Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Kamu Milikku


__ADS_3

Dengan segera Ryo dan Owen melepas Sonya, dan Sonya langsung jatuh terduduk dengan tidak anggun. "Ah sial sakit!!! Siapa yang membuatku jatuh!!" jerit Sonya dengan mata setengah terpejam.


Alex tersenyum sinis melihat kedua pria itu mematung dengan pikirannya masing-masing, mungkin mereka syok mendengar Sonya sudah menjadi istri Alex.


Dengan segera Alex membopong Sonya di lengannya, dan bergegas meninggalkan club itu.


"Kenapa kamu disini? Dimana dokter, cintamu itu? Kamu mau membawaku kemana?" racau Sonya.


Alex mengabaikan racauan Sonya, ia tetap jalan ke tempat mobilnya terparkir. Setelah mendudukkan Sonya dan memasang seat beltnya, Alex memutar ke arah kursi pengemudi dan langsung memancal gas keluar dari area club malam mewah itu.


Alex melirik Sonya yang sedang asik mengeluarkan hawa panas dari mulutnya, membuat embun dikaca jendela mobil, kemudian membuat huruf love, lalu menghapusnya dan membuat baru lagi, tapi bentuk love yang membelah dua.


"Apa kau masih merasa patah hati karena Owen? Apa bertemu lagi dengannya membuatmu teringat dengan masa pacaran kalian lagi? Apa kau masih mencintainya?" cecar Alex dengan pertanyaan-pertanyaan.


"Mungkin iyaa... Mungkin tidak... Tapi, sekarang... hatiku sakit..."


Sonya menatap Alex dan menepuk-nepuk pipi Alex, "Kalau... kamu ber.. Temu... Jailangkung, sialan ithu... Tolong hajhar... Dia untukku... Yaaa..."


Alex menahan tangan Sonya, "Apa kau gila? Aku sedang nyetir!" geram Alex lalu menepis tangan Sonya.


"Kamu... Mau mem, bawaku... Kemana?" tanya Sonya dan Alex mengabaikannya, pikirannya masih diselimuti kemarahan karena kejadian di club tadi.


Alex tidak suka melihat Sonya bersama pria lain, apalagi disentuh pria lain. Sonya miliknya, dan hanya akan menjadi miliknya.


Sonya langsung lari ke kamar mandi sesampainya mereka di Apartment, memuntahkan seluruh isi perutnya di kloset, terlalu banyak minum membuatnya pusing dan mual.


Dengan langkah gontai Sonya keluar dari kamar mandi, dan Alex sudah menunggunya di depan pintu, "Minggir!" seru Sonya sambil mendorong Alex, tapi Alex bergeming.


"Minggir... Kamu dengar, tidhak... Minggir!"


Alex menarik tangan Sonya dan mendorongnya ke tempat tidur hingga jatuh terlentang dengan kedua kaki menjuntai ke lantai, "Mau menjelaskan sesuatu?" tanya Alex sambil melingkarkan tangannya di depan dadanya.


"Me... Menjelaskan apa?"


"Kenapa Ryo dan Owen bisa ada di sana bersamamu?"


"Ryo... Owen... Oohh mereka... Menghiburku..." jawab Sonya sambil berdiri tapi Alex mendorongnya lagi dan Sonya kembali jatuh terlentang.

__ADS_1


"Kenapa kau butuh dihibur?" tanya Alex sambil menyipitkan kedua matanya.


"Yaa karena aku sedang butuh dihibur..." jawab Sonya santai.


"Kenapa kau butuh dihibur?" Ulang Alex.


"Aarrgghh....Kamu memang tidak peka!!" rajuk Sonya, ia naik ke tempat tidur dan menutup dirinya dengan selimut sampai ke ujung kepalanya.


Alex bergegas ke sisi tempat tidur Sonya, berusaha menurunkan selimutnya, tapi Sonya menahannya sekuat mungkin.


"Kenapa sih kau selalu merajuk seperti anak kecil Son?!" keluh Alex kesal.


"Aku tidak merajuk... Aku sedang kesal..."


"Kesal sama siapa?"


"Sama kamu lah... Dasar Makhluk paling tidak peka sedunia!!"


"Memangnya aku salah apa sama kamu? Kamu yang tadi tiba-tiba marah sama Icha!" geram Alex.


Sonya membuka selimutnya lalu duduk bersandar pada kepala tempat tidur, dan memberikan tatapan membunuh ke Alex, "Icha? Kamu memanggilnya Icha? Sudah akrab ternyata kalian berdua yaa? Sudah sejauh mana hubungan kalian berdua?"


"Kamu memanggilnya Icha dengan manis, sedang kamu memanggilku Son!! Kamu lebih akrab sama dia daripada sama aku!!"


"Karena nama kamu Sonya aku panggil Son, kalau Vanya aku panggil Van..."


"Kenapa Talita tidak kamu panggil Tal... Atau Tali sekalian!!" rutuk Sonya.


Alex membuka mulutnya untuk menjawab, lalu menutupnya lagi, kemudian membuka mulut lagi tapi akhirnya menutup lagi. Ia todak tahu mau menjawab apa.


