
Sonya duduk di depan balkon kamar Oma yang menyuguhkan landscape kota Seoul, udara di Pyeongchang-dong ini lebih bersih dan sejuk khas pegunungan, membuat suhu udara di derah ini lebih dingin dua sampai tiga derajat dari pusat kota Seoul. Bahkan kata Oma, penduduk di perumahan ini tidak memerlukan AC sekalipun sedang berada di musim panas.
Dengan sponsor dari Oma dan Joon-Tae, dalam waktu satu minggu Sonya berhasil mendapatkan izin tinggal sementara di Korsel, jadi sekarang ia sudah bisa sedikit bernafas lega, dan tidak terburu-buru ke Pulau Jeju.
"Dari sini berapa menit sampai ke pusat kota Oma...?" tanya Sonya ketika Oma sudah bergabung lagi dengannya setelah tadi izin ke kamar mandi.
"Sekitar lima belas menit... Kalau kau mau kau bisa main ke apartment Joon-Tae di Itaewon, di sekitar Apartmennya banyak kuliner autentik dari berbagai negara termasuk Indonesia... Mungkin kau sudah kangen dengan masakan Indonesia dan ingin mencobanya..."
"Iya aku mau... Oma ikut yaa..." bujuk Sonya.
"Oma lebih suka di rumah, kau saja yang jalan dengan Joon-Tae yaa..."
Dan tidak lama kemudian yang sedang jadi bahan pembicaraan datang, Joon-Tae memarkir mobilnya di tempat biasa, kemudian Joon-Tae mendongak, matanya menangkap sosok Sonya yang sedang melambaikan tangan padanya.
"Tetap di sana... Kau harus menemaniku keliling Seoul sesuai janjimu..." teriak Sonya.
"Ok... Turunlah sekarang..." balas Joon-Tae.
"Oma aku jalan dulu yaa..." seru Sonya sambil mencium pipi Oma.
"Kenapa dadakan minta keliling Seoulnya...?" tanya Joon-Tae ketika mobilnya sudah keluar dari mansion Oma.
"Aku mau cari kado buat ulang tahun Oma besok..." jawab Sonya, "Kira-kira apa yaa yang Oma suka...?"
"Kau akan memberinya cicit saja itu sudah kado terindah untuknya... Halmeoni selama ini hidup dalam kesepian... Mungkin kehadiran cicitnya akan membuatnya bahagia di usia senjanya..."
__ADS_1
"Hmm... Joon-Tae. Apa kau tahu tentang Alex...?" tanya Sonya ragu-ragu.
"Ya aku tahu... Halmeoni selalu menunjukkan padaku foto-foto Alex yang dikirim tante Youra bersamaan dengan surat-suratnya. Dia selalu menantikan surat-surat tante Youra itu..."
"Tapi... Kenapa Oma tidak datang menjenguk anak cucunya...? Tidak masalah Oma tidak menyukai papa Alex, tapi anak cucunya kan darah dagingnya sendiri..."
"Halmeoni masih dididik dengan kebiasaan lama tentang betapa pentingnya bobot, bibit dan bebet dari calon menantu... Dan sebenarnya sampai sekarang pun masih banyak orang tua yang seperti itu... Itu makanya di sini masyarakatnya sudah mulai tidak tertarik dengan pernikahan, selain faktor orang tua tadi... individunya juga sudah terbiasa hidup mandiri dan bebas."
"Dan Halmeoni kecewa berat saat tahu tante Youra tetap menikahi papa Alex, Tapi semarah-marahnya orang tua... Anak tetap lah anak... Halmeoni marah hanya sebentar setelah itu itu ia berharap tante Youra kembali lagi ke rumahnya dan Halmeoni bersedia menerima papa Alex. Tapi sepertinya tante Youra menganggap serius perkataan Halmeoni yang keluar dari mulutnya saat sedang di kuasai amarah itu, tante Youra memilih menetap di Indonesia, dan tidak sekalipun menjenguk Halmeoni, karena kekeras kepalaan keduanya hubungan ibu dan anak itu jadi terputus..."
"Sebenarnya sebelum bercerai aku ingin mempertemukan Oma dengan Alex kembali... Tapi dengan keras kepalanya Alex selalu menolak bertemu Oma... Sedang sekarang rasanya lebih mustahil lagi... Selain itu aku tidak ingin Alex mengetahui keberadaanku... Apalagi tentang anak yang sekarang sedang aku kandung ini... Biarlah aku dan babyku ini yang akan menggantikan Alex menemani Oma... Next setelah lahiran dan mendapat pekerjaan, aku akan memboyong juga papaku ke sini..."
