
Setelah kejadian di desa, di rumah bi Mina, Fareed sudah menerima semua ganjarannya, dia di diami oleh Lintang selama satu bulan lebih.
Memang Lintang melaksanakan tugas sebagai istri dengan baik dan benar, tapi untuk masalah berbicara istrinya itu masih sangat sulit. Jika Fareed bertanya dan berbicara panjang lebar, Lintang hanya menjawab 'iya, hmm, tidak, dan menggeleng kan kepalanya.
Seakan Lintang menyadarkan Fareed gara gara ulah nya, semua nya kehilangan sosok Elivan, dan sudah berkali kali Fareed menghubungi Leon agar bisa berbicara dan mau memulangkan Elivan tapi balasan Lion hanya kekecewaan bagi Fareed.
Lion tak mau lagi mendengar maupun berurusan dengan Fareed jika sangat tidak penting.
Sungguh pengaruh Elivan sangat berdampak bagi semua orang.
Dan untuk Hiza, dia sekarang sangat kesepian karena tidak memiliki seorang teman, dia mengurung dirinya di kamar bersama Lintang.
Fareed sekarang tengah duduk di balkon kamarnya, menghisap cerutu dan memandang langit berwarna hitam dengan pikiran yang bercabang kemana mana.
Fareed memikirkan semua kelakuan nya, benar, seharusnya dia tidak mencekoki Elivan dengan semua pelajaran. Ambisinya tentang pewaris perusahaan yang telah di bangunnya telah membutakan Fareed sehingga tanpa dia sadari telah menyakiti Elivan.
“Mas” panggil Lintang membuat atensi Fareed teralihkan, dirinya tersenyum, sudah tiga bulan lebih dirinya tidak berbicara dengan Lintang, tepatnya Lintang yang enggan berbicara dengan dirinya.
Dan sekarang lintang datang ke dirinya, semoga saja Lintang mau kembali berbicara dengan dirinya dan mau membangun kembali hubungan mereka dari awal.
Lintang duduk di samping Fareed, sementara Fareed membenarkan tubuhnya agar Lintang bisa nyaman duduk di sebelah nya.
__ADS_1
“Indah ya langitnya” ucap Lintang memecah keheningan.
Fareed melihat wajah Lintang dari samping. Diri nya menatap takjub akan keindahan wajah Lintang yang semakin hari semakin bertambah cantik dan manis.
“Tidak, hanya kegelapan, tanpa adanya bulan dan bintang” Fareed menyelipkan rambut Lintang yang menghalanginya untuk melihat dengan jelas wajah cantik istri nya dengan jari telunjuk nya.
“Begitu pula dengan kehidupan kita tanpa adanya Elivan, bagaikan sebuah langit yang mendung, karena Elivan kita bertemu dan karena kau kita kehilangan nya” ucapan Lintang membuat Fareed kembali merasakan sakit. Dirinya diam, menatap wajah Lintang dengan raut penuh luka.
Dirinya sungguh menyesal.
Keadaan hening, baik Lintang maupun Fareed tak ada yang membuka mulutnya.
“Maaf” ucap Lintang kembali memecah hening nya malam.
“Maafkan aku, aku terkesan egois jika melakukan hal ini kepada mu”
“Tidak, aku yang seharusnya meminta maaf, karena aku Elivan jadi pergi dari kita”
Lintang diam, kemudian Fareed mendengar sayu sayu suara tangis dari mulut Lintang.
Fareed merengkuh tubuh Lintang di dekapan hangat nya.
__ADS_1
“Maafkan aku” lirih Lintang di dalam dekapan Fareed.
Kali ini, Fareed akan memberikan waktu untuk Lintang berbicara apa yang dia rasakan.
“Tapi kamu juga bersalah karena membohongi ku dan menikah dengan orang lain. Kenapa kau tidak berkata jujur saja?. Gara gara keegoisan mu kita kehilangan Elivan. Tapi tak apa, kita bisa kembali membangun hubungan ini di landasi kepercayaan” ucap Lintang tak mau berbasa-basi.
Sudah cukup dirinya bertindak egois dan sekarang Lintang ingin memulai kehidupan baru bersama dengan keluarga kecilnya dan tanpa adanya Elivan di keluarganya.
“Mari kita ulang kisah kita, memang terdengar egois tapi aku menginginkan itu” ucap Fareed mengelus rambut belakang Lintang lembut.
Lintang mengangguk mengiyakan membuat Fareed kembali sangat beruntung memiliki seorang istri seperti Lintang.
Meskipun dirinya pernah sekali melirik mantan istrinya yang lain tapi sekarang Fareed tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
“Terima kasih saya—”
“Aku hamil”
••••
Maaf, memang terkesan memaksakan untuk End, tapi memang seperti ini jalannya, maka dari itu saya akan melanjutkan seadanya. Dan kedepannya mungkin akan ada extra chapter untuk Elivan, Hiza, Fareed, Lintang dan kehidupannya.
__ADS_1
Terimakasih.