
Sonya mengambil Al dari gendongan mba Iin baby sitternya, dan menggendongnya sambil berusaha menenangkan Al yang masih terus menangis dan tidak mau berhenti... Mungkin karena badannya panas, membuat Sonya menjadi khawatir.
"Ya Tuhan sayang... Jangan nangis lagi yaa... Cupcupcup... Sebentar lagi Appa pulang... Kita langsung ke rumah sakit yaa..." bujuk Sonya tapi Al masih terus saja nangis, dan Sonya jadi ikutan nangis karenanya.
"Mba Iin... Kok Al tidak mau berhenti nangis juga yaa...?" tanya Sonya dengan nada panik
"Mungkin Al mau belajar jalan Bu... Kalau kata orang dulu anak mau merangkak..., tumbuh gigi..., jalan... Selalu di awali dengan panas..." jawab mba Iin.
"Tapi Al sewaktu mau tengkurap, tumbuh gigi dan merangkak pun tidak pernah di awali dengan panas dulu mba... Dan biasanya kalau Al panas, setelah dikasih paracetamol langsung turun Mba Iin... Tapi ini belum turun juga..."
"Coba metode skin to skin Bu... Untuk mengurangi panas dedek Al... Karena suhu panas dari badan dedek Al akan terserap ke permukaan kulit ibu yang jauh lebih luas dari permukaan kulit Al... Dan itu di tengarai mampu menurunkan panas pada anak..." saran mba Iin.
"Bagaimana caranya mba Iin...? Saya belum pernah melakukan itu..." tanya Sonya.
Sonya akan melakukan apapun demi bisa mengurangi rasa tidak nyaman Al, demi bisa menurunkan panasnya yang membuat Al menjadi rewel.
"Sini dedek Al saya gendong dulu Bu..." kata mba Iin lalu mengambil Al dari gendongan Sonya.
"Ibu duduk saja di sofa santai itu, lalu buka kancing kemeja dan bra Ibu..." lanjut mba Iin dan Sonya langsung melakukan sarannya itu.
Setelah bagian depan badan Sonya tidak tertutup sehelai benangpun, mba Iin melepas pakaian Al dan hanya menyisakan popoknya saja, lalu menengkurapkan Al di atas dada telanjang Sonya.
"Ya Tuhan Al... Badan kamu panas sekali..." desah Sonya saat kulitnya bersentuhan dengan kulit Al, Sonya merasakan panas badan Al di area dada dan perutnya.
Setelah di rasa posisi Al sudah nyaman di dalam dekapan Sonya, mba Iin menutupi badan Al dengan selimut tipis.
Lambat laun tangisan Al berkurang, dan Al sudah mulai tenang sekarang. Sonya pun menjadi lebih tenang dan menikmati proses bonding itu.
Saat Alex pulang, Sonya sudah setengah mengantuk dan Al tertidur pulas di atas dadanya.
"Bagaimana keadaannya my queen...? Apa masih panas...?" tanya Alex khawatir lalu duduk di sebelah Sonya dan langsung memegang kening Al.
"Masih terasa hangat..." gumam Alex.
"Ini sudah turun Lex... Tadi panas tinggi diatas tiga puluh sembilan..." jelas Sonya.
"Kita tidak perlu ke rumah sakit... Biar aku telepon dokternya saja, dan memintanya datang ke sini yaa..." seru Alex dan Sonya mengangguk.
__ADS_1
Alex mengeluarkan ponselnya dari saku bagian dalam jasnya, dan langsung menelepon dokter spesialis anak Al, baru berdering dua kali dokter itu sudah menjawab panggilan teleponnya.
"Dian kau bisa ke rumah sekarang...? Al badannya panas nih... Sudah minum paracetamol tapi masih belum ada perkembangan juga..." seru Alex.
"Ok aku tinggal satu pasien lagi Lex... Nanti selesainya aku langsung ke rumahmu yaa..." sahut Dian.
"Ok aku tunggu secepatnya..." balas Alex dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Dokter Dian akan segera ke sini my queen... Kamu jangan khawatir lagi yaa..." kata Alex sambil menyelipkan rambut Sonya ke balik telinganya.
"Aku khawatir karena tadi Al tidak berhenti menangis, aku benar-benar panik... Biasanya Al tidak pernah serewel ini..."
"Apa aku batalkan saja keberangkatanku besok ke Seoul...?" tanya Alex.
"Eh jangan Lex... Kasian Oma sedang membutuhkanmu... Kamu sudah diberi tanggung jawab untuk menghandle perusahaannya juga... Kamu harus jaga itu dengan baik..." jawab Sonya.
