Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Saling Menggoda


__ADS_3


Lirikan matamu menarik hatiku... Dan senyuman manismu membuatku tergoda... Ingin rasanya aku menarik dan mencumbumu di sini... Diatas meja ini.... Saat ini juga...


Dari balik flute glassnya Sonya terus menatap Alex, pun demikian dengan Alex, matanya tidak lepas dari mata Sonya, Seolah-olah mata mereka saling berbicara, berharap mereka berada di dalam kamar alih-alih di tempat umum.


Akhirnya aku mengerti... Apa yang menyebabkan Hardhan tiba-tiba minta dicarikan hotel saat Hardhan dan Kei melihat sunrise di Mont Saint-Michel dulu... Mungkin rasanya sama seperti yang sedang aku rasakan sekarang... Ingin bercinta dengan istri saat ini juga...


Pelayan yang datang membawa pesanan mereka, memutuskan tatapan penuh hasrat mereka. Dengan wajah yang merona merah, Sonya mengalihkan pandangannya ke arah danau.


"Buon appetito!" seru pelayan itu sambil tersenyum.


"Grazie" balas Alex.


Setelah pelayan itu pergi Sonya kembali menatap Alex, "Makanlah..." seru Alex,


"Sebenarnya menu khas di sini adalah ikan yang hanya terdapat di Danau Como ini. Tapi tidak ada di menu cafe ini.." lanjut Alex.


"Kita bisa mencobanya saat makan malam nanti... Atau besok juga tidak masalah..." sahut Sonya sambil tersenyum manis.


"Aku berniat memesan makan malam siang ini... Udara malam bisa mencapai minus disini, tidak banyak cafe dan restaurant juga yang buka. Jadi lebih baik kita nikmati makan malam kita di villa saja..." jelas Alex.


Aku? Jailangkung ini benar-benar nyaman berada disini rupanya yaa... gumam Sonya dalam hati.


"Yaa lebih baik kita menghangatkan diri di kamar, daripada dingin-dinginan di luar..." lalu Sonya tersadar makna ambigu dari perkataannya tadi, "Maksudku di kamar ada penghangat ruangan... Jadi lebih nyaman.... Begitu..." lanjut Sonya kikuk.


Ngeri juga kalau Jailangkung kutub ini berpikiran menghangatkan diri dalam tanda kutip...


"Apa kau menyukai anggur ini? Aku akan memesannya lagi untuk di villa, sebenarnya anggur ini lebih cocok untuk menemani makan malam..." kata Alex.


Alex menggunakan kata aku lagi bukan saya... Astaga... Senangnya akuu...

__ADS_1


"Iya... Rasa anggurnya unik. Kita harus membawanya ke Jakarta, sebagai oleh-oleh untuk Boss..." jawab Sonya, dan Alex terkekeh pelan.


What? Dia juga bisa terkekeh? Ini mimpi atau bukan sih?


"Hardhan sudah memiliki koleksi anggur dari berbagai penjuru dunia Son... Anggur ini salah satunya." ujar Alex.


"Apa di Apartmenmu juga ada?" tanya Sonya dan Alex mengangguk.


"Jauh-jauh minum anggur ini disini... Padahal di Apartmentmu juga ada..." desah Sonya.


"Ketika kamu mengetahui asal suatu anggur dan kamu sudah pernah datang ke tempat asalnya, kamu akan lebih bisa menikmatinya lagi, dan kamu akan tahu cara menikmatinya..."


Kamu? Bukan Kau? Tuhan... Banyak sekali mukjizatMu untuk Alex hari ini...


Lalu sambil tersenyum, Alex menyelipkan rambut Sonya ke balik telinganya, mata Sonya membelalak lebar dan bibirnya terbuka.


"Jangan menatapku seperti itu Son... Aku tidak tahan melihatnya. Matamu terlihat semakin indah saat membulat seperti itu, dan bibirmu terlalu seksi untuk aku abaikan Son..." seru Alex, jemari tangannya menelusuri lekuk bibir Sonya.


Tuhan... Melihat senyumannya saja sudah membuatku meleleh... Sentuhan jemarinya membuatku menggila... Aku ingin merobek bajuku saat ini juga... Ingin memintanya menelusuri jari-jarinya yang panjang itu ke seluruh tubuhku...


Astaga... Apa aku sudah gila menyuarakan pikiranku?!


