
Alur di percepat.
Tiga tahun kemudian...
Di sebuah danau tenang, terdapat beberapa orang yang tengah menikmati liburan dengan seorang bayi kecil yang sangat menggemaskan.
Mereka adalah keluarga Peterson. Terdiri dari Fareed, Lintang, Hiza, dan adik perempuan yang baru berusia dua tahun.
Mereka sekarang tengah berbincang bincang dengan di temani matahari berada di ufuk barat. Senja.
“Mom, Lavender sudah bisa mengucapkan kata Abang pada Hiza” pekik Hiza dengan mata berbinar-binar karena untuk pertama kalinya dia mendengar kata 'Abang' terucap dari bibir kecil adik perempuannya.
Lavender Peterson.
Nama cantik yang sengaja Fareed pilih untuk anak perempuan satu satu nya. Meskipun dia pernah memiliki anak perempuan tapi itu bukan dari rahim Lintang.
Lavender sendiri Fareed ambil dari filosofi bunga lavender yang melambangkan tentang pengabdian, kesucian, dan cinta.
Dengan warna ungu yang lembut, bunga itu juga bermakna sebagai lambang pertumbuhan seorang wanita yang hadir dengan keanggunan yang mereka miliki.
“Apakah itu benar?” tanya Fareed.
“Iya itu benar, adik, coba bilang sekali lagi kata 'Abang' ” ucap Hiza. Anak lelaki yang dulu nya berusia tiga tahun itu kini sudah memasuki usia enam tahun, dengan kecerdasan yang semakin menonjol di bidang akademik nya.
Sayang nya, Hiza sangat lah lemah di bagian non akademik sehingga Fareed menyiapkan dua orang pengawal yang mengikuti Hiza di setiap langkah nya.
“Abang” ucap Lavender tertawa memperlihatkan dua gigi kelinci yang hanya tumbuh di gusi balita itu.
“Wah... benar, Lavender sudah bisa menyebut Abang” ujar Fareed mengelus rambut Lavender yang berada di depannya.
Lintang tersenyum lembut. Setelah berbagai drama kehidupan yang telah ia jalani, kini, dirinya sudah berdamai dengan semua keadaan termasuk ketidak adanya Elivan dalam keluarga nya.
__ADS_1
Elivan sudah berkali kali di bujuk oleh dirinya, namun Elivan sangat keras kepala, dia tak mendengarkan apapun yang keluar dari mulut Lintang.
Kata Elivan “Aku lebih bahagia di kehidupan, dan dunia ku sekarang mom, jadi tak perlu lagi menghawatirkan ku” membuat Lintang perlahan ikhlas menerima bahwa Elivan sudah menjalani kehidupan baru.
Kehidupan yang berbahaya, namun bisa membuat Elivan bahagia.
Kebahagiaan nya pun bertambah ketika dirinya melahirkan seorang malaikat cantik dari rahimnya.
Lintang memandang matahari terbenam di barat dengan menyandarkan kepalanya di bahu Fareed.
Fareed menarik pinggang Lintang sehingga dirinya bisa merangkul Lintang dan mengelus rambut nya.
“Tidak terasa ya, begitu banyak drama yang mewarnai kisah kita” ucap Lintang memandang langit berwarna oranye itu.
Fareed hanya tersenyum.
“Mulai dari perjodohan, menemukan anak, pelecehan, menemukan dirimu, hingga menikah dengan mu, lalu, kau selingkuh dan menikahi wanita itu tampa memberi tahu ku, dan selanjutnya El pergi, lalu kehidupan kita bahagia tanpa ada lagi drama drama yang menghiasi” ucap Lintang mendongak, melihat wajah tampan suaminya yang sudah berkepala tiga itu.
“DADDYY.... DI SINI MASIH ADA ORANGGGG!!!”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di kehidupan yang lainnya. Seorang anak lelaki yang telah berumur sembilan tahun sedang bertarung hebat dengan sekelompok orang yang telah memasuki mansion nya, mencoba untuk menculik seorang balita perempuan berusia 4 tahun.
Dia adalah Elivan Peterson dirinya tengah memegang dua pistol di kedua tangannya.
Mata nya membidik dua orang yang membawa balita kecil itu.
Balita bernama Lily Allen Andres.
Yang kalian tau dari nama belakang nya adalah anak dari Lionel Andres.
__ADS_1
Kemana perginya Lion? jawabannya adalah tengah bertarung dengan pasukan lainnya.
Dor..
Dor...
Kedua peluru itu tembus di kepala kedua pria yang tengah membawa tubuh Lily, memuat tubuh Lily terjatuh kemudian berlari ke arah Elivan.
Lily memeluk tubuh Elivan, “El.. Lily takut...”
Elivan memasukkan senjatanya ke dalam celana belakang miliknya.
Tinggal selama tiga tahun bersama Om Lion nya membuat Elivan tau bahwa dunianya sekarang adalah dunia bawah.
Dunia penuh ancaman tapi dunia itulah yang membuat Elivan tertawa tanpa adanya tekanan.
Elivan membawa tubuh Lily masuk kedalam kamarnya.
“Apakah Lily baik baik saja?” tanya Elivan mendudukkan Lily di depan nya.
“Lily baik baik saja El... ”
End...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Salam hangat dari author: rerin. Yang di tulis oleh tangan Rerin. Maaf jika tidak sesuai dengan ekpektasi, dan kisah ini akan berlanjut di khayalan kalian semua❤️🩹❤️🩹
Kisah baru: Bad Girl Dan Bayi Titipan.
author rerin.
__ADS_1
Silahkan pencet provil yaa