Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
Tersedak.


__ADS_3

“Aku tidak ingin berbasa-basi lagi, aku datang ke sini ingin melamar mu untuk Fareed” ucap tuan Peterson mantap.


Uhuk uhuk....


Lintang tersedak ludah nya sendiri, ia kaget ketika mendengar ucapan tuan Peterson yang tanpa permisi.


“Dad, apa yang kau bi—” Fareed ingin protes, apa apaan ini, ia tidak menginginkan lamaran seperti ini, ia menginginkan lamaran yang sangat berkesan untuk di ingat sepanjang hidupnya. Bukan lamaran seperti ini.


“Diam kau Fareed” hardik tuan Peterson membuat mulut Fareed terkunci, jika sudah seperti ini, si tua Bangka ini tidak akan berhenti sebelum keinginan nya tercapai.


Hiza masih tetap fokus dengan tontonan nya, sementara Elivan hanya memperhatikan semuanya.


Lintang gugup, apakah ini hanya candaan semata seperti yang ia alami tadi pagi? atau kenyataan yang sebenarnya bahwa ia sekarang sedang di lamar?.


Menyadari kebingungan Lintang, tuan Peterson pun tersenyum, ia seperti kembali ke masa di mana ia memiliki seorang kekasih yang begitu cantik namun, ia tak bisa menikahi nya karena desakan dari orangtuanya untuk melakukan pernikahan bisnis.


“Bagaimana?” tanya tuan Peterson kembali bertanya.


“Mm, apakah ini nyata?” tanya Lintang berharap semua ini nyata, pada dasarnya memang Lintang masih menyimpan banyak perasaan nya untuk Fareed.


“Hahah.....” tawa tuan Peterson pun pecah ketika mendengar pertanyaan Lintang yang sedikit meragukan lamarannya, mungkin Lintang trauma tentang kejadian di mana ia melihat pembantaian Elivan pagi tadi.


Mendengar tawa tuan Peterson Lintang pun mengerutkan keningnya, apa ada yang salah di tubuhnya?, Lintang refleks menunduk, ia mengecek anggota tubuhnya apakah ada yang salah atau tidak.


Sedangkan Fareed hanya diam tak merespon apapun, di sudut hatinya berkata 'Bagaimana jika lamaran Daddy nya di tolak oleh Lintang?'.


“Sudah sudah, bagaimana lamaran ku tadi?” tuan Peterson menghentikan tawanya dan mengubah ekspresi wajah nya menjadi lebih serius.


“Apakah ini benar?” tanya Lintang lagi. Lintang ingin memastikan bahwa ia tidak di bohongi lagi.


Tuan Peterson menghela nafasnya.


“Apakah kau lihat aku sedang bercanda?” tanya tuan Peterson, Lintang dengan polosnya menggeleng membuat tuan Peterson ingin tertawa tapi ia tahan. 'Tahan demi masa depan' batin tuan Peterson.


“Yasuda, jadi bagaimana Lintang?” tanya tuan Peterson.


Lintang bingung harus menjawab apa, jika dipertimbangkan lagi ia sudah menang banyak jika menikah dengan Fareed, selain tampan Fareed adalah cinta pertamanya. cuma minus buntut nya saja. Elivan, berarti ia menikahi duda dong?


“Maaf tuan saya tidak bisa” ucap Lintang menundukkan kepalanya, ini adalah keputusan nya.

__ADS_1


Rahang Fareed mengeras setelah ia mendengar jawaban dari Lintang, entah kenapa rasanya tak rela jika Lintang bersanding dengan yang lain atau malah menikah dengan orang selain dirinya, cukup dia yang menikah dengan orang lain, bukan Lintang, sungguh Fareed tak rela.


“Hmm, tidak masalah, anakku memang tidak pa—” jawab tuan Peterson dengan raut kecewa, dengan nada bicaranya saja Lintang sudah tau jika tuan Peterson sekarang kecewa dengan jawaban apa yang di berikan nya.


“Mm, Maksud saya tidak bisa menolak tuan”


Bruggg....


Tubuh Lintang terhuyung ke belakang ketika hantaman keras dari tubuh Fareed menimpanya, Fareed memeluknya karena memang jarak duduk nya dengan Fareed hanya terpisah oleh tubuh kecil Elivan.


“Terima kasih” lirih Fareed mengencangkan pelukannya ke tubuh Lintang.


