
Alex langsung melihat kedua lengannya itu, nyaris di sekujur lengannya penuh dengan bekas goresan kuku Sonya, "Oh ini hadiah terindah setelah Alson dari kucing liarku..." sahut Alex sambil menyeringai lebar.
"Astaga...!!" seru Sonya sambil meraih lengan Alex kemudian meringis melihat goresan-goresan itu.
"Maaf... Pasti tadi kamu kesakitan ya Lex...?" tanya Sonya dengan sebersit rasa sesal.
Alex mencium kening Sonya, "Sakit yang aku rasakan di kedua tanganku ini tidak ada apa-apanya my queen... Dibanding dengan rasa sakit yang kamu rasakan selama proses melahirkan Al tadi..."
Alex tersenyum manis sebelum menambahkan, "Terima kasih sudah mau membagi rasa sakitmu itu padaku... Walaupun sakitku ini hanya seujung kuku dari rasa sakit yang kamu rasakan tadi... Apa kata Elsya tadi...? Dua puluh tulang dipatahkan secara bersamaan...? Bahkan pria kuat seperti aku pun belum tentu kuat menahan rasa sakit itu" aku Alex.
Alex kembali mencium kening Sonya, "My queen..." lalu lanjut mencium pipi Sonya, "Cintaku..." dan terakhir mengecup mesra bibir Sonya "Pujaan hatiku..."
"Oma akan membawa anakmu keluar yaa... Untuk menyapa keluarganya..." seru Oma sambil menimang Alson di lengannya yang sudah terlihat rapi dan sedang tertidur pulas.
Alex dan Sonya mengangguk, dan Oma langsung membawa Al keluar dari kamar.
"Kamu mau dipanggil apa my queen...? Mama...? Mommy...? Bunda...? atau yang lain..." tanya Alex sambil memijat kaki Sonya.
"Hmmm aku mau dipanggil Eomma... Dan kamu Appa..." jawab Sonya sumringah.
"Kita di Indonesia Son... Bukan di Korea..." cibir Alex.
"Tapi aku menyukai panggilan itu... Terlihat manis saat aku menonton drama Korea... Pokoknya aku mau dipanggil Eomma... Terserah kamu mau di panggil siapa...!" geram Sonya kesal.
"Iya... Iyaa... Jangan marah sayang... Aku bersedia dipanggil Appa..."
Sonya langsung menyeringai lebar, seperti anak kecil yang dituruti kemauannya, "I love you Lex..." katanya.
Alex terkekeh pelan, "Itu berarti... Kamu tidak jadi membunuhku kan my queen...?" goda Alex, dan membuat Sonya tergelak.
"Kamu tidak bisa mengambil serius wanita yang sedang melahirkan Lex..."
Alex mengelus rambut Sonya yang basah dengan keringat, "I love you more..." balas Alex sambil memberikan senyum terbaiknya.
"Benarkah...?" tanya Sonya.
__ADS_1
Alex mengerjapkan matanya dengan bingung, "Benarkah apa my queen...?"
"Benarkah yang kamu katakan tadi...? Kamu mencintaiku lebih dari cintaku padamu...?"
"Jelas saja cintaku lebih besar darimu... Aku tidak pernah mengatakan akan membunuhmu..." goda Alex, Sonya memberengut karenanya, membuat Alex semakin gemas dan langsung mencium lembut bibir Sonya.
Lalu terdengar ketukan pintu, yang membuat Alex menggeram kesal, "Siapa...?" tanya Alex dengan nada kesal.
Pintu terbuka dan Kei menjulurkan kepalanya, "Bolehkah aku masuk...?" tanya Kei.
"Kei sayangku..." sambut Sonya sambil merentangkan kedua tangannya, dan Kei langsung berderap ke arah Sonya lalu memeluknya.
"Oh sayangku... Selamat untuk kelahiran baby Alson yang ganteng itu yaa...!" seru Kei.
"Terima kasih Kei..." balas Sonya sambil tersenyum.
Kei melepas pelukannya, lalu mengulurkan tangan ke arah Alex, "Selamat juga untukmu Lex..." ucap Kei dan Alex langsung menyambut uluran tangan Kei.
"Terima kasih Kei... Dan dimana Hardhan...?"
"Cih...! Mana ada yang bisa melarang makhluk arogan yang satu itu Kei... Kalau Hardhan memang berniat masuk, siapapun tidak akan ada yang berhasil melarangnya...!" sahut Alex dengan nada tidak percaya.
