Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
Fareed bikin pusing.


__ADS_3

“Aku ingin kau pergi ke kantor pernikahan”


Uhuk uhuk......


Fareed yang mendengar tuan Peterson tersedak memejamkan matanya, jika Daddy nya tidak bisa membantunya, maka ia akan meminta tolong orang lain. Misalnya Leon.


“Siapa yang mau kau nikahi Fareeddddd?!” pekik tuan Peterson di sebrang sana.


“Aku ingin menikahi Lintang sekarang, jadi tolong Daddy saja yang mengurusnya. Karena ku dengar Daddy punya teman dekat yang menjadi kepala keamanan di negara ini, maka jika Daddy yang mengurusnya akan cepat selesai.” terang Fareed.


“Kurang ajar, kenapa tidak kau saja?” tanya tuan Peterson menahan amarah yang ingin menguasai dirinya.


“Aku akan mengibuli Lintang, Daddy bawa saja surat itu, 30 menit itu waktu buat Daddy, bye Dad”


Tut....


“Selamat” lirih Fareed mematikan sambungan teleponnya.


“Lalu setelah ini apa Dad?” tanya Elivan lagi.


“Nanti jika ada anggota Lion, Kamu yang akan menjelaskan rencana nya.”


“Maksud Daddy?” tanya Elivan tak mengerti.


Fareed membicarakan rencana nya, di mulai dari pecahan, tembakan serta semuanya mereka bahas secara singkat pada waktu itu juga.


Mereka bertiga kagum, bagaimana bisa waktu sesingkat ini bisa membuat rencana sehebat itu. sungguh ini adalah pertama kalinya bagi mereka bertiga melakukan ini.


Flashback end.


“Eeuggg...”


Fareed membuka kembali matanya ketika ia mendengar lenguhan panjang yang keluar dari mulut Lintang, ia memandang wajah Lintang dengan serius.


“Fareed!” ucap Lintang, ia langsung terduduk karena terkejut wajah Fareed yang sedang memandangnya dengan serius.


“Kamu sudah sadar?” tanya Fareed tersenyum lebar.


“Iy- iya” jawab Lintang sedikit gagap, pikirannya langsung beralih sebelum ia pingsan, Lintang mengingat bahwa ia telah menikah dengan Fareed dan sudah memiliki bulu nikah resmi?.


Kepala Lintang menoleh ke samping, ia melihat di atas meja kecilnya ada dua buah buku kecil yang di sampulnya tertulis 'Buku Nikah Resmi'


Fareed lagi lagi tersenyum ketika ia Lintang melihat buku nikah yang sengaja ia taruh di atas meja kecil kamar Lintang.


“Ini- ini?” tanya Lintang menatap mata Fareed dengan intens.


“Kita sudah menikah sayang” ucap Lintang merangkul dan menarik tubuh Lintang agar menempel pada tubuh kekarnya.


“Tap—tapi”


“Tapi apa sayang?”

__ADS_1


“Tapi kita baru saja bertemu selama lima hari terakhir dan sekarang kita sudah menikah?” tanya Lintang yang sekarang sudah bersandar pada bahu tegap Fareed.


“Tidak masalah, aku menginginkan mu sejak dulu, aku sudah menunggu selama tujuh tahun untuk menikahi mu” jawab Fareed tenang, tangannya bergerak mengelus pipi Lintang membuat sang empu terkejut sebentar.


“Tapi tap—”


“Sudah jangan tapi tapi, kita sudah sah di mata negara” ucap Fareed memotong ucapan Lintang.


“Baiklah, berarti sekarang kita suami istri?” tanya Lintang.


“He'em.”


“Lalu, lalu, dimana anak anak ku Fareed!!!” pekik Lintang teringat akan kedua anaknya. Ia melepaskan rangkulan tangan Fareed dari pundaknya, lalu Lintang memandang Fareed dengan sengit.


“Hahah.... anak kita aman bersama dengan Kakek barunya” jawaban yang di berikan oleh Fareed membuat Lintang tenang ia kembali memposisikan dirinya di dekapan Fareed.


“Sebenarnya aku sedikit canggung saat di dekatmu. Setelah tujuh tahun tidak bertemu dan bermanja seperti ini” ungkap Lintang tiba tiba.


Fareed tersenyum smirik.


“Apakah kau ingin tidak merasa canggung di dekatku?” tanya Fareed membuat Lintang menangguk spontan.


“Baiklah, jika itu keinginan mu, mari aku tunjukkan cara agar kamu tidak merasa canggung di dekat ku” ucap Fareed memegang kepala Lintang dan merentangkan tubuhnya.


Otak Lintang tak berfungsi, setelah tangan nakal Fareed melepaskan pakaiannya barulah ia tersadar.


