Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Masa Lalu


__ADS_3

Alex berada tepat di bawah balkon kamar Sonya, ada pohon besar di samping kamarnya, dengan ranting yang tidak terlalu besar mengarah langsung ke balkon Sonya, Alex sedang mengira-ngira apa ranting itu cukup kuat saat ia naiki nanti?


Karena tidak lucu kalau ia harus terjatuh nantinya, dan mematahkan kaki atau tangannya. Sedang ide lain untuk meminjam tangga juga terdengar sedikit konyol, walaupun lebih aman.


Setelah lama menimbang-nimbang akhirnya Alex membuka sepatunya, dan dengan bertelanjang kaki ia memanjat pohon itu sampai terlihat pintu kamar Sonya yang terbuka, sepertinya Sonya membiarkan pintu itu terbuka dan membiarkan udara sejuk masuk kekamarnya.


Alex menginjak ranting pohon yang mengarah ke balkon,


Kalau aku melangkah dengan cepat, ranting ini tidak akan patah...


Gumam Alex dalam hati.


Setelah menghela nafas panjang, Alex dengan langkah cepat menginjak ranting itu dan langsung loncat dan mendarat dengan mulus di dalam balkon.


Seperti pencuri Alex mengendap-ngendap masuk ke kamar Sonya, dan kamar itu terlihat kosong.


Apa Sonya masih makan malam...?


Lalu terdengar bunyi gemericik air dari kamar mandi, dan Alex langsung menyeringai lebar, "Ah... Sedang mandi rupanya dia..."


Alex duduk manis di kursi santai sambil menunggu Sonya keluar dari kamar mandi. Sejurus kemudian pintu kamar mandi terbuka, dengan hanya mengenakan jubah mandinya Sonya keluar sambil mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk kecil.


"Selamat malam sayang..." sapa Alex sambil membuat Sonya terlonjak kaget,


"Astaga... Kenapa kamu bisa masuk ke kamarku...?!!" pekik Sonya.

__ADS_1


Alex mengangkat bahunya, "Aku lewat balkon... Dan untungnya pintu balkonmu itu tidak di tutup..."


Sonya melirik pintu keluar kamarnya, dan Alex menangkap arah pandang Sonya, jadi secara bersamaan mereka lari ke arah pintu itu. Dengan cepat Sonya membuka kunci dan langsung membuka pintu, tapi Alex keburu mengulurkan tangannya kemudian membanting pintu itu hingga menutup lagi.


Sambil memelototkan matanya Sonya berusaha menggapai handle pintu tapi Alex menahannya, dengan secepat kilat Alex menarik anak kunci itu dan memasukkannya ke saku belakang celana panjangnya.


"Kau tidak bisa kabur lagi Son...!" seru Alex sambil menyandarkan tubuhnya di pintu.


Sonya melangkah mundur sambil menyilangkan kedua lengannya di depan jubah mandinya, lalu menatap tajam mata Alex.


"Kamu mau apalagi Lex... Ingat kita sudah bukan suami istri lagi...! Kamu tidak pantas ada di dalam kamarku malam-malam seperti ini...!!" kata Sonya tajam.


"Aku mau kamu..." sahut Alex sambil tersenyum memikat.


"Aku bukan wanita penghiburmu lagi Lex...!!" geram Sonya.


"Kamu...!! Apa kamu lupa kamu yang mengatakannya dengan jelas kalau aku hanyalah pemuas nafsumu saja...!!"


"Dulu aku memang bodoh... Tidak bisa membedakan antara cinta dan nafsu..." aku Alex.


Sonya tertawa getir, "Cinta...? Mana ada cinta di dalam kamusmu saat ini... Yang ada hanyalah kedukaan yang berkepanjangan...!!"


"Mama dan Papa selalu ribut setiap kali Mama membahas akan membawaku ke Korea... Papa masih sakit hati dengan perlakuan Oma padanya, perkataan dan cemoohan Oma yang membuatnya sakit hati... Serta Papa yang harus merelakan pekerjaannya yang sudah mapan di sana demi harus kembali ke tanah airnya dan memulai hidup baru di sini..."