**********
"Aku benci Alex Oma... Hiks... hiks... Aku benci dia...! Dia yang menyuruhku minum pil itu...!" isak Sonya.
Oma membantu Sonya berdiri, lalu menuntunnya ke tempat tidur, "Setiap wanita hamil di trimester pertama memang akan mengalami morning sickness Sonya... Mau wanita itu minum pil penunda kehamilan atau tidak... Dan kau masih termasuk beruntung karena mual-mualnya hanya sampai jam sepuluh pagi saja... Selebihnya tidak lagi... Karena ada wanita hamil yang mengalami mual sepanjang hari..."
"Aku juga jadi cengeng Oma..."
"Itu karena hormon kehamilan... Kau harus sabar yaa... Mudah-mudahan di trimester kedua nanti semua itu perlahan akan menghilang..." kata Oma menenangkan Sonya.
"Aku tiba-tiba merindukan dia Oma... Tapi sekaligus membencinya... Dan aku masih takut kalau Alex tahu aku di sini dia akan memaksaku kembali ke Indonesia... Dan aku takut dia benar-benar akan memaksaku menggugurkan kandunganku...!! Aku sudah kehilangan Alex Oma... Aku tidak mau kehilangan anakku juga..." Sonya terisak lagi.
"Oma tidak akan tinggal diam sayang... Oma akan mencegahnya... Tapi katamu tidak ada satupun yang tahu rumah Oma termasuk sahabatmu... Jadi seharusnya itu membuatmu sedikit lebih tenang..."
__ADS_1
"Tetap saja aku khawatir Oma... Aku tetap harus waspada..."
"Sepertinya hari ini kau sedang bad mood... Apa Oma batalkan saja pesta ulang tahun Oma nanti malam...?" tanya Oma.
Sonya menggeleng, "Jangan Oma... Undangan sudah di sebar... Lagipula aku sudah menjanjikan satu dansa untuk Joon-Tae nanti dia kecewa..." jawab Sonya sambil tersenyum.
"Ya sudah sekarang kau istirat dulu yaa... Biar nanti malam kau bisa lebih fit lagi... Oma akan mengenalkanmu sebagai cucu Oma nanti di depan teman-teman dan saudara Oma..."
Dan Oma tidak main-main dengan perkataannya, dari awal pesta ulang tahunnya yang di gelar secara megah di mansion Oma itu, Sonya di bawa kesana-kemari, di kenalkan dengan rekan bisnis Oma dan juga kerabatnya, Mama dan Papanya Joon-Tae juga terlihat hadir, tadi Sonya sempat di perkenalkan pada mereka walau hanya sebentar, karena Oma sudah menyeret Sonya kembali ke kerabat yang lainnya.
Dan saat pianis memainkan lagu I've Got You Under My Skin dari Frank Sinatra, Joon-Tae menghampiri Sonya dan mengulurkan tangannya, mengajak Sonya berdansa.
Sambil tersenyum manis Sonya menyambut tangan Joon-Tae yang langsung menarik Sonya dan bergabung dengan pasangan dansa lainnya.
Joon-Tae mulai menempatkan tangannya di pinggang kiri Sonya, tangan kirinya menggenggam lembut tangan kanan Sonya, lalu mengangkat tangan mereka hingga bahu. Sementara Sonyai menempatkan lengan kirinya di bahu Joon-Tae, dan Joon-Tae mulai memimpin gerakannya, melakukan gerakan step touch bersama mengikuti ketukan musik.
"Halmeoni bilang pagi tadi kau mual lagi...?" tanya Joon-Tae.
"Biasa sekarang jadi setiap pagi aku seperti itu... Dan akan membaik di atas jam sepuluh..." jawab Sonya.
Mereka terus berbincang sampai musik berhenti dan sambil saling melempar tawa Sonya dan Joon-Tae kembali menghampiri Oma,
"Boleh aku berdansa denganmu...?" tanya seseorang di belakangnya, membuat punggung Sonya seketika menegang dan jantungnya seperti berhenti berdetak, Sonya tidak ingin melihat pemilik suara itu jadi ia kembali melanjutkan langkahnya.
"Kamu harus berdansa denganku kalau tidak mau ada keributan di pesta ulang tahun Omamu ini...!" ancam pria itu.
__ADS_1