Kei mengibas tangannya, "Hardhan hanya menghormati keputusanmu..." katanya lalu mengalihkan perhatiannya lagi ke Sonya dan meremas tangannya.
"Oh dear... Tadi Elsya cerita padaku katanya kau sempat kehabisan tenaga saat mengejan tadi... Aku sangat mengkhawatirkanmu Nyaaa..." ujar Kei.
Bagaimana aku tidak kehabisan tenaga Kei... Tenagaku sudah terkuras habis untuk melayani Jailangkung mesum itu... rutuk Sonya dalam hati sambil melirik sekilas ke Alex.
"Well... Kontraksinya mendadak... Dan aku kurang istirahat sebelumnya Kei... Jadi yaa begitulah..." elak Sonya.
"Ohh... Lex diluar ada keluargamu..." kata Kei.
"Siapa...? Joon-Tae...?" tanya Alex.
"Bukan... Bukan keluarga Koreamu... Tapi keluarga dari buyut perempuanmu... Keluarga Indonesia Omamu..." jawab Kei.
__ADS_1
Alex mengkerutkan keningnya, Mama memang pernah cerita ada keluarganya disini... Tapi bahkan Mama sendiri tidak pernah mau menerima bantuan dari keluarganya disini... Terutama Papa... Lagipula saat itu Mama sudah tidak dianggap anak lagi sama Oma... Itu berarti mereka tidak ada hubungan apa-apa lagi.
"Lex..." panggil Sonya membuat Alex tersadar dari lamunannya.
"Ya my queen..." sahut Alex.
"Temuilah keluargamu itu... Ada Kei yang menjagaku disini..." seru Sonya tapi Alex menggeleng.
"Lebih baik aku disini... Daripada menemui saudara yang tidak pernah aku temui seumur hidupku itu..." Alex bersikeras menolak menemuinya.
"Jangan keras kepala Lex... Temuilah walau hanya sebentar... Setidaknya kamu akan tahu nantinya apa tujuan mereka mendatangimu..."
Alex menghela nafas panjang, "Baiklah kalau itu maumu my queen... Aku akan menemuinya..." seru Alex sambil mencium kening Sonya.
Alex mengambil langkah lebar ke arah pintu keluar, dan mendapati semua mata yang sedang tertuju ke arahnya, Alex mencari-cari Alson yang ternyata sedang dipangku mama.
"Lex, ini Cakra Amartya Seth... Om mu..." kata Oma, Alex melihat pria yang diperkenalkan oma tadi dengan engga.
"Cakra..." pria itu memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya,
"Alex..." balas Alex sambil menyambut uluran tangan pria itu dan menjabatnya sebentar.
"Lex... Kau harus menambahkan nama keluarga kita pada anak laki-lakimu Lex... Itu adalah perjanjian tidak tertulis dari para leluhur kita untuk nama anak laki-laki dari garis keturunan Seth..." jelas Cakra.
Melihat Alex hanya terdiam dan nampak tidak peduli, Cakra kembali melanjutkan,
"Itu juga yang membuat Mamamu menambahkan nama Amartya Seth dibelakang namamu... Setidaknya sebelum kau mengganti nama belakangmu... Dan itu membuat ku kesulitan melacak keberadaanmu setelah kematian Mamamu..., sepupuku... Siapa yang bisa melacak orang dibawah perlindungan nama Adipramana..." lanjut Cakra lalu melirik Hardhan yang sedang menyandarkan pinggulnya di sofa panjang dengan kedua tangan terlipat di depan dadanya, dan nampak serius menatap mereka.
Ah aku mengerti sekarang... Kenapa Hardhan menyerah begitu saja untuk tidak ikut Kei masuk ke kamar... Rupanya dia sedang mengamati keluarga baruku ini...
Sambil tersenyum masam, Alex menatap mata Cakra, "Maaf... Aku punya nama lain untuk anakku..." tolak Alex singkat.
"Lex kau tidak bisa seperti itu... Kau harus menambahkan nama keluarga kita kalau mau anakmu mendapatkan perlindungan dari keluarga Seth..." bujuk oma.
Alex mengangkat bahunya dengan acuh, "Aku sendiri yang akan melindungi anakku... Terima kasih untuk tawarannya..." tegas Alex lalu beranjak meninggalkan mereka.
__ADS_1