Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
.a


__ADS_3

Tiga hari setelah kepergian Fareed ke negaranya, Lintang sama sekali tidak menerima kabar apapun itu, Fareed tidak pernah menelepon bahkan mengirim pesan kepada nya.


Lintang cemas, tapi rasa cemas itu ia sembunyikan demi sang anak agar tidak juga kepikiran seperti dirinya.


“Mom, Hiza capek” keluh Hiza berjalan ke arah Lintang dengan membawa Yuza di tangannya.


Sore kali ini mereka berdua sedang bermain di depan rumah mereka. Dengan temannya bernama Yasa dan Yuza.


Setelah gumaman nya tiga hari yang lalu, Hiza mencari kucing itu di sekitaran rumah mereka dan ia menemukan kucing itu sedang berada di gudang belakang rumah Lintang.


Hiza lupa kucing itu ia kurung dengan banyak ikan segar yang ia curi dari lemari es Mommy nya.


“Abang, duduk dulu” panggil Lintang ke Elivan yang sedang memandikan Yasa dengan sabun hingga Yasa seperti ingin mati.


“Sebentar mom” balas Elivan.


“Ini dek, minum dulu” ucap Lintang memberikan botol minum ke Hiza.


“Mana mom” ambil Hiza.


Lintang dalam mengasuh anak anak nya tidak membatasi gerak mereka, entah itu bermain air, tanah lumpur dan lainnya terserah yang penting tidak membahayakan.


Menurut Lintang anak anak jika di batasi bermainnya akan mempengaruhi proses pertumbuhan mereka, dimana masa itu adalah anak-anak sangat ingin tahu dalam hal baru.


“Mom, Daddy kok ga pulang pulang?” tanya Hiza membuat Lintang menoleh.


“Mm, Daddy Hiza masih bekerja untuk mencari uang buat Hiza” jawab Lintang selalu seperti itu, ia akan beralasan jika Hiza bertanya.


“Tapi kok lama ya mom?” tanya Hiza lagi.


“Pekerjaan Daddy lama dek, susah juga” Elivan menyahuti apa pertanyaan dari Hiza, Elivan membantu mommy nya untuk menjawab pertanyaan Hiza yang tak ada habisnya.


“Apa iya mom?”


“Iya, sudah sudah ini sudah hampir malam, ayo semuanya masuk, dan mandi.” ajak Lintang berdiri.


“Baik mom”

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di bagian dunia lain. Fareed kini sedang menemui akar dari semua permasalahan yang mengharuskan ia meninggalkan Lintang di hari pertamanya menjadi seorang istri seutuhnya.


Ia di beritahu oleh Elivan tentang semuanya. Elivan mendapat kabar dari sang kakek yang kemudian ia beritahu ke Daddy nya dengan cara mengirimkan file sekali baca melewati Gmail.


“Ini anak mu tuan, anda harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu” ucap tegas seorang wanita yang Fareed lihat baik baik.


“Apa kau memiliki bukti bahwa itu memang benar anak ku?” tanya Fareed menaikkan sebelah alisnya. Ia sedikit tidak percaya dengan apa yang wanita itu ucapkan.


“Aku memiliki bukti, dan bukti itu aku dapatkan empat hari yang lalu dengan meminta tolong kepada tuan Peterson.” ucap wanita itu meletakkan banyak lembar foto yang ketika di lihat seperti serpihan Vidio yang di cetak dan di buat foto di atas meja kerja milik Fareed.


Empat hari yang lalu, berarti hari dimana Fareed menikahi Lintang.


Fareed mengambil foto itu, di foto itu terlihat jelas dari CCTV sebuah klub bahwa ia menarik paksa wanita tadi ketika wanita itu hendak mengantarkan minuman ke pelanggan lain, ada sebuah foto dimana wanita itu keluar dengan keadaan acak acakan sambil memegang bagian bawah perutnya.


Wanita itu bekerja sebagai writer. Dan kejadian itu tepat di saat ia menceraikan mantan istrinya Erlita.


Fareed meletakkan kembali foto itu di atas meja, ia melihat wanita itu dengan seksama, wanita baik baik jika di lihat.


“Aku bukan pelacur tuan” bantah wanita itu, yang kehamilannya sudah memasuki bulan ke enam.


“Kau datang ke sini saja sudah menunjukkan bahwa kau adalah seorang pelacur”


Mata wanita itu sudah berkaca-kaca.


“Ini adalah anak kandung mu tuan, demi apapun saya tidak pernah melakukan itu kecuali bersama tuan, saya datang ke sini hanya untuk memberi tahu bahwa anak tuan ada di kandungan saya dan saya tidak ingin anak anda hidup melarat jika bersama saya” ungkap wanita itu menggebu gebu.


“Tidak ada bukti kuat untuk aku mengakui bahwa itu adalah anak ku” ucap Fareed.


“Ini saya sudah me tes DNA jabang bayi anda” ucap wanita itu memberikan sebuah kertas hasil dari tes DNA yang dia jalani satu bulan lalu.


Di zaman yang sudah sangat maju dengan ilmu teknologi nya, banyak orang yang bisa terbantu dengan itu, termasuk wanita tersebut.


Fareed mengambil surat itu, kemudian ia membacanya.


Nama pasien: Ayana.

__ADS_1


Hasil: 99,99 % cocok.


Mata Fareed melebar jadi benar jika anak yang di kandungan wanita itu adalah anak kandung nya, lalu bagaimana dengan Lintang yang baru saja ia nikahi empat hari yang lalu?.


Tak ingin di bodoh oleh wanita di depannya ini, ia menscan keaslian kertas itu. Fareed berdiri kemudian ia berjalan menuju alat scan keaslian surat.


Ciittt....


Bunyi dari kertas itu menunjukkan bahwa kertas yang di pegang oleh Fareed adalah asli.


Fareed sekarang pusing, pening dan hampir stres. Bagaimana dengan Lintang yang baru saja di nikahinya. Apakah ia harus menikahi wanita ini juga?


“Gugurkan saja anak itu” suruh Fareed kembali duduk.


“Saya sudah lima kali ingin menggugurkan nya, tapi selalu gagal, bayi ini terlalu kuat. Dan usia kandungan saya udah mencapai enam bulan di mana jabang bayi sudah menjadi bayi.” ucap wanita itu.


“Saya sudah meminum obat penggugur kandungan, memakan makanan yang membuat bayi gugur tapi tidak bisa, saya telah mencoba semuanya” lanjut wanita itu menjelaskan tersedu-sedu.


Fareed memikirkannya sebentar.


“Aku sudah memiliki seorang istri, jika kau bersedia menikahi ku maka kau akan menjadi yang nomor dua, serta aku tidak bisa tinggal serumah dengan mu, dan aku hanya mengunjungi mu satu bulan sekali”


“Jika bersedia hari ini juga kau akan ku nikahi dan semua indentitas tentang mu akan ku hilangkan dari dunia ini”


Mungkin ini adalah jalan yang baik untuk semuanya, ia bukan pria brengsek yang hanya bisa melakukan bukan bertanggungjawab.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Daddy benar benar gila, ia bukan hanya menyakiti mommy tapi menyakiti wanita itu juga pada akhirnya” ucap Elivan ketika ia melihat rekaman yang ia retas dari ruang kerja milik Daddy nya.


Elivan mematikan komputer nya, ia tak ingin memusingkan kepala nya hanya demi memikirkan masalah yang di buat sendiri oleh Daddy nya.


🌼🦋🌹🥴.


Maaf ya bikin pusing dengan konflik nya, konflik nya ada dua kok satu Lintang dan satu Fareed.


__ADS_1


__ADS_2