Entah kenapa Alex tiba-tiba mau bercerita tentang kematian orang tuanya pada Sonya, kejadian yang tidak pernah Alex ceritakan kepada siapapun termasuk Anindira. Dan Alex tidak bisa berhenti cerita karenanya ia langsung melanjutkan lagi,

__ADS_1


"Dan itu bukanlah hal yang mudah, jatuh bangun Papa memulai usaha lagi dari awal tapi tidak ada satupun yang berhasil... Dan Papa selalu menyalahkan Oma atas keterpurukan ekonomi mereka, karena itu juga lah yang menyebabkan Mama dan Papa selalu bertengkar..."


"Pagi itu... Papa mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi saat mengantarku dan Mama ke bandara... Aku dan Mama akan ke Korea untuk bertemu dengan Oma yang tidak pernah aku lihat sekalipun... Mama merasa sudah saatnya aku melihat Omanya... Karena selama itu aku selalu bertanya kenapa aku tidak memiliki kakek dan nenek seperti anak-anak yang lainnya..."


"Karena sibuk bertengkar Papa jadi tidak fokus mengendarai mobilnya, dan tidak melihat mobil depannya yang tiba-tiba melambat... Karena panik Papa membanting stirnya ke kanan..."


Alex mengalihkan pandangannya dari Sonya ke kakinya yang telanjang, Alex tidak ingin Sonya melihat kesedihan dan luka yang masih tertinggal di dalam diri Alex karena kematian orang tuanya itu.


"Kejadiannya begitu cepat dan aku tidak terlalu ingat... Yang aku tahu saat itu posisi mobil sudah terbalik, dan aku merasa badanku seperti remuk, aku merasakan kesakitan di hampir seluruh tubuhku hingga aku tidak dapat menggerakkan anggota tubuhku... Mataku pun sudah mulai kabur, hal terakhir yang aku lihat adalah Papa dan Mamaku yang sudah sama-sama bersimbah darah di kursi depan... Aku ingin bangun untuk menyelamatkan mereka tapi jangankan bangun, berteriakpun aku tidak bisa... Sampai akhirnya aku tidak sadarkan diri..."


Alex mendengar pekikan dan nafas Sonya yang tercekat, tapi ia memilih mengabaikannya. Alex tidak ingin melihat wajah Sonya yang pasti terlihat sedang sedih saat ini, karena kalau Alex melihat Sonya seperti itu, ia pasti tidak akan bisa melanjutkan ceritanya.


Dan Alex harus tetap melanjutkannya, supaya Sonya paham masa lalu apa yang sudah Alex lewati itu.


"Dua minggu aku koma, dinas PA yang yang mengurus semuanya, karena tidak ada satupun keluarga yang aku miliki selain kedua orang tuaku... Dan saat aku kembali sadar ke dunia ini... Mereka memberitahuku kalau kedua orang tuaku sudah meninggal... Yang membuatku teramat sangat menyesal... Kenapa hanya aku yang selamat...? Kenapa Tuhan tidak mengambil saja nyawaku sekalian...? Kenapa aku dibiarkan hidup seorang diri...?"


Sambil terisak Sonya langsung menghambur dan memeluk Alex,


"Sudah... Hentikan... Jangan lanjutkan lagi... Hatiku sakit saat mendengarnya..." isak Sonya.


Alex mendekap erat Sonya, dan menepuk-nepuk punggungnya, "Aku harus melanjutkannya supaya kamu mengerti apa yang menyebabkanku seperti ini..."


Setelah tidak ada jawaban dari Sonya Alex kembali melanjutkan, "Mereka menyerahkan dompet Papa dan tas Mama... Serta cincin yang selalu Mama kenakan, satu-satunya perhiasan Mama yang tersisa karena yang lainnya sudah habis terjual... Cincin yang aku sematkan ke jari manismu ketika kita menikah... Hanya itu yang tersisa dari Mamaku..."


Bab keempat.... Masih masih mau lanjut gak...?😁

__ADS_1


Happy Reading...😘


__ADS_2