
"Kenapa aku belum memintamu untuk tidur di kamarku? Karena aku tidak bisa berada di satu tempat denganmu tanpa menyentuhmu... Apalagi aku tahu, kamu terbiasa tidur tanpa busana... Berapa kali aku masuk ke kamarmu dan mendapati selimutmu tertarik ke bawah, dan aku kembali membetulkannya. Sekuat tenaga aku menahan gairahku untuk tidak menidurimu saat itu juga, apa jadinya kalau setiap malam kamu ada di sebelahku?"
Ya Tuhan.... Ternyata seperti itu... Aku sudah salah paham... Aaarrggghh...
Dan seperti bisa membaca jalan pikiran Sonya, Alex langsung bertanya dengan suara dalamnya yang terdengar seksi itu, "Kenapa wajahmu berubah seperti itu? Merasa malu sudah berburuk sangka padaku? Atau malu karena menegaskanku maho? Aku akan buktikan padamu nanti seberapa mahonya aku..."
"Maaf..." kepala Sonya tertunduk sangat rendah, nyaris mencapai dadanya, hingga Alex hampir tidak bisa mendengar permintaan maafnya.
"Habiskan makananmu, kamu membutuhkannya untuk menambah tenagamu..." seru Alex sambil tersenyum licik.
Sonya mendongak ingin membantah, tapi tatapan Alex yang sedang memikatnya membuat Sonya mengurungkan niatnya, dengan patuh ia kembali makan pizza di depannya itu. Dan Alex memakan spaghettinya, tatapan mata Alex yang tak pernah lepas dari wajahnya, membuat Sonya salah tingkah, berapa kali pizza yang sedang ia kunyah itu nyaris masuk ke jalur yang salah.
Kenapa Jailangkung itu selalu menatapku sih? Apa dia sedang merencanakan sesuatu untuk membalasku?
Alex melambaikan tangannya memanggil salah satu pelayan, "Pronto, si puo aiutarti? (Halo, ada yang bisa saya bantu?)" tanya pelayan itu.
"Il conto, per favore. (Tolong bonnya.)" jawab Alex.
"Momentino." seru pelayan itu sebelum meninggalkan mereka dan kembali lagi dengan billing ditangannya, dan menyerahkannya ke Alex.
"Vorei pagare con la carta di credito." Alex menyerahkan kartunya, dan pelayan itu mengambil mesin EDC dari saku belakang celananya, kemudian menggesek kartu Alex disana. Setelah Alex menekan pinnya strukpun keluar dari EDC itu.
"Grazie..." seru pelayan itu sambil menyerahkan struk ke Alex.
"Prego, signore." balas Alex.
Setelah meninggalkan uang tips di meja, Alex menawarkan lengannya untuk di rangkul Sonya. Dan tanpa banyak pikir lagi Sonya langsung melingkarkan lengannya di lengan Alex.
"Masih kedinginan?" tanya Alex.
Sonya menggeleng, "Sinar mataharinya lumayan membantu... Dan anggur tadi juga lumayan menghangatkanku..." jawab Sonya.
"Mau mengelilingi danau ini dengan menyewa boat?"
__ADS_1
Sonya mengangguk antusias, "Kamu mau membawanya sendiri atau dengan drivernya?" tanya Sonya.
"Mereka tidak akan membiarkan turis membawa sendiri boat mereka Son. Harga boatnya sama dengan harga satu mobil ferrari atau villa kecil di sekitar sini... Jadi ketika kita menyewanya itu sudah satu paket dengan drivernya." jawab Alex sambil terkekeh.
"Pasti sewanya mahal..." gumam Sonya.
"Sebanding dengan pemandangan yang akan kamu dapatkan nanti. Tunggu di sini sebentar..." seru Alex.
Alex mendekati salah satu counter tempat ia menyewa boat itu, tidak lama kemudian sambil menyeringai lebar ia kembali ke Sonya.
"Kita beruntung masih ada boat yang tersisa... Musim dingin jarang ada turis yang kesini... Tapi kalau diluar musim ini, kita harus booking satu hari sebelumnya, bahkan bisa lebih kalau sedang peak season." kata Alex sambil menuntun Sonya dan membimbingnya naik ke atas boat sewaan itu.
"Buongiorno. Come stai? (Selamat siang. Apa kabar?)" tanya driver itu.
