
“Good morning sayang” ucap Fareed ketika ia melihat mata Lintang yang mulai terbuka dengan perlahan.
Lintang tersenyum malu, tubuh keduanya hanya di tutupi oleh selimut berwarna warni bergambar princess.
Pagi yang begitu indah menurutnya, pagi di mana ia terbangun dan langsung melihat pemandangan yang begitu indah di matanya. Wajah tampan suami barunya.
“Pagi Fareed” balas Lintang sudah tidak terlalu canggung seperti kemarin malam. Memang benar efek dari kegiatan semalam sangatlah berpengaruh bagi komunikasi keduanya.
Menurut Fareed, komunikasi di dalam rumah tangga sangat di butuhkan, dari pengalaman di pernikahan pertamanya, kurangnya komunikasi dapat menghancurkan suatu hubungan yang telah di bangun.
Fareed sekarang ini ingin mendekap tubuh Lintang, dengan perlahan, Fareed memindahkan kepala Lintang ke lengannya untuk di jadikan bantalan.
Selesai memindahkan kepala Lintang, ia memeluk erat tubuh Lintang di dinginnya udara pagi ini.
“Aku ingin kamu mengubah panggilanmu” ucap Fareed mulai membuka topik obrolan.
Lintang mendongak ia menatap sebentar wajah Fareed. Lintang tak menjawab apapun, ia malah memainkan jari besar milik Fareed.
“Apakah ini cincin pernikahan mu dulu?” tanya Lintang ketus, ia melihat cincin pernikahan yang tersemat indah di jari manis tangan Fareed. Sejujurnya ia sedikit merasa cemburu karena Fareed masih memakai cincin pernikahan pertamanya.
Apakah Fareed masih memiliki rasa untuk istri pertamanya, ataukah Fareed menikahinya hanya untuk melampiaskan hasratnya seperti yang ia baca baca di novel.
Tidak tidak, ia tidak boleh berpikiran negatif seperti ini, lebih baik ia mendengar dulu jawaban dari mulut Fareed, Ia tak ingin menjadi istri yang egois karena tidak mau mendengarkan
“Bukan, ini cincin pernikahan kita.” jawab Fareed jujur, karena ia tak ingin merusak suasana hangat pagi ini.
“Pernikahan kit—, Hah?!, kenapa tiba tiba ada sebuah cincin di jari ku?” tanya Lintang melepaskan jari Fareed dan melihat jari manis di tangan kirinya yang sudah tersemat sebuah cincin dengan satu permata indah ditengahnya.
“Kenapa? karena kamu istriku sekarang Lintang” jawab Fareed membuat wajah Lintang memerah, ia malu karena telah berpikiran tentang Fareed yang tidak tidak.
Lintang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
“Aku malu” tutur Lintang berbicara dengan kedua tangan yang masih menutup wajahnya.
“Malu kenapa?” tanya Fareed bermaksud untuk menggoda Lintang yang sedang malu.
“Sudah jangan membahas ini lagi, lebih baik kamu melanjutkan pembicaraan kita yang tadi” ucap Lintang, ia tak ingin lagi menambah malu dirinya sendiri.
“Baiklah, baiklah, apa yang tidak untuk istri tercinta ku ini”
“Fareeeddddd!!!!” pekik lintang memukul mukul dada Fareed dengan telapak kecil tangannya.
“Baiklah sudah jangan pukul pukul, nanti telapak tanganmu sakit” ucap Fareed mengambil telapak tangan Lintang yang sudah memerah karena telah memukul dirinya.
Sungguh mereka seperti ABG yang sedang kasmaran.
“Kan merah” ujar Fareed meniup kecil jari Lintang.
Lintang semakin malu, ia menarik tangannya dan menyembuhkannya di samping tubuhnya.
“Sudah, jangan membicarakan tentang ini, kita berbicara melanjutkan pembicaraan yang tadi saja” ucap Lintang menatap Fareed.
“Baiklah, jadi kamu tidak boleh memanggil ku dengan nama asli” ucap Fareed mengalah, mengabulkan permintaan Lintang.
“Memangnya kenapa?” tanya Lintang, ia lebih suka memanggil Fareed dengan nama aslinya.
__ADS_1
“Tidak sopan” jawab Fareed membuat Lintang terdiam.
“Memanggilmu seperti apa? Abang? Kakak? atau suamiku? ataukah Daddy?” tanya Lintang memberikan pilihan panggilan untuk Fareed.
“Panggilan Daddy hanya untuk di atas ranjang sayang” bisik Farid menggenggam tangan Lintang.
