Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Alex Takut?


__ADS_3

Seminggu sudah Alex dan Sonya kembali dari pulau X, kehidupan mereka masih sama saja dengan sebelum ke pulau X. Kamar tidur mereka masih terpisah, dan Alex belum meminta Sonya untuk pindah ke kamarnya.


Entah karena kehebohan saat malam pertama mereka, Alex takut Sonya membantingnya lagi? Atau Sonya kurang memuaskannya, atau memang karena Alexnya yang terlalu dingin?. Alex tidak pernah meminta hak nya lagi pada Sonya. Dan tentu saja Sonya pun tidak mau merendahkan diri untuk memintanya terlebih dahulu, mau sebesar apapun hasratnya pada Alex.


Mereka berdua seperti kembali lagi ke titik awal pernikahan mereka, kembali canggung, tapi setidaknya seminggu ini tidak ada satu hal pun yang membuat mereka ribut lagi.


Bagaimana mau ribut kalau mengobrol saja hanya saat makan pagi dan malam saja, itupun hanya mengobrol ala kadarnya saja.


Sial Jailangkung kutub itu... Dia memberiku kenikmatan hingga aku ingin mengulanginya lagi dan lagi... Tapi dianya sekarang kembali dingin dan menjaga jarak seperti itu...!!


gerutu Sonya dalam hati sambil memberikan tatapan tajam ke Alex, yang sedang menikmati makan paginya.


"Siang ini kita ke kafe." kata Alex memecah kesunyian diantara mereka.


"Apa kamu lupa Lex? Hari ini bukan jadwalnya Boss ke kafe..." sahut Sonya malas-malasan.


"Memang bukan, tapi Nona Kei meminta kita menemaninya membeli perlengkapan bayi."


"Perlengkapan bayi..." ulang Sonya sambil mengkerutkan keningnya.


Ah iyaa... Hari ini tepat usia kandungan Kei tujuh bulan, sudah tidak sabar sepertinya dia membeli perlengkapan bayinya.


"Baiklah kalau begitu... Oh iya Lex... Mobilku kemarin mogok dan sekarang masih di bengkel... Jadi hari ini aku boleh ikut mobilmu ke kantor..." tanya Sonya.


"Sudah berapa kali ku bilang, sudah waktunya kau mengganti mobil tuamu itu." gerutu Alex.


"Kamu tidak perlu menghina mobilku, itu peninggalan Mamaku. Ya sudah aku naik taksi online saja..." rutuk Sonya.


Dan pada akhirnya, Sonya berada di dalam mobil Alex, Sonya berkali-kali menurunkan rok peplumnya yang tertarik ke atas ketika ia duduk tadi, gerakan yang terlihat dari sudut mata Alex.


"Sejak menghandle proyek baru dengan Ryo, kau selalu memakai rok pendek Son. Apa kau ingin menggodanya?" tanya Alex.


Sonya memutar kedua bola matanya, "Ini pertanyaan yang sama untuk kesekian kalinya yang kamu tanyakan ke aku Lex... Dan jawaban aku tetap sama... Aku..."


"Iya... Iyaa... Masalah gocapan kan? Cih, wanita dan perang dingin yang aneh." potong Alex.


Sonya menatap Alex dengan kedua mata yang disipitkan, "Jangan bilang kamu cemburu dengan Ryo..."


"Cih, jangan kepedean kau."

__ADS_1


"Ya makanya jangan tanya masalah rok lagi... Giliran hal yang lebih penting saja tidak kamu tanyakan...?" gumam Sonya kesal.


"Hal penting apa maksudmu?" tanya Alex.


"Sudah lupakan saja... Aku hanya asal bicara tadi..."


Sesampainya di depan lobby kantor, Sonya turun dan sengaja menutup pintu mobil Alex sekencang mungkin, untuk menegaskan kekesalannya pada Alex.


Dasar Jailangkung sialan...! Giliran rok di perhatikan, tapi bini mupeng di cuekin... Huft!!


**********


Ada perasaan aneh yang mengusik hatinya ketika Sonya melihat baju-baju bayi itu, terutama baju anak perempuan, lucu-lucu sekali.


Sonya beralih ke bagian kaus kaki, yang tidak kalah cantiknya dengan baju-bajunya. Sonya jadi membayangkan membeli kaus kaki ini untuk anak-anaknya nanti.


"Apa kau akan segera menyusul...?" goda Kei, membuyarkan lamunan Sonya.


"Apaan sih... Jailangkung itu terlalu bodoh untuk bisa membuat anak..." cibir Sonya.


Baru sekali bikin saja sudah kapok dia, tidak mau minta lagi sama aku... Lagipula rajin bikin pun akan percuma, Jailangkung itu menyuruhku minum pil KB...!!


Sonya selalu berbalas chat dengan Kei setiap hari, dan Sonya juga cerita kalau Alex tidak menyentuhnya lagi setelah pulang dari pulau X. Jadi wajar saja kalau saat ini Kei jadi terkikik geli, membuat Sonya melotot kesal ke sahabatnya itu.


