
Setelah mengoleskan gel bening di atas perut bawah Sonya, dokter Elsya meletakkan transducer di atas permukaan kulit Sonya yang di oles gel tadi dengan sedikit tekanan, agar transducer itu benar-benar menyentuh kulitnya, dengan tangan kanannya, kemudian menggerakkannya di sepanjang perut bawah Kei.
Sementara tangan kiri dokter Elsya dengan ahli memainkan tombol keyboard dan pulse controls untuk menginput data, menambahkan catatan dan mengambil pengukuran dari data serta merekam proses USGnya.
"Janinnya laki-laki..." dokter Elsya memberitahu Alex dan Sonya,
"Alex junior..." gumam Alex sambil tersenyum puas pada Sonya yang sedang mencibir, Sonya menginginkan anak perempuan,
"Jangan cemberut begitu my queen, dengan senang hati aku akan membuat baby lagi denganmu... Siapa tahu kali ini anak perempuan..." bisik Alex di telinga Sonya.
Sonya memutar kedua bola matanya, "Ya... Ya... Ya... Modus detected..." cibirnya membuat Alex terkekeh pelan.
"Hmmm Janinnya berkembang dengan baik dan sempurna... Overall semuanya normal, tidak ada yang perlu di khawatirkan..." seru dokter Elsya.
"Syukurlah..." gumam Alex dan Sonya bersamaan.
Dokter Elsya mencetak hasil USGnya dan menyerahkannya ke Sonya, "Hasil kerjasama kalian..." godanya.
"Terima kasih Sya..." ujar Alex, lalu bersama Sonya melihat calon bayinya, sudah menyerupai bayi yang baru lahir, hanya saja dalam ukuran sangat kecil.
"Pendengaran janin sudah semakin sempurna yaa di usia dua puluh tiga minggu ini... Janin sudah bisa mendengar suara apapun di sekitar ibunya. Jadi sebisa mungkin kalian ajak dia berbicara, dan sering-seringlah mendengar musik klasik... Selain bagus untuk janin, musik klasik juga bisa memberikan ketenangan dan membantu kehamilan lebih rileks..." saran dokter Elsya.
"Ok siap..." sahut Sonya matanya tidak pernah beralih dari cetakan janinnya itu.
"Sya... Ngidam itu sampai umur berapa bulan...?" tanya Alex ragu-ragu.
Dokter Elsya tersenyum geli, "Kenapa...? Ngidamnya parah yaa...?" tanyanya.
"Tidak parah.... Hanya.... Aneh..." jawab Alex sambil melirik Sonya.
Sonya mendengus pelan, "Alex pikir aku ngidamnya hanya pura-pura... Supaya bisa mengerjai dia..."
"Ngidam pada ibu hamil berbeda-beda Lex... Terkadang sampai usia sembilan bulan masih suka ngidam juga.... Jadi tidak bisa di pastikan. Dan memang terkadang ngidamnya pun aneh-aneh... Kau ingat sewaktu Nona Kei dulu... Dia malah lebih parah tidak suka berdekatan dengan Boss Hardhan..."
Alex langsung meringis, dia ingat betapa frustasinya Hardhan dulu, karena Kei selalu menyuruhnya tidur di sofa.
__ADS_1
Yaa.... Memang masih lebih baik, dibanding Sonya menyuruhku tidur di sofa... Dan daripada mengalami kehamilan simpatik seperti Hardhan.
Alex membantu Sonya duduk, "Hati-hati..."
"Kapan aku kembali ke sini lagi Sya...?" tanya Sonya sambil turun dari hospital bed.
"Trimester kedua masih satu bulan sekali saja... Jadi kalian datang lagi bulan depan. Tapi kalau ada keluhan yang tidak biasa, jangan ragu-ragu segera datang untuk pemeriksaan..." jawab dokter Elsya, sambil mengetik resep vitamin untuk Sonya di komputernya yang akan secara otomatis tersambung ke bagian apotik.
Setelah semua proses administrasi selesai, Alex merangkul pinggang Sonya menyusuri lorong rumah sakit ke arah parkiran mobilnya.
"Mau aku bopong lagi kamu di pundakku seperti waktu itu...?" goda Alex sambil tersenyum lebar.
Sonya tergelak, "Hah kamu mengingatkanku saja dengan kejadian memalukan itu... Tapi kalau diingat-ingat lagi rasanya lucu juga yaa... Dulu kita saling benci... Dan sekarang malah saling mencintai..."
