
“TOLONG LEPASKAN ADIK KU...” Teriak Noval ketika ia melihat dengan mata kepala nya sendiri, adik yang dia inginkan nya dulu kini sedang mengalami sebuah masalah. Masalah yang berdampak buruk bagi masa depannya karena dirinya. Air mata Noval menetes bagaimana pun juga ia adalah seorang pria yang memiliki hati.
Kilatan mata Fareed seolah hendak meremukkan tulang Noval, bagaimana bisa Noval menangis melihat adik perempuan di lecehkan sementara ia juga adalah pelaku pelecehan?
“Kenapa?” tanya Fareed rendah. Elivan hanya melihat semuanya, melihat Noval menangis dan melihat kerja web king yang ia kembangkan.
“Kumohon, jangan sakiti Adik ku, dia tidak mempunyai salah pada mu” mohon Noval, sungguh kelemahan nya terletak pada tiga wanita.
“Lalu, apakah lintang mempunyai salah pada mu?” tanya Fareed menaikkan sebelah alisnya.
“Maafkan aku, ak- aku khil—”
“Khilaf kok jadiin Mommy Selingkuhan” Sahut Elivan datar.
“Teo,” panggil Elivan ke animasi web king nya.
“Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya salah satu animasi itu, salah satu dari mereka bergerak maju ke layar dan membungkuk hormat.
“Lakukan” titah Elivan membuat Teo mengangguk hormat.
Teo melangkah ke arah Perempuan animasi itu, ia kemudian memulai aksinya sama persis seperti Noval beraksi ke Lintang.
“KAKAK!!!! TOLONG AKUU!! SAKITT,, SUNGGUH SAKITTT...” ucap perempuan animasi itu. Elivan memejamkan matanya, ia tak mau masa kecil nya ternodai karena menonton hal yang belum waktunya.
“JANGAN SAKITI ADIK KU KAPARA T” Suara Noval Menggelegar seluruh rumah. Fareed membekap mulut Noval karena ia tak mau kalau Lintang dan Hiza terbangun.
__ADS_1
Web king yang mendeteksi kembali ekspresi wajah Noval yang histeris, Teo, yang di kendalikan oleh web king benar benar melecehkan perempuan animasi itu.
“Uugghh masih peraw.n, ayo kalian bisa bergabung” ucap Teo membuat kedua pria yang semula berdiri tegap kini mulai menyerang perempuan animasi itu.
“JANGAN,, HENTIKAN, TOLONG HENTIKAN”
Plup..
Suara laptop yang tertutup membuat Noval lesu, ia menangis, meraung pada Fareed agar memberhentikan aksi ketiga pria itu terhadap adiknya.
Fareed hanya diam, ia telinga nya hampir pecah mendengar suara si baji ngan ini. Fareed melihat jam tangan nya, pukul 03.59 kurang satu menit lagi mereka datang.
Lima.....
Empat......
Dua....
Tok tok tok....
Suara pintu di ketuk. “Masuk saja” perintah Fareed.
Sekitar lima pria berpakaian serba hitam masuk dengan perlengkapan senjata yang lengkap.
“Permisi, saya utusan dari tuan Leon untuk membantu anda.” ucap salah satu dari pria itu, mungkin itu adalah ketua nya.
__ADS_1
“Bawa saja dia ke markas kalian” ucap Fareed, pria itu pun mengangguk.
“Baik, ada lagi tuan?”
“Tidak.”
“Baiklah, saya permisi”
“Hmm”
Tubuh Noval di seret dengan paksa, ia berjalan melompat lompat karena ikatan selotip nya belum ada yang membuka. “Tolong, jangan sakiti adik ku” Lirih Noval.
Elivan dan Fareed saling pandang. Kemudian Fareed melangkah pergi mendahului Elivan menuju kamar Lintang.
“DAD!!!” pekik Elivan ketika ia melihat Fareed melangkah pergi ke kamar Lintang.
“Ada apa?” tanya Fareed berbalik arah.
“Daddy tidur sama Hiza, aku sama Mommy”
“Kenap—”
“Daddy belum menikahi Lintang” ucap Elivan, Fareed menghembuskan nafas lelah, baiklah tak masalah ia akan tidur bersama Hiza, yang penting dirinya tidur.
🌼🌼🌼🌼.
__ADS_1
Jangan lupa untuk support karya ku yaaaa....
thank you.