
"Anak kita sudah lahir Son... Alson... Yaa aku akan menamakannya Alson..." seru Alex sumringah sambil menghapus keringat dari kening Sonya.
Sonya memaksakan diri untuk tersenyum, "Alson... Kependekan dari Alex Sonya...?" tanyanya dengan suara lemah.
"Iya my queen... Gabungan dari nama kita berdua..." jawab Alex sambil tersenyum lebar dan mengecup ujung kepala Sonya, tangannya memijat lembut otot-otot kaku Sonya di bahunya.
"Terus ajak Sonya bicara Lex, jangan sampai dia tertidur..." seru dokter Elsya sambil melakukan apapun yang harus ia lakukan pada area pribadi Sonya, dan Alex mengangguk.
"Alson apa...?" tanya Sonya lagi, sambil menikmati pijatan lembut Alex di bahunya.
"Alson...."
"Amartya Seth...!" seru oma memotong pembicaraan Alex sambil membuka pintu ruang tidur presidential suite itu, dan dokter Sam mengekor di belakangnya.
"Maaf Lex aku tidak bisa mencegah Omamu untuk masuk kesini...!" seru Sam.
"Tidak akan ada yang bisa melarang Omaku Sam..., kalau nenek tua itu sedang ada maunya... Dan keluar kau sekarang... Jelas-jelas aku sudah melarang pria manapun selain aku untuk masuk ke dalam sini... Dokter atau perawat pria sekalipun...!!" hardik Alex.
"Cih, posesif sekali kau..." rutuk dokter Sam, "Iya aku keluar sekarang..." lanjutnya setelah melihat pelototan tajam mata Alex, kemudian menutup rapat lagi pintu itu.
Pandangan tajam Alex beralih dari pintu ke omanya yang sedang jalan menghampiri mereka.
Alex menggeleng, "Tidak... Aku tidak akan mau memberikan nama itu pada anakku...!" tolak Alex dengan penuh keyakinan.
"Oh dear Sonya... Terima kasih sudah melahirkan cicit pertamaku dengan selamat..." ujar oma mengabaikan penolakan Alex, sambil mencium pipi Sonya yang basah dengan keringat.
"Iya Oma... Walaupun aku ingin sekali membunuh cucu Oma itu tadi..." balas Sonya sambil menyeringai lebar dan Oma langsung terkekeh pelan.
"Biar Oma yang akan membunuhnya kalau dia tidak mau memakai nama keluarga Oma untuk anak pertamanya...!!" cibir oma.
"Oma mau mengancamku seperti apapun aku tetap tidak akan mau memakai nama keluarga itu...!" geram Alex.
"Oh kau harus memakainya Alex Amartya Seth...!" oma bersikeras.
__ADS_1
"Aku Alex Adipramana... Bukan Alex Amartya Seth...!" ralat Alex kesal.
"Justru karena kau sudah mengubah namamu itu..., kau harus memberikan nama keluarga kita pada anakmu... Cicitku...!!" seru oma dengan keras kepala.
Alex mengangkat bahunya dengan sikap acuh, "Siapa suruh kau membuang Mamaku dulu...! Sekarang nikmatilah nama keluargamu dari garis keturunanmu berakhir di Mamaku..." Alex tetap bersikeras menolaknya, dan kembali memberikan pijatan lembut di bahu Sonya.
Dokter Elsya tampak memutar kedua bola matanya, "Ya Tuhan... Baru kali ini aku membantu proses kelahiran seseorang dengan penuh drama keributan seperti ini... Dari awal hingga akhir..." katanya sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Alex dan oma langsung terdiam, mungkin merasa tidak enak hati pertengkaran mereka disaksikan orang lain.
"Ahh, itu mereka membawa cicitku..." seru Oma.
Perawat dan team dokter yang sudah selesai melakukan tindakan dan prosedur yang harus mereka lakukan kepada bayi yang baru lahir, dengan dokter spesialis anak yang juga ikut turut memantau, sedang membawa Alson ke arah mereka untuk Sonya susui pertama kalinya.
Alex turun dari hospital bed, tangannya dengan sigap menekan tombol untuk menaikkan sedikit bagian atas hospital bed itu, kemudian dengan perlahan merebahkan Sonya.
Perawat itu meletakkan Alson di atas dada Sonya, membuat rasa kantuk, lelah dan rasa sakit selama proses kelahiran Sonya langsung menghilang seketika, berganti dengan rasa haru dan kebahagiaan yang membuncah di dalam dadanya.
Mereka membiarkan bayi mungil itu mencari sendiri put*ng susu Sonya, mulut mungilnya bergerak di sekitar Put*ng Sonya mancari-cari sumber makanan utamanya, dan air mata bahagia Sonya kembali menetes saat Alson berhasil mengisap put*ngnya dengan keras.