"Aku tidak pernah membencimu my queen..." ralat Alex sambil mencubit hidung Sonya.
Sonya mendengus "Cih jelas sekali kamu tidak menyukaiku... Setiap kata-kata tajam yang keluar dari mulutmu itu kalau bukan karena benci..., lantas karena apa...?" tanyanya.
"Karena melindungi hatiku dari pesonamu my queen..." jawab Alex sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Apa itu uwu...?" tanya Alex sambil mengusap pipinya.
"Imut... Lucu... Menggemaskan... Yaa begitulah kira-kira maksudnya..." jawab Sonya sambil menyeringai lebar.
"Oh... Aku kira artinya Unhappy Without U..."
"Terserah kamu deh..." ujar Sonya, lalu seringaian di wajahnya menghilang ketika ia melihat ke arah belakang Alex.
Merasa ada yang tidak beres, Alex balik badan dan melihat penyebab seringaian Sonya itu menghilang. Talita sedang berjalan santai ke arah mereka.
"Kenapa harus ketemu dia sih...?" desis Sonya pelan, dan Alex langsung merangkulnya.
Semenjak hamil, kecemburuan Sonya naik berkali-kali lipat, dengan wanita asing yang kedapatan memandang Alex saja dia langsung marah, apalagi ini Talita, yang Sonya pernah berpikiran Alex menyukainya.
"Hai apa kabar... Maaf aku tidak bisa hadir di acara resepsi pernikahan kalian... Aku sedang ada seminar di luar kota..." sapa Talita sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Sonya mengibas tangannya, "Tidak apa-apa..."
"Selamat atas pernikahan kalian..." ujar Talita sambil mengulurkan tangannya ke Sonya.
"Terima kasih...." kata Sonya sambil menyambut uluran tangan Talita dengan enggan.
Lalu Talita lanjut mengulurkan tangannya ke Alex, "Selamat Lex..."
Alex baru akan mengangkat tangannya untuk menyambut uluran tangan Talita... Tapi Sonya sudah mendahuluinya dan kembali menyambut uluran tangan Talita, hanya untuk mencegah Talita bersentuhan dengan Alexnya, "Iya... Iya... Terima kasih..."
Talita tertawa getir melihat kecemburuan Sonya, "Kamu masih cemburu padaku Nyaa...? Padahal kamu sudah berhasil menikahinya secara sah di mata hukum sekarang, dan kamu juga sudah berhasil mengambil hatinya .."
"Kalau aku cemburu kamu mau apa...?" tantang Sonya.
Alex langsung memutar badan Sonya dan kembali menuntunnya ke arah parkiran,
"Ingat Son kamu sedang hamil.... Tidak boleh terlalu emosi..." kata Alex pelan.
"Jangan sentuh aku...!" seru Sonya sambil menepis tangan Alex dengan kesal.
"Aku minta maaf karena pernah berpikiran ingin memisahkan kalian... Tapi Kei sudah berhasil menyadarkanku..." seru Talita.
"Simpan kata maafmu untuk dirimu sendiri...!!" balas Sonya lalu melangkah kesal menjauhi Talita,
"Enak saja tinggal minta maaf, dia tidak tahu apa akibat dari perbuatannya itu... Aku mabuk dan diperkosa suamiku sendiri sampai hamil...!!!" gerutu Sonya di sepanjang jalan.
"Aku tahu kamu sangat menyukai kehamilanmu ini Son... Lalu kenapa kamu masih saja mengungkit kelakuan burukku dulu..." desah Alex.
Sonya menghentikan langkahnya lalu memandang tajam Alex, "Bukan aku yang mulai mengungkitnya... Tapi dokter cintamu itu...!" geram Sonya sambil menunjuk ke tempat Talita tadi berdiri.
"Talita hanya meminta maaf Son... Kamu saja yang terlalu sensitif..."
"Oohh jadi kamu belain Talita dan ngatain aku sensitif...? Kamu tidak suka aku sensitif... Yasudah tinggalkan saja aku kalau begitu... Dan kembali sana ke dokter cintamu itu...!!"
Sonya kembali melanjutkan perjalanannya, tapi tangan Alex dengan cepat meraih tangan Sonya dan membawa Sonya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Aku hanya mau kamu my queen... Aku tidak mau yang lainnya... Aku hanya mau kamu... Jadi jangan marah lagi yaa.. Aku benar-benar tersiksa kalau kamu mengabaikanku..." tegas Alex dan terus memeluk Sonya sampai Sonya berubah santai di dalam pelukannya dan tidak marah lagi dengannya.