Wajah Lintang memerah seperti kepiting rebus. Ingatannya kembali di mana ia disuruh memanggil Daddy oleh Fareed di tengah kegiatan malamnya.
“Apa apaan sih” ucap Lintang malu. Lintang mengubah posisi nya, dia memeluk erat tubuh Fareed.
“Kakimu jangan bergerak sayang” ucap Farid memperingati Lintang agar kalinya tidak bergerak gerak.
Fareed menahan nafas.
“Memangnya kenapa?” goda Lintang sengaja menggerakkan kakinya.
Aaahhh.....
Lintang berteriak ketika Fareed tiba-tiba membalikkan tubuh dan mengurungnya.
“Apa yang kau lakukan Fareed?!!” tanya Lintang.
Farid tersenyum smirik.
“Mau mengulang kegiatan semalam” jawab Fareed, tangan nakalnya mulai meraba-raba.
“Jang—”
Tok ...
Tok....
Tok....
Lintang tersenyum dengan lebar, ia mendorong tubuh Fareed dari atasnya.
“Awas....” ucap Lintang berdiri.
“Sssttt” Lintang meringis mencoba menahan sakit.
Lintang menoleh ke arah Fareed, untung saja Fareed sedang menenggelamkan kepalanya di bantal sambil memukul mukul kasurnya.
Untung saja Fareed tidak mendengar dia meringis jika mendengarnya pasti Lintang tak bisa melakukan apapun lagi.
Lintang tau persis watak Fareed. Dulu.
Satu detik kemudian Fareed kembali memusatkan perhatian nya ke arah Lintang yang sedang memakai pakaiannya.
“Lintanggggg” rengek Fareed melihat Lintang.
“Apa? mas?” tanya Lintang sudah mengubah panggilan nya.
“Aku tidak salah mendengar kan?” tanya Fareed merasa pendengarannya terganggu karena Lintang tiba tiba memanggil nya dengan sebutan 'Mas'
“Tidak”
__ADS_1
“Lintanggggg...” rengek Fareed.
“Ap—
“MOMMYYYY, BANGUNNNN SUDAH PAGIIIIIII!!” teriak Hiza menggedor pintu kamar Lintang dengan keras.
Dor..
Dor...
Dor..
“Mommy bangun Mommy” panggil Hiza mengecilkan suara nya. mungkin karena di tegur oleh Elivan.
“Iya, sebentar” jawab Lintang biar Hiza tenang.
“Pengganggu” lirih Fareed.
“Jangan bilang seperti itu, mereka berdua juga anak mu” ucap Lintang yang kini sedang merapikan rambut nya.
“Bye Suami ku” sambung Lintang melambaikan tangannya ke arah Fareed.
Lintang menyempatkan diri untuk melirik ke arah Fareed. Raut wajah Fareed menjadi seperti ingin memakan siapapun sekarang.
“Yang sabar ya sayang” ucap Lintang berjalan pelan pelan agar tidak menimbulkan rasa sakit.
“Sialan” lirih Fareed mengatur nafas nya.
Ceklek.
Pintu Lintang buka, ia melihat kedua anaknya yang sudah segar dengan balutan baju baru gambar spider-man. dan Elivan yang membawa kantung yang Lintang tak tau isinya.
“Mommy...” ucap Hiza merentangkan tangannya ke arah Lintang sebagai kebiasaan menyambut pagi yang indah.
Dengan senang hati Lintang mengendong tubuh kecil Hiza mencium pipi Hiza yang semakin hari semakin berisi.
“Apa kabar anak mommy ini?” tanya Lintang ke Hiza yang sedang menciumi dagunya.
“Baik mom, kakek juga baik ke Hiza, Hiza di belikan apapun yang Hiza mau” ujar Hiza memperlihatkan jam tangan baru di lengannya yang bergambar Spider-Man.
“Wah... bagus banget” ucap Lintang melihat sekilas bentuk jam tangan baru di lengan anak nya.
Lintang menurunkan tubuh Hiza ke bawah, kemudian pandangan nya beralih ke arah Elivan.
“Mommy, ini sudah pukul sepuluh” ucap Elivan menyambut Lintang dengan ucapan yang lebih tepatnya menyindir sang mommy.
“Eh, tidak ini masih pagi, lihatlah di luar masih gelap” jawab Lintang melihat jendela yang berada di samping tembok kamar nya.
“Lihat lah, di luar mendung makanya gelap” ucap Elivan memperlihatkan jam tangan nya.
“Eh, mommy terlambat bangun dong” ujar Lintang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Iya mom, tapi tidak masalah kakek tadi membelikan makanan untuk Mommy dan Daddy, eh kemana Daddy?”
💮🥴🌼🌹🦋.
__ADS_1