"Tekan sedikit kepala dedek seperti ini ya Nona... Untuk pelekatan yang sempurna, karena mulut dedek harus menutupi seluruh areola Nona, bukan hanya put*ngnya saja..." jelas perawat tadi sambil memperagakan cara penekanannya.
"Baik Sus..." balas Sonya sambil tersenyum.
Sonya merasakan put*ngnya dekat sekali dengan langit-langit mulut bayinya yang lembut itu, dagu Alson menempel pada payudaranya, dan kepalanya seperti mendongak.
"Usahakan juga posisi tubuh, kepala dan pundak dedek berada dalam satu garis lurus menghadap Nona yaa... hingga perut dedek menempel ke perut Nona..." lanjut perawat itu, dan Sonya mengangguk.
Sonya dan Alex terus memandang penuh haru proses menyusui dini itu, pun demikian dengan oma, ia tersenyum sambil menyeka air mata bahagia dari sudut mata tuanya.
Dan setelah Alson kenyang dan berhenti mengisap put*ngnya, perawat itu menekan tombol untuk menaikkan bagian atas hospital bed, jadi Sonya setengah duduk tegak.
"Sekarang gendong dedek menghadap Nona, seperti ini... Dagunya ada di atas pundak Nona yaa... topang bagian bawah dedek dengan tangan kiri Nona, dan tangan Nona menepuk-nepuk punggung dedek dengan lembut..." seru perawat itu dan tangan kanan Sonya langsung menepuk lembut punggung Alson.
__ADS_1
"Seperti ini...?" tanya Sonya.
"Iya benar Nona..." jawab perawat itu sambil tersenyum.
Setelah hampir dua menit, akhirnya Alson sendawa juga, dan memuntahkan sedikit ASInya, membuat Alex langsung terlihat panik.
Perawat tadi dengan sigap langsung membersihkan gumohan Alson dari pundak dan punggung Sonya, dengan handuk kecil yang sepertinya sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi kejadian ini.
"Kenapa Alson muntah...? Apa dia sakit...?!!" tanyanya dengan penuh khawatir.
"A... Alson muntah...? Apa aku terlalu kencang menepuk-nepuknya...?" tanya Sonya tidak kalah panik dan khawatirnya dengan Alex.
"Itu namanya gumoh atau biasa juga di sebut dengan gastroesophageal reflux Tuan... Nona... Karena kerongkongan bayi belum berkembang sepenuhnya, cincin otot di ujung atas perut tidak menutup dengan benar. Jangan khawatir karena gumoh akan menghilang setelah bayi mencapai usia satu tahun." jelas Helen, dokter spesialias anak yang ditunjuk Sam menjadi salah satu team medis.
"Yang harus diwaspadai kalau cairan gumoh berwarna kuning, hijau atau merah karena disertai darah, dan si kecil terlihat kesulitan dan kesakitan saat gumoh, segera bawa ke rumah sakit..." lanjut Helen lagi.
Sonya dan Alex langsung menghela nafas lega secara bersamaan, "Terima kasih infonya dok..." ujar Sonya.
"Sudah kewajiban saya untuk menjelaskannya Nona... Baiklah kalau begitu kami permisi dulu... Sus segera hubungi saya kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan..." seru Helen ke perawat yang sedang mengambil Alson dari Sonya untuk melakukan prosedur selanjutnya.
"Baik Dok..." sahut perawat itu.
"Selamat menjadi orang tua baru Lex... Sonya... Selamat begadang..." seru Elsya sambil menepuk pundak Alex dan terkekeh pelan, sebelum ikut melangkah keluar dari ruangan itu.
"Terima kasih Sya..." balas Alex dan Sonya bersamaan.
Alex membantu Sonya mengenakan kembali pakaiannya, sementara oma terus membuntuti perawat yang sedang mengurus cicitnya itu, sambil mengoceh panjang lebar tentang pantangan dan mitos pada bayi yang sudah ada sejak zaman dahulu kala.
"Kau lelah my queen...?" tanya Alex sambil tersenyum lembut dan menyelipkan rambut Sonya ke balik telinganya.
Dan untuk pertama kalinya Sonya melihat lengan Alex yang terbuka, karena kemejanya digulung sampai batas siku.
"Ya Tuhan Lex... Kenapa lenganmu itu...?!!" pekik Sonya.
__ADS_1
Alex langsung melihat kedua lengannya itu, nyaris di sekujur lengannya penuh dengan bekas goresan kuku Sonya, "Oh ini hadiah terindah setelah Alson dari kucing liarku..." sahut Alex sambil menyeringai lebar.