Menemukan Balita Genius

Menemukan Balita Genius
Lintang tau?


__ADS_3

“MOMMYY!!” teriak Hiza menggebrak pintu kamar milik kedua orang tuanya.


“Upss, Hiza tidak melihatnya” ucap Hiza ketika matanya ditutup oleh tangan Ayana.


Lintang terkejut ketika melihat Hiza dan Ayana sedang berada di depan pintu kamarnya. Lintang gelagapan, ia berdiri dari tubuh Fareed kemudian tersenyum kikuk.


Sementara itu, Fareed melihat Ayana dengan tatapan tak terbaca, ada sedikit sakit ketika melihat Ayana menundukkan pandangannya dengan tangan kanan mengelus perut buncitnya.


“Maaf Nyonya, tuan, Tuan muda kekeh ingin bertemu dengan anda” ucap Ayana meminta maaf.


“Tidak masalah, kamu pergi saja, terimakasih” ucap Lintang membuat Ayana dengan sopan pergi dari kamar mereka.


“Mommy, Hiza ingin bersekolah” tutur Hiza berlari keatas ranjang dimana ada Fareed yang tengah duduk di atasnya.


“Hiza ingin bersekolah?” tanya Fareed mengelus rambut Hiza.


“Iya Dad, Hiza ingin bersekolah, tadi Hiza melihat anak anak lain bersekolah” jawab Hiza menceritakan pengalamannya saat sedang menonton handphone nya.


“Umur Hiza berapa?” tanya Lintang ikut bergabung duduk di atas ranjang di samping Hiza.


“Hmm tidak tahu, Hiza tidak tahu” jawab Hiza, jari telunjuk nya mengetuk ngetuk dagu kecilnya.


“Memangnya umur Hiza berapa mom?” tanya Hiza menoleh ke arah mommynya yang sedang memainkan rambut nya.


“Umur berapa ya...., coba tanyakan ke Daddy mu” ujar Lintang.


“Dad, memangnya Hiza umur berapa?” tanya Hiza kepada Fareed yang sedang menatap kosong.


Pikiran Fareed sekarang tidak berada di tempatnya, pikiran nya melayang ke ekspresi wajah Ayana yang terlihat kecewa.


“DADDYY!!!” pekik Hiza membuat Fareed tersadar akan dunia nya sekarang.


“Eh iya apa?” tanya Fareed gelagapan.


“Tidak jadi aku mau keluar byee...” pamit Hiza berlari keluar kamar kedua orang tuanya.


Lintang yang melihat Fareed bengong merasa bingung, ada apa dengan Fareed?.


“Mas, kenapa?” tanya Lintang memegang lengan Fareed.


Fareed menoleh. Ia menatap manik mata Lintang.


Fareed merasa bersalah karena telah menyembunyikan bahwa ia telah menikah dengan orang lain lebih dari satu bulan, ia sempat berpikir apa dia menikahi Lintang hanya penasaran dengan Lintang, atau rasa cintanya telah beralih ke Ayana.

__ADS_1


Entahlah Fareed tidak tahu itu. Ia tak merasa tak ingin mereka berdua pergi meninggalkan nya.


“Hanya sedikit masalah.” jawab Fareed ketus.


“Apa aku memiliki kesalahan?” tanya Lintang lagi.


“Tolong beri aku waktu untuk berpikir, sementara ini jangan menggangguku” jawab Fareed membuat Lintang mengerutkan keningnya, tak biasanya Fareed menjawabnya dengan ketus. Tapi tak masalah, mungkin Fareed tengah membutuhkan waktu.


“Baiklah, aku akan menjaga dua bocah itu” ucap Lintang meninggalkan Fareed sendirian di kamarnya.


Ia akan memberi waktu pada Fareed.


Fareed merasa jika dirinya sudah ada rasa ke pada Ayana. “Apakah salah jika aku mencintai dua orang sekaligus?” lirih Fareed menutup matanya.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Tengah malam.


Fareed kini sedang berada di kamar Ayana untuk menenangkan diri. Duduk di kursi meja rias Ayana.


Ia kabur ke kamar Ayana agar bisa menenangkan dirinya di kamar istri keduanya. .


“Mas, apakah kau tak takut jika Lintang mengetahui rahasia ini?” tanya Ayana sedikit merasa ketakutan karena ia di sini adalah orang ketiga yang hadir di tengah-tengah hubungan antara Fareed dan Lintang.