"Buongiorno.Bene, grazie. (Selamat siang, baik terima kasih.)" jawab Alex.
"Di Che nazionalità sei? (Warga negara apa?)"
"Il tuo paese mi piace molto. (Saya sangat menyukai negara anda.)" seru driver itu.
"Grazie..." balas Alex sambil tersenyum.
Setelah itu driver itu menjelaskan dalam bahasanya, dan Alex menerjemahkannya untuk Sonya. Driver itu salah satu penduduk lokal, jadi dia sudah hafal tiap sudut dan setiap desa yang berada di pulau ini. Termasuk nama-nama pemilik villa besar yang ada di tepi danau, salah satunya villa milik selebriti A-list hollywood.
Saat melihat rumah-rumah penduduk yang berwarna-warni, Sonya jadi merasa seperti berada di dalam film-film. Dengan pemandangan yang sangat indah, perbukitan yang asri, villa indah dan taman cantik para selebriti dan kaum jetset dunia dengan desain arsitektur mewah dan berkelas, bertebaran di sekitar danau ini. Rasanya Sonya ingin tinggal selamanya di sini, apalagi dengan Alex yang seperti ini.
"Kita tidak turun dan menjelajah desa-desa itu Lex?" tanya Sonya.
"Kita hanya mengelilingi danau saja Son. Kalau kamu mau, besok kita bisa menjelajahinya, hari ini tidak akan keburu menjelajahi semuanya, ditambah lagi kamu tidak membawa sarung tanganmu...."
Sonya mengangguk setuju, "Baiklah..."
Alex benar, berada di tengah danau ini, dengan boat yang berjalan, udara terasa semakin dingin. Dan tanpa Sonya sadari, badannya kembali gemetar.
__ADS_1
Alex membalik badan Sonya dan memeluknya dari belakang, "Kamu kedinginan lagi kucing liarku?" bisik Alex dan Sonya mengangguk.
"Aku Sonya bukan kucing..." protes Sonya.
"Tapi jejak yang kamu tinggalkan dipunggungku itu mirip sekali dengan cakaran kucing..." kata Alex, menyingkirkan rambut Sonya dari samping lehernya, dan menyusuri leher jenjangnya itu dengan bibir Alex, membuat Sonya menggelinjang geli.
"Geli Lex..." seru Sonya sambil terkikik. Tapi kikikannya berubah menjadi desahan pelan ketika Alex membalik lagi badan Sonya dan mencium bibirnya.
Awalnya pelan dan lembut, tapi lama kelamaan menjadi ciuman dalam dan memburu, kedua tangan Alex menangkup bokong Sonya, dan mendorongnya merapat ke Alex, membuat bukti gairah Alex menekan perut bawahnya.
Sonya merangkulkan tangannya ke leher Alex, menikmati tiap ciuman Alex di bibirnya, pipi, lehernya, dibagian manapun yang di lewati bibir Alex itu mampu membangkitkan semua inderanya. Sonya mengerang keras, lalu Alex menahannya dengan bibirnya, dan tertawa di bibir Sonya.
Sial kenapa Jailangkung itu tertawa diaaat yang tidak tepat?
Alex membenamkan wajah Sonya ke dadanya, "Kenapa kamu ketawa?" rajuk Sonya.
"Aku takut eranganmu itu membuat driver kita menjadi tidak fokus membawa boatnya Son."
"Memangnya dia bisa mendengarnya?" tanya Sonya ragu-ragu sambil melirik drivernya itu.
"Kau mengerang dan mendesah kencang sekali tadi Son, mirip sekali dengan kucing mau kawin..." goda Alex sambil terkekeh.
Sonya memukul dada Alex dengan kepalan tangannya, "Siapa suruh kamu menciumku seperti itu!"
"Aku justru senang mendengarnya Son... Tapi jika kita sedang dikamar, bukan di sini. Aku yakin driver itu akan langsung mencari istrinya setelah tour kita ini selesai, itu pun kalau dia sudah memiliki istri.... Kalau belum yaa aku turut bersedih untuknya.."
"Lebay kamu..."
"Percayalah, suara desahanmu itu mampu membangkitkan gairah pria yang mendengarnya Son, sekuat apapun pria itu menahannya."
"Termasuk pria dingin dan kaku seperti kamu?" ledek Sonya.
"Ya... termasuk pria seperti aku..." seru Alex dengan suara serak.
__ADS_1