Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
Pergi?


__ADS_3

“Mbak!!!” panggil seorang dokter yang datang dengan tergopoh-gopoh.


Lintang menoleh, ia melihat ada seorang dokter muda dan suster sedang berjalan ke arahnya.


“Dok, tolong anak saya, tolong anak saya” lirih Lintang.


“Kenapa bisa begini Bu, ya ampun, sus tolong cepat ambilkan bankar, detak jantung korban melemah!” titah dokter itu memeriksa detak jantung Elivan yang melemah.


“Baik dok”


“Dok apa El masih bernapas?” tanya Lintang panik karena mendengar kata dokter tadi. “Jantung korban melemah”.


Dokter muda yang semula panik kini tersenyum lebar, ada ada saja ibu dari pasien nya ini.


Andai saja wanita di depannya ini tidak memiliki seorang suami, sudah ia per istri meskipun ia adalah janda anak 10.


Wanita di depannya ini mengingat kan dirinya tentang wanita yang di cintai nya dulu hingga sekarang.


“Masih Bu,” jawab dokter itu.


“Dok,” panggil suster tadi yang disuruh mengambil bankar.


“Eh iya” dokter itu menggendong tubuh Elivan dan meletakkannya di bankar yang telah di bawa oleh suster tadi.


“Dok, anak saya mau di bawa kemana?” tanya Lintang membuat dokter dan suster itu menahan tawa.


“Anak ibu kami bawa ke ruangan sebelah” ucap dokter itu melenggang pergi dari sana.


Lintang kembali duduk, ia terkejut ketika melihat setengah badan Hiza yang terkapar di atas kasur dan setengahnya menggelantung.


“Hizaaa!!”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Fareed kini sedang berada di dalam kamar Ayana, ia tengah melihat wajah Ayana yang teduh menatap kosong langit ruang inap itu.


“Jadi aku ku sudah tidak ada yaa?” tanya Ayana, Fareed melihat dari sudut mata Ayana mengeluarkan air mata.


“Anak kita” ralat Fareed, tangan Fareed terulur menghapus sisa air mata Ayana yang sudah berhenti.


“Sekarang tolong ceraikan aku”


Deg ...


Jantung Fareed terasa hampir copot mendengar itu, tubuhnya menegang, peluh dingin keluar dari dahi Fareed.


“Istirahatlah dahulu” ucap Fareed mengelus pucuk rambut Ayana.


“Mas”


“Hmm?”

__ADS_1


“Jangan bersikap seperti ini”


“Kenapa?”


“Aku tidak mau merusak kebahagiaan keluarga kecil kalian” ucap Ayana membuat suasana hati Fareed semakin panas.


“Aku tak peduli lagi dengan mereka” tutur Fareed membuat Ayana mengerutkan keningnya.


“Maksud nya?” tanya Ayana tak mengerti.


“Aku sudah muak dengan Lintang, aku akan menceraikan dia dan kau akan tetap menjadi satu-satunya wanita ku” ucap Fareed menggenggam tangan Ayana.


“Jangan mas, kenapa kamu mau menceraikan istri mu yang belum genap empat bulan kamu nikahi?, apa kau yakin untuk meninggalkan nyonya Lintang?”


“Gara gara mereka anak ku kehilangan nyawa nya sebelum ia melihat keindahan dunia ini, dan aku sudah yakin untuk berpi—”


“Dan Aku juga yakin untuk berpisah dengan mu” ujar Ayana mantap, ia melirik ke arah pintu.


“Maksud mu ap—?”


“Ayana?” panggil seorang pria dari luar, pria itu berjalan masuk dengan membawa sebuket bunga dan sebuah map putih dengan kertas di bawa nya.


“Siapa kau?!” tanya Fareed keheranan melihat pria itu tiba tiba masuk tanpa permisi.


“Ayana?” panggil pria itu, pria itu meletakkan buket dan map yang ia bawah di atas nakas samping bankar Ayana.


Ayana mendudukkan dirinya, ia tersenyum menyambut pria di depannya sambil merentangkan kedua tangannya.


Pria itu tersenyum lebar, kemudian pria itu membalas pelukan Ayana didepan mata kepala Fareed.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lintang sekarang tengah berada di tengah tengah bankar antara Elivan dan Hiza.


Hiza sudah sadar, sementara Elivan belum sadar juga.


Dokter mendiagnosis bahwa Elivan mengalami retak tulang di tulang punggungnya, Elivan harus segera di operasi guna merapatkan tulang yang retak.


Lintang hanya mengiyakan agar tubuh Elivan bisa kembali dengan normal.


Setelah mengijinkan operasi tulang retak di punggung Elivan, Elivan di masukkan ke ruang operasi selama sepuluh jam penuh.


Sekarang Elivan sedang dalam kondisi belum bangun karena terkena obat bius.


Lintang sekarang tengah memikirkan Fareed, kenapa Fareed bisa menikah lagi tanpa memberitahu nya, kenapa juga Fareed begitu tega membanting tubuh Elivan dengan keras sampai dua kali, apakah Fareed tidak sadar jika tindakan nya itu bukan hanya berdampak pada kondisi fisik Elivan, melainkan dari kondisi psikis anak itu.


