Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Apa Dia Terlihat Bahagia?


__ADS_3

"Tapi sekarang kau sudah terlanjur jatuh cinta pada Sonya... Iya kan...? Dan jangan bilang itu hanya racauan orang mabuk... Aku tahu betul itu ungkapanmu yang tulus dari dalam hatimu..."


Alex mengacak rambutnya, "Iya... Sial!!! Seberapa pun kerasnya usahaku untuk mencegahnya... Aku tetap tidak bisa menahan hatiku untuk tidak jatuh cinta padanya... Aku tidak bermaksud jatuh cinta padanya... Tetapi pada akhirnya aku jatuh cinta... Dan aku juga tidak bermaksud menyakitinya... Tapi pada akhirnya aku menyakitinya juga.... Semua ini membuatku gila...!!"


"Dan semakin aku mencintainya semakin aku harus melepasnya... Karena aku tidak mau Sonya celaka karena aku...!! Lebih baik seperti ini... Selama aku masih bisa melihatnya... Dan tahu ia masih bernafas di dunia yang sama denganku...!! Aku rela walau harus melepasnya...!! Selama ia bisa bahagia..."


"Lalu apa kau rela melihatnya seperti ini...?" tanya Hardhan sambil melempar map kecil ke arah Alex dan sekali lagi dengan sigap Alex menangkapnya.


Alex mengeluarkan isi map itu, foto-foto Sonya selama di Milan, Sonya yang sedang duduk termenung di kursi sebuah taman, di ambil pada hari yang berbeda di lihat dari pakaian yang Sonya kenakan, terlihat sama menyedihkannya dengan Alex.


Ah wanita bar-barku... Kucing liarku... Kenapa kamu terlihat sesedih itu... Kamu harusnya mencari kebahagiaan di sana... Kamu harus memulai lembaran baru dengan cinta yang baru...


Desah Alex dalam hati, sambil melihat lembar demi lembar foto-foto Sonya itu.


"Apa dia terlihat bahagia...?" tanya Hardhan lagi.


"Tidak... Sialnya tidak...!!" jawab Alex, lalu nafasnya tercekat melihat beberapa foto terakhir, terlihat di sana Sonya sedang duduk berdua dengan pria lain.


Bukankah tadi Alex menginginkan Sonya memulai lembaran baru dengan pria lain? Tapi melihat Sonya duduk berdua dengan pria lain saja membuat hatinya terbakar dengan api cemburu, dan Alex sekuat tenaga menahan dirinya untuk tidak meremas dan merobek-robek foto-foto itu.


"Kau tahu kan Lex... Wanita yang sedang rapuh biasanya mudah di bujuk...? Bagaimana kalau pria itu berniat buruk dengannya...? Bagaimana kalau kejadian di Paris itu terulang lagi...? Siapa yang akan menolong Sonya saat seorang pria ingin mengerjainya...?"

__ADS_1


Akhirnya amarah Alex terpancing, Alex meremas foto itu hingga tidak berbentuk lagi,


Sial...!! Kenapa Hardhan harus bicara seperti itu sih...? Membuatku jadi mengkhawatirkannya... Tapi bagaimana kalau pria itu benar-benar berniat buruk dengan Sonya...? Astaga... Sonya di sana seorang diri...!!!


"Aku tegaskan sekali lagi Lex... Hanya ada dua hal dalam hidup ini... Cinta dan kematian... Ketika kau siap menerimanya... Berarti kau harus siap dengan segala resikonya... Kau menerima cinta Rara berarti kau harus siap dengan kemungkinan kehilangannya, entah kalian berpisah karena ia berpaling ke cinta yang lain atau berpisah karena kematian. Dan kematian itu sendiri tidak akan bisa kita hindari... Karena setiap yang bernyawa pasti akan mati..."


Melihat Alex yang hanya diam saja Hardhan kembali melanjutkan,


"Sekarang tinggal bagaimana kau memperlakukan wanita yang kau cintai... Apa kau sudah membahagiakannya...? Apa kau sudah melimpahkannya dengan kasih sayang...? Memanjakannya dengan apapun yang ia mau...? Membuatnya tidak pernah menyesali karena telah lahir ke dunia ini dan menjadi wanitamu...? Membuatnya menjadi wanita paling bahagia se dunia...? Hingga ketika saatnya tiba, entah kau atau wanita itu yang terlebih dahulu meninggalkan dunia ini... Kau bisa sedikit lebih tenang, karena apa? Karena kau sudah berhasil membuat wanitamu itu bahagia sampai maut memisahkan kalian... Atau kau lebih memilih wanitamu dalam keadaan sangat terluka dan rapuh ketika maut memisahkan kalian...? Hidup itu benar-benar sederhana Lex... Kau saja yang bersikeras membuatnya menjadi rumit..."


