Fareed menimpali, ia sedikit risih dengan dokter Dimas, meskipun dia adalah dokter, tapi perasaan Fareed sekarang tidak menentu.


“Baik, kalau begitu... ini ada obat, tolong tebus di apotek rumah sakit bagian psikiater” ucap dokter Dimas menyerahkan sebuah kertas yang berisi resep obat obatan.


“Saya permisi” ucap dokter Dimas berdiri kemudian ia keluar dari pintu rumah Lintang.


“Dad” panggil Elivan, membuat Fareed menoleh.


“Kayaknya mommy sudah sadar, ini sudah tiga jam lebih” ucap Elivan membuat mata Fareed terbelalak, ia bangkit, kemudian berlari ke arah kamar Lintang, Fareed takut Hiza mengalami jika kejadian yang tak di ingi—


“DADDYYYY..…, TO-LONG” Fareed mendengar Hiza berteriak, ia mempercepat larinya.


Pintu kamar Lintang Fareed tendang, membuat Lintang yang tengah mencekik Hiza menoleh kemudian tersenyum.


Fareed melangkah masuk, ia memegang bahu Lintang “Sayang, lepaskan dia, dia Hiza, anak mu” ujar Fareed.


Lembut, sangat lembut, membuat Lintang melepaskan cekikikan nya, ia seakan-akan kembali ke dunia nya yang sekarang.

__ADS_1


Fareed menangkap Hiza yang tengah menangis sambil menghirup oksigen sebanyak-banyak nya untuk mengisi rongga paru paru yang terasa hampir habis.


Elivan datang, ia melihat Hiza kesulitan bernapas yang sekarang di gendongan Fareed.


Lintang terkejut, ia menoleh dan melihat sekeliling nya. Lintang bertambah syok karena melihat tiga orang pria yang di kenalinya berkerumun dan Fareed tengah menggendong Hiza.


“Fareed, ada apa?” tanya Lintang. Fareed terkejut, apakah Lintang sudah sadar?.


“Mommy, ja- jahat” lirih Hiza sebelum ia kembali tak sadarkan diri.


“Kenapa?” tanya Lintang tak tahu.


Elivan berjalan menuju mommy nya, ia menarik tangan Lintang dan membawa nya duduk di tepi ranjang.


“Mommy duduk dulu” ucap Elivan.


Sementara Fareed meletakkan kembali Hiza di atas ranjang Lintang.


“Sekarang lebih baik kau mengganti baju mu, aku akan menceritakan semua nya setelah kau mengganti baju mu”

__ADS_1


🌹🌼💮🙊 .


Jangan lupa untuk mendukung karya ku yaaaaa..


__ADS_2