"Bukannya jawab malah megap-megap... Memangnya kamu ikan apa?"


"Apa kamu sedang cemburu sama Talita Son?" tanya Alex.


"Kalau aku bilang iya kenapa?" tantang Sonya sambil mengangkat dagunya.


Alex menggeleng, "Tidak.... Kamu tidak mungkin cemburu... Kalau kamu cemburu berarti kamu mulai menyukaiku kan? Jadi kamu mulai posesif, Ya kan?"

__ADS_1


"Sekarang aku balik tanya... Kenapa kamu cemburu melihatku bersama Ryo dan Owen? Kenapa kamu melarang mereka menyentuhku? Sial... Bokongku masih terasa sakit sampai sekarang gara-gara mereka melepas rangkulannya dan membuatku jatuh... Semua gara-gara kecemburuanmu!!"


"Cih, siapa yang cemburu... Sedikitpun aku tidak merasa cemburu sama mereka... Jangan mimpi kamu!"


Sonya tertawa hampa, "Baguslah kalau kamu tidak cemburu... Jadi aku bisa tetap berteman baik dengan mereka..."


"Kau harus menjaga sikapmu Son... Kau sudah menikah sekarang!" kata Alex.


"Apa kamu menjaga sikapmu dengan Icha tadi Lex?! Apa kamu menjaga pandanganmu kepada wanita lain? Aku tadi melihatnya Lex... Kamu menatap Icha seolah-olah kamu takut kehilangannya!! Seolah-olah nyawamu bergantung padanya... Kamu menatap penuh cinta padanya!!!" raung Sonya.


"Aku tidak menatapnya seperti itu!!" sanggah Alex.


"Iya kamu menatapnya seperti itu... Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Kamu bahkan membersihkan noda makanan dibibir Icha!!" lanjut Sonya.


"Memangnya kenapa kalau aku melakukan itu? Sam juga melakukannya padamu waktu itu... Sewaktu kalian mengobrol di kafe rumah sakit sambil tertawa-tawa itu... Apa aku cemburu? Tidak tuh..."


Cih tidak cemburu tapi masih mengingatnya dengan jelas!!


"Tapi Sam tidak menatapku seperti kamu menatap Icha... Saat itu Sam hanya menghiburku karena papaku dan setelah aku ditinggal suamiku sesaat setelah dia menikahiku!!" balas Sonya kesal, diingatkan tentang kejadian itu membuat hatinya semakin dongkol. Sonya memicingkan kedua matanya, "Apa saat itu kamu menemui Icha?" tanya Sonya penuh curiga.


"Aku memang bertemu dengannya, tapi itu pun hanya kebetulan...." jawab Alex santai.


"Cih, begitu banyak kebetulan di dunia ini... Dan aku harus percaya begitu saja?"


Alex mengangkat bahunya, "Terserah kau mau percaya atau tidak... Tapi itulah kenyataannya... Dan aku tidak meninggalkanmu, apa kau lupa nona Kei juga dirawat di sana? Tentu saja aku harus menemanin Boss."


Ya sama saja itu juga berarti kamu meninggalkanku demi yang lain Bambang...


"Lalu alasan apa yang membuatmu marah pada Ryo dan Owen tadi? Kalau bukan cemburu lalu apa namanya?" tanya Sonya.


"Aku tidak cemburu sialan!!" jawab Alex keras kepala.


Jelas-jelas tadi Alex terlihat cemburu, sepertinya aku harus membuat dia sadar kalau dia memang sedang cemburu... Aarrgghh Jailangkung sialan ini kenapa susah sekali sih mengakui perasaannya!!


"Kau masih ingat perjanjian yang kubuat sesaat sebelum pernikahan kita Lex? Jika suatu saat salah satu diantara kita menemukan pasangan yang cocok, kita harus segera mengakhiri pernikahan ini, dan membiarkan salah satu dari kita bahagia dengan pilihannya... Apa kamu ingat?" tanya Sonya dan Alex mengangguk.


"Maka dari itu kamu tidak bisa melarangku berhubungan dengan Ryo, Owen atau Sam sekalipun. Kalau salah satu dari mereka bersedia memiliki anak dariku... Aku dengan senang hati akan memilihnya, dan kamu harus membiarkanku bahagia dengan mereka. Seperti Aku juga tidak akan melarangmu untuk mencintai Talita..." tegas Sonya.

__ADS_1


Lalu dalam sekejap mata ia sudah terlentang di kasur dan Alex sudah mengungkungnya dibawahnya, dengan kedua tangan yang menahan tangan Sonya. Sedang tatapannya, terlihat seperti iblis yang sedang marah, Sonya begidik sendiri melihatnya seseram itu.


"Tidak ada satupun wanita yang aku cintai selain Anindira!!! Dan tidak ada yang boleh memilikimu selain aku!! Kamu milikku!!! Aku akan menunjukkan bukti kepemilikanku!!" raung Alex sebelum mencium bibir Sonya dengan kasar.


__ADS_2