"Dan satu hal lagi... Ketika kau menyakiti orang yang kau cintai... Kau akan terikat dengannya... Dan pada akhirnya itu akan menyakiti dirimu sendiri..." lanjut Hardhan.


"Sudah terlambat... Aku sudah mengecewakannya... Aku sudah menyakitinya... Dan aku ragu dia masih mau menerimaku lagi..." ujar Alex dengan sebersit rasa sesal.


"Kau tahu kenapa Sonya memintaku mutasi dia ke Milan...? Itu karena dia berpikir tidak akan bisa melupakanmu kalau kalian masih sering bertemu, dan masih kerja di kantor yang sama... Itu tandanya Sonya tidak mudah melupakanmu... Dia sendiri yang bilang padaku kalau dia sangat mencintaimu... Aku sarankan kau memeluknya saat bertemu dengannya nanti... Itu selalu berhasil saat aku menenangkan Kei dan meminta maaf padanya..." ujar Hardhan.


"Tapi aku ragu itu akan berhasil pada Sonya... Dia pernah menendang juniorku dengan lututnya ketika aku memaksa memeluk dan menciumnya...!!" sahut Alex dengan nada skeptis.


Wanita bar-barku itu berbeda dengan kebanyakan wanita...


"Itulah bedanya reaksi wanita dengan sikap tulus dan paksaan kita... Wanita tidak suka di paksa... Mereka lebih suka di bujuk dan di rayu... Kau harus pelan-pelan dan bersabar... Tunjukan penyesalanmu dengan sungguh-sungguh nanti ia akan luluh dengan sendirinya... Dan jangan pernah memasang wajah dingin ketika kau sedang mengakui kesalahanmu...!" kata Hardhan sambil tergelak.

__ADS_1


Alex diam sejenak, sambil menimbang-nimbang keputusannya, "Apa aku harus menyusulnya ke Milan dan memintanya kembali padaku...?" tanya Alex.


"Tanyakan pada dirimu sendiri... Jika kau serius ingin membawanya kembali aku akan mengizinkanmu cuti selama yang kau mau... Aku hanya berharap semoga belum terlambat untukmu mendapatkan cintanya kembali... Dan sebagai pertimbangan lagi untukmu... Ryo setuju bolak-balik ke Milan hanya demi terus melanjutkan proyeknya dengan Sonya, Ryo tidak mau Sonya digantikan dengan karyawan kita yang lainnya, nampaknya dia serius dengan Sonya... Terlebih lagi setelah ia tahu Sonya kini sudah menjadi janda..."


Jawaban Hardhan membuat darah Alex mendidih, Alex tahu Ryo sudah lama menyimpan perasaan pada Sonya, tapi Alex tidak menyangka Ryo akan segigih ini memperjuangkan cintanya.


"Aku akan ke Milan besok...!!" geram Alex membuat Hardhan terkekeh pelan.


"Sesuai dugaanku... Ya sudah aku pulang sekarang... Semalaman menemanimu di sini membuatku merindukan istri dan anak-anakku... Sampaikan salamku untuk Sonya..." ujar Hardhan sambil keluar dari kamar Alex.


Setelah Hardhan meninggalkan kamarnya, Alex merasakan lagi kesepian itu. Hardhan benar, dengan menyakiti wanita yang kita cintai, sama dengan menyakiti diri sendiri.


Dan yang menyakitkan dari semua ini untuk Alex adalah... Menjadikan sesuatu yang sudah biasa menjadi tidak biasa...


Hingga menyisakan rongga kecil yang hilang di dalam hati...


Sonya... Terkadang aku tidak ingin terbangun dari tidurku... Karena kamu hanya hadir di dalam mimpiku... Kamu tidak ada lagi di sini saat aku membuka mataku... Aku lah yang menyebabkanmu pergi. Dan itu menjadi kesalahan terbesar dalam hidupku karena sudah melepasmu dan membiarkanmu pergi dari hidupku...


Dan aku mendapat hukuman karenanya... Aku tersiksa karena merindukanmu... Merindukan ocehanmu... Merindukan berdebat denganmu... Merindukan semua tentangmu...


Terkadang pergi adalah cara terbaik untuk menyadarkan seseorang bahwa kau sangat berarti....

__ADS_1


__ADS_2