"Oma ingin kelak Al yang akan memimpin perusahaannya... Dan sampai Al dewasa nanti aku yang harus memegang posisi itu untuk sementara... Nenek tua itu... Banyak sekali maunya dia..." gerutu Alex kesal sambil memainkan tangan mungil Al.
"Kamu masih saja terlihat tidak menyukai Oma Lex..."
"Aku masih tidak terima dia tidak segera memberitahuku tentang kehamilanmu waktu itu... Kalau aku tahu lebih awal, aku tidak akan bersusah payah naik pohon dan loncat ke balkon kamarmu... Aku akan memilih masuk lewat pintu kamarmu, dan kalau kamu tidak mau membukanya aku akan mendobraknya dan akan langsung menyeretmu kembali ke sini..." geram Alex sambil menyelipkan jari telunjuknya ke dalam genggaman tangan Al.
"Jangan konyol Lex... Anak kita sedang sakit..." rutuk Sonya.
Alex menyeringai lebar, "Tanganku sudah terbiasa melakukan ini my queen kalau sedang berada di dekatmu..."
Sonya memutar kedua bola matanya, "Sudah mandi dulu sana... Aku akan memindahkan Al ke box bayi..."
**********
4 Hari kemudian...
Mata Sonya tidak pernah lepas dari Al yang sudah mulai bisa berjalan dua tiga langkah, setelah terduduk Al kembali berdiri dan melanjutkan langkahnya lagi, mba Iin terus berada di samping Al.
Mereka sedang berada di terminal kedatangan, menjemput Alex yang kembali hari ini dari Seoul.
Tidak lama kemudian ponsel Sonya berdering dengan ringtone yang ia bedakan untuk Alex, "Kamu di mana my queen...? Jadi menjemputku di bandara...? Aku tinggal nunggu bagasi nih..." tanya Alex.
__ADS_1
"Yaa maaf sayang... Aku tidak bisa jemput... Kamu pulang naik taksi saja yaa..." jawab Sonya dengan nada pura-pura menyesal.
"Kenapa...? Kamu sakit...? Atau Al...?"
"Bukan... Bukan karena itu sayang... Aku hanya sedang malas saja keluar rumah... Ya sudah kamu jangan lama-lama... Aku tunggu yaa..." kata Sonya sambil buru-buru mematikan sambungan teleponnya.
Sambil menyeringai lebar Sonya melihat ke arah Al yang masih terus mencoba jalan, dan tidak mau di tata sama mba Iin.
Sonya sengaja ingin memberikan kejutan untuk Alex, bagaimana reaksi Alex nanti ketika tahu Al sudah mulai belajar jalan.
Sejurus kemudian Sonya melihat Alex yang baru keluar sambil menyeret kopernya, Alex tidak melihat mereka, Sonya sengaja mencari posisi yang Alex tidak bisa melihat mereka secara langsung.
"Al... Itu Appa... Ayo samperin Appa..." bisik Sonya di telinga Al sambil menunjuk ke arah Alex yang sedang menunggu taksi.
"Babababa..." celoteh Al sambil jalan ke arah Alex,
Dan sepertinya ikatan batin diantara keduanya begitu kuat, karena Alex langsung balik badan dan melihat Al yang melangkah gontai ke arahnya.
"Ya Tuhan Alson... Kamu sudah bisa jalan sayang...!" pekik Alex sambil berlari menghampiri Al dan langsung menggendongnya, Al tertawa nyaring khas anak-anak ketika Alex mengangkatnya tinggi-tinggi, sebelum menggendongnya.
Sambil tersenyum penuh haru Sonya menghampiri mereka, dan Alex langsung merentangkan tangannya yang bebas, kemudian memeluk Sonya.
"Kamu bohong yaa... Bilangnya tidak bisa menjemputku..." kata Alex sambil menarik Sonya semakin merapat kepelukannya.
"Aku ingin membuat kejutan untukmu sayang... Aku ingin kamu melihat Al yang sudah bisa jalan walaupun hanya dua atau tiga langkah..."
Alex mencium puncak kepala Sonya, "Dan kamu berhasil my queen... Aku senang sekali... I love you..."
"I love you too..." balas Sonya, dan mereka pun langsung tertawa bahagia.
Dear Readers...
Extra partnya sampai disini saja yaa...
Dan jangan lupa juga ada pengumuman pemenang Give Away Terpaksa Menikah Lagi di hari yang sama... Bisa di cek di Instagram si_nicegirl dan Group penthouse...
Subscribe channel youtube Si Nicegirl untuk melihat semua novel Nice yang ada di aplikasi lain.
__ADS_1
Terima kasih and happy reading...😘