Tidak, tidak cara seperti ini!!!!!.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di bagian dunia lain, Elivan dan Hiza sedang berlarian di samping kolam renang milik kakek baru Hiza.


“Kakekk!!!” Hiza berteriak kencang ketika ia tercebur di kolam renang sedalam 1 meter itu.


Pengawal yang di tugaskan oleh tuan Peterson untuk menjaga kedua cucu nya kini merasa panik, panik karena salah satu cucu nya tercebur ke dalam kolam renang yang dalam itu.


“Tuan, tuan muda ayo ambil tangan saya” ucap pengawal itu mengulurkan tangannya ke arah Hiza.


Hiza yang sebenarnya bisa berenang mengambil tangan pengawal itu dan menariknya dengan keras hingga ikut tercebur di air malam yang begitu dingin itu.


“Hahahaha” tawa kedua bocah itu menggelegar di seluruh kolam renang.


“Tuann” geram pengawal itu, ia berusaha tidak terpancing emosi, pengawal itu berdiri kemudian mengusap air yang menempel ke wajahnya.


Pengawal itu melihat tuan muda ke dua nya berusaha untuk naik ke lantai dengan susah payah, setelah berusaha payah untuk naik ke atas lantai akhirnya tuan muda ke duanya itu berhasil.


Sungguh, baru menjaga tuan muda ke duanya satu hari membuat ia kapok, tekadnya memilih tidak menikah semakin bulat ketika melihat kelakuan tuan muda ke duanya.


“Hahah, maaf paman, aku masuk dulu, ayo Abangggg” ucap Hiza terkikik melihat tubuh pengawalnya basah kuyup di dalam kolam renang.


Hiza berlari di ikuti oleh Elivan di belakangnya.

__ADS_1


Brakkk..... Bruk.....


“AAA.... Abang.... sakit .....” teriak Hiza yang terjatuh karena terpeleset dengan baju basah yang di pakainya.


Elivan ingin tertawa karena cara jatuh Hiza yang menurutnya lucu. Bagaimana tidak lucu, ketika Hiza terjatuh langsung tengkurap seperti membentuk sebuah bintang.


“Ayo berdiri.” ujar Elivan mengangkat tubuh Hiza agar duduk.


“Sakit Abanggggg” rengek Hiza memegang perutnya yang terbentur lantai duluan.


“Ada apa ini!?” tanya tuan Peterson yang berdiri a


di atas tangga dengan kedua tangan berada di pinggangnya.


Tuan Peterson turun dari tangga kemudian mengulurkan kedua tangannya ke arah Hiza.


Hiza menerima uluran itu, ia sekarang tengah di gendong oleh kakek barunya yang super super baikkkkk.


“Kakek, sakit” keluh Hiza.


“Mana yang sakit?” tanya tuan Peterson


“Perut ku Kek” jawab Hiza menunjuk perutnya.


“Salah siapa?” tanya tuan Peterson membuat Hiza terdiam. ia memilih menunduk agar tidak bisa melihat kakeknya.


“Ceritakan kejadiannya” titah tuan Peterson ke Elivan. Elivan menunduk.


“Tadi Hiza menjahili pengawal di sana hingga tercebur ke dalam kolam kek, lalu Hiza berlari menuju ke ruangan kakek, lalu Hiza terjatuh” terang Elivan menceritakan semua nya jujur.


“Sudah, El ikut kakek” ucap tuan Peterson berjalan dan di belakangnya di buntuti oleh Elivan.


Ceklek..


Pintu kamar yang khusus di buat oleh tuan Peterson untuk cucunya terbuka.


kedua bocah itu terkejut karena disain kamar itu bertema Spiderman, kartun kesukaan mereka berdua.


“Apakah ini kamar kita kek?” tanya Elivan berlari dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk ber– seprei Spiderman itu.


“Iya ini adalah kamar baru kalian, berbagi ranjang dulu ya, kalau dua ranjang waktu pengerjaan nya lebih lama” ucap tuan Peterson menurunkan tubuh Hiza.


“Tidak masalah kek, kasur ini cukup luas untuk kita berdua.” jawab Elivan.


“Hiza mandi kemudian ganti baju ya, di sana tempat dimana Hiza bisa menemukan baju Hiza, dan itu adalah kamar mandi nya.” jelas tuan Peterson menunjuk bagian bagian kamar ini.


“Baik kek terimakasih”


🦋🌹🥴💮🌼.


Mengibuli itu bahasa gaulnya adalah prank.

__ADS_1


Maaf, memang sengaja tidak mengikutsertakan agama takut ada yang salah dan takut menyinggung salah satu pembaca.


__ADS_2