“Lalu tujuan mu kesini untuk apa?.”


“Aku mau meminta maaf” tutur Fareed.


“Meminta maaf untuk apa?” tanya Ayana.


“Tentang tadi”


“Tadi yang mana?” tanya Ayana tak mengerti.


“Yang aku bersama Lintang” Jawab Fareed membuat Ayana mengangguk, ia paham sekarang apa tujuan Fareed datang ke kamar nya.


“Ooo, tidak masalah, aku hanya sebatas istri di atas kertas, jadi kalian bebas untuk melakukan apapun, terserah kalian” ungkap Ayana menjelaskan.


“Tapi kau juga istri sah ku” ucap Fareed gamblang.


Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang menguping pembicaraan mereka yang tidak lain dan tidak bukan adalah Lintang.


Lintang beranjak dari tempat itu sambil menahan tangis, ia tak kuat jika terus mendengarkan percakapan mereka.

__ADS_1


Kau juga istri sah ku, ucapan Fareed masih terngiang-ngiang di otak nya, jika Ayana adalah istri yang di sembunyikan oleh Fareed, berarti anak yang di kandungan nya adalah anak Fareed.


Lintang mengusap air matanya yang sudah jatuh, ia meraung-raung keras di dalam kamar nya.


Biarlah ia akan bertanya kepada Fareed besok.


yang terpenting sekarang adalah ia mengeluarkan segala emosi yang telah menguasai dirinya.


“Aku memang istri sah mu, aku di sini hanya menjalankan tugas ku, Dan jangan berharap banyak, disini tugasku hanya untuk melahirkan anak mu, setelah itu aku akan pergi dari kehidupan mu selamanya” ujar Ayana memperingati Fareed agar tidak terbawa perasaan kepada nya, ia sudah tau dari gerak gerik serta perkataan Fareed yang tidak berpikir panjang, semuanya lurus.


Ayana tau jika perasaan itu telah tumbuh di dalam hati Fareed. Di lihat dari sikap Fareed yang tiba tiba berubah 180° mulai dari dingin ke sangat hangat.


“Jangan menaruh perasaan apapun kepada ku Fareed, dan ingat pesan ku, jangan membuat kesalahan yang sama jika pada akhirnya kau akan membuat nya pergi dari kehidupan mu, jika dia sudah pergi, maka kau sendiri yang akan menyesali nya.” ucap Ayana seakan-akan paham jika Fareed telah memiliki secuil perasaan kepada nya.


Ucapan Ayana membuat suasana hati Fareed semakin kacau. tanpa berbicara sepatah kata pun, ia pergi meninggalkan Ayana yang tengah tersenyum sambil menahan air mata nya.


Fareed pergi menuju ke halaman belakang untuk menenangkan pikirannya.


Fareed merasa jika dirinya seperti remaja labil yang baru mengenal cinta.


Benar kata Ayana, tak sepantasnya dia menaruh perasaan kepada Ayana. Dan tak sepantasnya ia bermaksud membagi cinta nya.


Dan Benar kata orang jika kita sedang emosi apapun yang kita ucapkan akan berdampak jika di pikir ulang.


Baiklah Fareed akan menceritakan semuanya jika Ayana sudah melahirkan.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


“Tuan, saya sudah menemukan wanita yang anda cari” lapor seorang pria berbadan tegap dengan senjata tajam berada di setiap bajunya.


“Lanjutkan..”


“Namanya Putri Lintang Kinasih, dia istri dari seorang pengusaha sukses. Ia menikah dengan seorang perempuan dua bulan lalu tanpa sepengetahuan nona Lintang” lapor pria itu pada tuannya yang tengah duduk di kursi kebangsaan nya.


“Siapa nama pria itu?”


“Fareed Peterson”


“Tunggu dua Minggu lagi kemudian kau bawa dia ke hadapanku, akan aku ceritakan semua tentang kehidupan nya yang sebenarnya.” ucap pria itu yang tak lain adalah Lion.


💮..


Jangan lupa untuk mendukung karya ku ya, meskipun konfliknya agak memusingkan tapi sebentar lagi akan selesai kok, semuanya akan terungkap di beberapa bab ke depan, mulai dari lintang yang tiba tiba kehilangan ingatan nya sampai semuanya rahasia Fareed terungkap.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2