"Senang sekali kamu ngetawain kesialanku karena menikahi Jailangkung kutub itu..." rutuk Sonya.


Alex sedang mengobrol dengan Hardhan ketika ia melihat Sonya dan Kei sedang memilih kaus kaki bayi. Alex berpikir Sonya pasti juga menginginkan bayi, sama halnya dengan wanita lainnya. Hal yang tidak bisa Alex berikan untuk Sonya.


Hardhan melihat arah pandangan Alex, "Apa benar kau di smackdown Sonya pada malam pertama kalian...?" tanya Hardhan sambil terkekeh, lalu menepuk-nepuk pundak Alex, "Sudah tidak perlu dijawab, saya mau menghampiri Kei..." lanjut Hardhan sambil tergelak, lalu meninggalkan Alex.


Sial...!! Sonya pasti cerita ke Kei...!


Melihat Sonya sendirian, Alex langsung menghampirinya, "Kau menceritakan malam pertama kita ke Nona Kei...?" tanya Alex.


"Kei terus mendesakku... Jadi yaa aku cerita..." jawab Sonya santai sambil memilah kaus kaki bayi.


"Apa kau harus cerita kalau kau membantingku...?!" geram Alex, Sonya mengangkat bahunya, "Tidak ada rahasia antara aku dan Kei..." jawab Sonya, kemudian menatap tajam mata Alex, "Kenapa? Kamu malu...?"


"Tidak."

__ADS_1


"Mumpung kita sedang membahas itu... Kamu jadi takut menyentuhku lagi kan...? Makanya kamu tidak mau meminta hakmu lagi... Atau apa aku kurang memuaskanmu...?" tukas Sonya.


"Jadi itu yang ada di dalam pikiranmu, aku tidak menyentuhmu lagi karena aku takut kau banting lagi...?"


"Kalau bukan itu alasanmu... Berarti hanya tinggal satu kemungkinan lagi, aku kurang memuaskanmu.... Ya kan..." tebak Sonya terdengar nada kecewa di dalam suaranya.


Alex baru akan menjawab Sonya ketika Hardhan memanggilnya, Alex memberikan tatapan kesal pada Sonya sebelum balik badan menghampiri Hardhan.


Setelah menyelesaikan transaksi, Alex melihat Galang dan keluarganya sedang berhadap-hadapan dengan Hardhan dan Kei, Sonya istri bar-barnya itu dengan sigap berdiri di sisi Kei satu lagi.


Alex dan anak buahnya mengawasi mereka dari jarak dekat, hanya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.


Tidak berselang lama, Hardhan meminta mereka untuk kembali ke kafe, tapi Galang minta waktu untuk berbicara dengan Kei. Tentu saja Kei dengan tegas menolaknya.


"Bacot kau...! bilang saja kau yang mau ngomong sama Kei...!! Mati saja kau sana...!!" hardik Sonya ke Galang, seperti biasanya, selalu membela sahabatnya, Kei.


"Sial kau Sonya...!! Kau saja yang pergi ke neraka sana...!!" teriak Galang kesal.


Melihat Galang memaki Sonya membuat amarah Alex naik, dengan nafas memburu Alex menghampiri Galang dan langsung mencengkeram lehernya,


"Jaga bicaramu dengan istri saya...! Dan ini peringatan terakhir...!! Sekali lagi kalian mengganggu Nona Kei, tidak seperti boss, saya tidak akan berbelas kasihan pada kalian...!!" ancam Alex sebelum mendorong Galang hingga jatuh terjengkang.


Dengan langkah santai Alex menyusul yang lainnya, Hardhan tiba-tiba menghentikan langkahnya, menunggu Alex sampai ke dekatnya.


"Lex, lusa kau cuti untuk bulan madu yaa..." ujar Hardhan...


"Bulan madu...?" tanya Alex bingung.


"Aku sudah booking tiket pesawat dan hotel selama kau di Italia... Untungnya Visa Schengenmu dan Sonya masih berlaku jadi tidak perlu urus visa lagi."


Bulan madu...? gumam Alex, lalu matanya menatap tajam punggung Sonya, Wanita itu pikir aku tidak mau menyentuhnya karena aku takut padanya...? Cih, awas kau yaa...


"Terima kasih Dhan... Sudah menyiapkan bulan madu untukku...!" seru Alex sambil terus menatap punggung Sonya.


"Dhan... Kau barusan memanggilku Dhan Lex...?" tanya Hardhan tidak percaya.


Alex langsung menatap Hardhan, "Mungkin kau salah dengar Boss..." elak Alex.


Hardhan menggeleng, "Tidak... Aku tidak salah dengar. Kau memang memanggil namaku tadi..." tegas Hardhan lalu memeluk Alex, "Sudah bertahun-tahun kau tidak memanggilku seperti itu Lex... Aku senang sekali saat mendengarnya tadi."

__ADS_1


Benarkah aku memanggil namanya...?


__ADS_2