Entahlah, rasanya sakit ketika Fareed lebih mementingkan Ayana dari pada dirinya dan kedua anak nya.


“Mom..” panggil Hiza melihat Mommynya yang sedang melamun entah memikirkan apa.


“Mommy!” panggil Hiza dengan nada sedikit meninggi.

__ADS_1


Lintang menoleh, ia tersenyum ke arah Hiza, tangannya terulur mengelus rambut Hiza.


“Ada apa?, apakah ada yang sakit?” tanya Lintang membuat Hiza menggeleng.


“Hiza hanya berta—”


“Lintang!” suara besar milik seorang pria membuat kedua pasang mata milik Hiza dan Lintang tertuju pada pria berbadan tegap dengan balutan jas hitam yang membuat pria itu terlihat berwibawa.


“Siapa?” tanya Lintang tak mengenali pria di depannya itu.


“Zhafirr!, tutup pintunya dan jaga jangan sampai ada yang masuk ke dalam” ucap pria yang tak lain adalah Leon, semua perkataan Leon adalah perintah bagi Zhafir, ia harus menuruti nya.


“Baik tuan” jawab Zhafir menangguk.


“Anda siapa?” tanya Lintang menatap tajam mata Lion.


“Aku Lion, aku akan menceritakan tentang indentitas asli mu” jawab Lion duduk di depan kursi Lintang sambil memangku laptop nya.


“Dongeng apa yang sedang kau ceritakan?” tanya Lintang mendelik. Apa apaan ini, dia sudah hidup di identitas asli nya sekarang. mungkin pria di depannya ini sedang membual.


Lion hanya diam. Jika ia merespon ucapan Lintang tugasnya di sini tidak akan selesai. Ia harus cepat cepat selesai dan pulang karena istri nya sekarang tengah hamil anak keduanya.


Lintang melihat Lion duduk dan mengotak Atik laptop nya dengan serius, kemudian Lion meletakkan laptop nya di atas bankar Elivan tepat nya di bawah kaki Elivan yang sedang terbujur.


Sebenarnya ia ingin mengusir pria kurang ajar di depannya ini, namun ia takut sebelum ia mengusir nya pria di depannya ini, pria yang bernama Lion itu akan mengusir nya dari dunia ini. melihat dari bawahan nya tadi yang membawa sebuah pistol di tangannya membuat Lintang semakin yakin bahwa pria di depannya ini bukan lah pria sembarangan.


“Lihat lah, apakah ini adalah foto masa kecil mu dulu?” tanya Lion memperlihatkan foto masa kecil Lintang yang berumur sekitar 4 tahunan.


Lintang terkejut, kenapa pria di depannya ini menyimpan foto kecil nya?.


“Apakah benar?” tanya Lion membuat Lintang menangguk ragu.


“Baiklah, aku akan membacakan surat dari ayah kandungmu” ucap Lion merogoh kantong jas nya, kemudian ia mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat.


Sumpah demi apapun, ia tak ingin berlama lama menjauh dari istri nya, apa mungkin efek kehamilan?.


Lion membuka surat itu kemudian ia membacanya.


Surat yang tak pernah ia buka dan ia baca selama Lion yang menjadi pemegang nya.


“Putri Lintang Kinasih, dia adalah hadiah terindah dari istri ku, dia sangatlah cantik dengan lesung pipi yang berada di pipi kirinya. Dia memiliki sebuah tahi lalat hidup di ujung lengan kanannya. Dia juga memiliki tahu lalat mati di samping telinga kirinya. aku sengaja memberikan nama putri ku tanpa adanya marga ku, aku sangat berharap jika Lintang ku tidak pernah di ketahui oleh musuh ku, namun takdir berkata lain—


–Seorang perempuan dari musuhku mengambil Lintang dari gendongan Istri ku, kami panik, kami semua mencari nya namun nihil aku tidak bisa menemukan putri kecil ku hingga sekarang” ucap Lion membacakan surat itu kepada Lintang.


Lintang hanya diam, semua ciri ciri yang dibaca kan oleh Lion adalah kebenaran.


“Sekarang aku bertanya apakah semua ciri ciri yang di sebut kan oleh ku tadi ada di tubuh mu?” tanya Lion menutup laptop nya.


“Benar,” jawab Lintang jujur.


Entahlah, dia merasa jika Lion tidak akan melukainya dan juga dia merasa aneh ketika sebelumnya ia tak pernah yang namanya gampang percaya kepada orang kini di depan Lion ia tak bisa meragu.

__ADS_1


Satu persatu Lintang memperlihatkan semua tanda yang telah di bacakan oleh Lion.


“Baik, aku sudah yakin, jadi selain tujuan ku kesini untuk memberi tahu tentang identitas aslimu, aku juga akan membawamu dan kedua anak mu pergi dari jeratan Fareed”


__ADS_2