Tuan Peterson yang melihat tingkah sang anak hanya menatapnya datar, tetapi di dalam lubuk hati nya yang paling dalam ia merasa bahagia melihat kebahagian anaknya. Sudah cukup dia saja yang gagal dalam pernikahan, dan untuk Fareed cukup sekali.


Elivan juga ikut senang ia akan mendapatkan mommy yang baik, mommy Lintang, sementara Hiza tetap sibuk dengan apa yang di tonton nya sekarang.


“Ayo El, Hiza, ikut Kakek, Kakek ingin memberikan


kalian sesuatu.” ucap tuan Peterson berdiri sambil mengajak kedua cucunya, tuan Peterson belum tau jika Hiza bukan lah cucu yang terlahir dari rahim Lintang.


“Apakah itu sebuah hadiah kek?” tanya hiza memperlihatkan mata bulatnya.


Sementara Elivan hanya berdiri dan mengikuti kakeknya dari belakang, karena jujur saja, punggung Elivan terasa sangat sakit akibat tarikan paksa dari Fareed yang menginginkan duduk di samping Lintang. tapi Elivan sadar jika sang Daddy terlalu bahagia sehingga ia tak sadar jika telah melukainya.


Its okey, Elivan tidak masalah.


Lintang yang dalam kondisi di peluk oleh tubuh besar Fareed merasa tak enak, ia sedikit malu dan merasa kurang sopan karena tak bisa mengantarkan tuan Peterson ke luar.


“Fareed lepas dulu” ucap Lintang, tangannya bergerak perlahan untuk melepaskan pelukan Fareed.


“Tid—”


“Biarkan saja, ini aku mempunyai sesuatu untuk kalian” ucap tuan Peterson meletakkan sebuah dompet besar berwarna hitam dengan merek ternama di atasnya.


Lalu, tuan Peterson berjalan keluar dengan di ikuti oleh Elivan di belakangnya, membuntuti seperti anak ayam.


Kini, Lintang berada diposisi duduk, sedangkan Fareed sudah tiduran di atas paha Lintang sambil memandang wajah Lintang yang begitu indah di mata Fareed.


Lintang menunduk, ia mengelus rambut Fareed dengan lembut.

__ADS_1


“Mm, aku mau tidur, nanti malam aku bekerja” ucap Lintang mencoba agar tidak gugup dalam berbicara ke Fareed.


“Tidak perlu, kau sudah di pecat oleh manager karena bolos selama 3 hari” jawab Fareed. ia menenggelamkan kepalanya di perut Lintang.


Lintang terkejut, bagaimana jika ia tidak bekerja mau makan apa dirinya berserta kedua anaknya itu?.


“Aku mau melamar pekerjaan besok.” ucap Lintang tiba tiba.


“Buat apa?” tanya Fareed tetap dalam posisi yang sama.


“Aku tidak memiliki cukup tabungan untuk tidak bekerja selama nya” tanya Lintang menatap polos tembok di depannya sambil menerawang jauh bagaimana jika ia tidak bekerja.


“Tidak usah bekerja, kamu peras saja dompet ku” ucap Fareed.


“Ha?” Lintang tak mengerti.


“Kamu tidak perlu lagi bekerja, cukup duduk dan peras saja uang ku sesuka mu” ucap Fareed menjelaskan.


“Oh.. iya dong ka— Ha? maksudmu aku di suruh menjadi seorang perempuan matre?” tanya Lintang ketika sadar dengan apa yang di ucapkan oleh Fareed.


“Iya, tidak masalah, kan aku sudah menjadi suami mu” jawab Fareed santai.


Mata Lintang terbelalak ia belum menikah dengan Fareed. “Masih calon, belum sah” ujar Lintang membenahi.


Sekali lagi, Fareed tersenyum, ia mengubah posisinya menjadi duduk, kemudian mengambil dompet yang di berikan oleh sang Daddy tadi.


“Ini apa?” tanya Lintang ketika ia di beri dompet itu.


“Buka saja ” titah Fareed.


Dengan ragu, Lintang membuka dompet itu, ada dua benda berbentuk persegi panjang berwarna merah dan biru, perlahan Lintang mengambil dan membaca judul dari benda itu.


“Buku nikah. Ha?!”


Bruk....


Lintang pingsan.


🥴🌼🌹

__ADS_1


Sabar ya, masih banyak rahasia...


__ADS_2