Pupil mata Alex terlihat membesar karena gairah, Lalu ia tertawa hambar, "Aku tidak pernah membayangkan akan berbagi gairah dengan seseorang di muka umum..."


Jangan dibayangkan.... Dinikmati saja...


"Ini negara bebas, kalau kamu melihat ke sekelilingmu Lex, Kamu akan sering mendapati pasangan yang sedang asik bercumbu..."


"Kalau aku menciummu Son, aku tidak akan pernah berhenti sampai aku menidurimu... Apa kamu mau aku menciummu lalu menidurimu di sini? Kamu lupa saat kamu memancingku dengan ciumanmu, dan akhirnya kamu kehilangan keperawananmu?" desah Alex dengan suara parau.


Bukankah wajah Sonya tadi sudah memerah? Sonya yakin saat ini bukan hanya wajahnya saja yang memerah, tapi juga seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Diingatkan dengan malam pertamanya, membuat Sonya teringat malam-malam setelahnya, malam-malamnya yang dipenuhi gairah yang dengan tegas ditolak Alex, membuatnya kembali kesal.


"Aku juga ingat setelah itu kamu tidak permah menyentuhku lagi... Yang menegaskan bahwa, segala perkataanmu itu hanyalah omong kosong belaka..." ketus Sonya lalu mengambil sepotong pizza dan langsung memasukkan kemulutnya, membuat mulutnya penuh dengan potongan pizza malang itu, yang menjadi pelampiasan rasa kesal Sonya.


"Kata-kataku yang mana yang kamu anggap omong kosong?" tanya Alex sambil menaikkan kedua belah alisnya, keningnya mengkerut.


Wajahnya juga jadi banyak ekspresi... tidak kaku lagi...


"Mulai malam ini kita akan bersikap sebagaimana layaknya pasangan suami istri. Dan saya tidak mau kamar kita terpisah lagi. Mengerti?" seru Sonya mengulang perkataan Alex saat di pulau X, menekankan setiap katanya dengan nada dingin. Sedingin perkataan Alex saat itu.


"Tapi pada kenyataannya apa? Kita bukan hanya masih tidur di kamar terpisah Lex... Tapi kita juga kembali menjadi seperti dua orang asing yang tinggal bersama..." lanjut Sonya ingin terdengar marah, tapi suaranya malah terdengar seperti putus asa.


Alex menyandarkan punggungnya di kursi, kedua tangannya di lipat di depan dadanya, lalu menatap penuh wajah Sonya.


Wanita ini benar-benar luar biasa... Dari memberi tatapan penuh gairahnya, lalu merayu... dan sekarang menjadi ketus lagi... Ajaibnya kata-kata ketusnya tidak menurunkan gairahku sama sekali.... Kalau aku tidak menjelaskan maksudku yang sebenarnya, wanita ini akan selamanya salah paham padaku... gumam Alex.


"Kamu mau tahu alasan aku melakukan itu?" tanya Alex santai.


"Tidak perlu kalau hanya ingin menyakitiku dengan kata-katamu..." jawab Sonya sambil memalingkan wajahnya.


"Itu demi dirimu sendiri... Aku ingin memberikan waktu pada dirimu itu untuk rehat sejenak, sebelum aku memasukinya lagi... Supaya kamu tidak kesakitan lagi dan tentu saja supaya kamu tidak akan membantingku lagi, bukan berarti aku takut..." Alex berusaha menjelaskan, lalu mencondongkan badannya ke Sonya, memegang dagu Sonya dan mengarahkan wajahnya ke Alex.


"Kenapa aku belum memintamu untuk tidur di kamarku? Karena aku tidak bisa berada di satu tempat denganmu tanpa menyentuhmu... Apalagi aku tahu, kamu terbiasa tidur tanpa busana... Berapa kali aku masuk ke kamarmu dan mendapati selimutmu tertarik ke bawah, dan aku kembali membetulkannya. Sekuat tenaga aku menahan gairahku untuk tidak menidurimu saat itu juga, apa jadinya kalau setiap malam kamu ada di sebelahku?"


Dear Readers...


Bab kedua di hari ini....


Mau lanjut bab ketiga hari ini atau besok saja nih?😁


Terima kasih untuk kritik dan sarannya yaa... Terkadang aku memperbaiki gaya menulisku setelah membaca saran yang membangun dari para Readers di kolom komen.

__ADS_1


Author juga masih harus belajar banyak nih... Maklum masih pemula...🤭


Happy Reading....


__ADS_2