Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Karena Sepotong Roti


__ADS_3

Alex memarkir mobilnya, malam ini Alex dan Sonya diundang makan malam di rumah Hardhan, Sonya turun dan langsung menghampiri mama yang seperti biasa sedang asik dengan tanaman hiasnya, Alex menyusuk dibelakangnya, "Hai Mom..." sapa Alex sambil mencium kening mama, yang disambut dengan jitakan mama Hardhan di kepala Alex.


"Dasar anak nakal... Kenapa tiba-tiba kau memanggilku Mom lagi...?" tanya mama dengan nada kesal, tapi Alex tahu hati mama tidak kesal


Sudah lama mama tidak menjitakku seperti ini... Rasanya menyenangkan sekali.


Alex menyeringai lebar sambil mengusap tempat jitakan mama Hardhan tadi mendarat, "Aku kedalam dulu yaa... Ayo Sonya" serunya sambil menarik tangan Sonya tapi Sonya tetap berdiri di tempat.


"Kamu masuk duluan saja Lex... Aku mau melihat-lihat koleksi tanaman hias tante dulu..." ujar Sonya sambil melepas tangan Alex dari lengannya.


"Ya sudah jangan lama-lama... Aku tunggu di dalam." timpal Alex lalu beranjak masuk.


Sambil.bersiul pelan Alex masuk semakin ke dalam. Alex berniat menunggu Sonya di halaman belakang, istrinya itu terlihat menyukai tanaman hias, dan koleksi tanaman hias terbaik mama ada di halaman belakang, Alex ingin mengajak Sonya melihat-lihat sambil menunggu Hardhan dan Kei turun.


Tapi langkah kakinya terhenti ketika Talita memanggilnya dari arah belakangnya, "Alex..." dan Alex langsung balik badan.


"Dokter Talita... Apa Boss dan Nona Kei belum siap...?" tanya Alex.


Talita memberengut, "Sudah berapa kali aku bilang panggil aku Icha saja..."


"Sebenarnya sudah, tapi tadi tiba-tiba Nona Kei merasa sesak, jadi sekarang Boss menemani Nona Kei istirahat dulu sebentar..." lanjut Talita sambil mengarah ke area dapur, dan Alex membuntutinya.


"Apa kandungannya baik-baik saja...?" tanya Alex lagi, kemudian duduk di kursi makan yang biasa ia duduki.


"Tidak ada masalah serius... Itu hal yang wajar di trimester ketiga kehamilan, apalagi kalau sudah mendekati kelahiran. Dengan satu bayi saja ibu kadang akan merasakan sesak kalau bayi di dalam kandungnnya bergerak dan menendang, apalagi dengan dua bayi..." jelas Talita, sambil membuat teh chamomile untuk Alex.


Sudah seperti menjadi kegiatan rutinnya, tiap kali Alex datang Talita akan membuatkan teh untuknya, dan Alex akan meminumnya sambil berbincang ringan dengan Talita.


"Bisa tolong kau buatkan satu lagi untuk istriku Cha..." pinta Alex, dan punggung Icha langsung berubah kaku.


Sial... Kenapa menyuruhku membuatkan teh untuk sainganku sih...?


Gerutu Talita dalam hatinya.

__ADS_1


"Oh iya akan kubuatkan juga untuk Sonya..., kalian datang terpisah...?" tanya Talita lembut.


Aku tahu kamu terpaksa menikahinya kan...? Karena permintaan papanya Sonya kan...? Terlihat jelas kamu tidak menyukai wanita itu... Dia terlalu kasar untuk seleramu. Batin Talita.


"Kami datang bersama, Sonya sedang berbincang dengan Mama di depan..." jawab Alex.


Talita meletakkan satu cangkir di depan Alex, dan cangkir lainnya di sebelahnya, "Minumlah mumpung masih hangat..." seru Talita sambil tersenyum manis, dan terus memandangi wajah Alex.


Apa aku bisa mengeluarkanmu dari pernikahan yang tidak kamu inginkan ini Lex...? Waktu itu aku tidak sengaja lewat depan ruang resusitasi tempat kalian melakukan pernikahan dadakan itu... Sudah pasti aku sedih dan kecewa mengetahui pria yang menjadi semangat hidupku untuk menjadi yang terbaik, sedang menikahi wanita lain... Tapi saatku melihatmu begitu kesal dan putus asa saat menendang dan memukul vending machine..., saat itu aku yakin, kamu menikahinya bukan karena cinta...


"Ini untukmu... Teh Chamomile yang mengandung glisin dan asam amino yang dapat menghilangkan ketegangan sel sarafmu, dan akan membuatmu lebih rileks. Karena sepertinya kamu membutuhkannya." kata**ku waktu itu... Karena aku yakin betul kamu sangat membutuhkannya, karena sarafmu pasti sedang tegang.


"Cha..." panggilan Alex membuyarkan lamunannya.


"Eh iyaa kenapa Lex...?"


"Apa ada yang sedang mengganggu pikiranmu...?" tanya Alex lembut.


"Oh tidak... Tidak ada... Kenapa memangnya Lex?"


"Kau mengerutkan keningmu, biasanya kalau Sonya seperti itu pasti ada sesuatu yang sedang ia pikirkan..."


Hadeehhh kenapa jadi samain aku sama Sonya sih...? Ah aku tahu cara menarik perhatiannya... Sepertinya dia memandangku dengan cara yang berbeda tiap kali aku makan roti... Kalau kali ini Alex juga menatapku seperti itu lagi... Berarti perkiraanku benar. Dan aku akan terus melakukan itu tiap kali Alex datang nanti.


Sambil tersenyum Talita mengambil sepotong roti tawar dari atas meja makan, kemudian menuang susu kental manis coklat diatasnya, lalu melipat dua roti itu sebelum dimasukkan kemulutnya.


Dan benar, selama proses itu Alex menatapnya dengan tatapan itu, tatapan sendu, tatapan yang melumerkan hati Talita, dan hadir di dalam mimpi-mimpinya.


Talita memejamkan matanya saat mengunyah roti itu, dengan sengaja ia meninggalkan jejak di sudut bibirnya, dan Alex melakukan hal yang sama lagi, sambil tersenyum manis ia mengelap sudut bibir Talita.


"Terima kasih Lex..." seru Talita malu-malu.


"Apa kamu tidak malu menggoda suami orang...?" Teriakan Sonya menyadarkan Alex dari kekonyolannya, sekali lagi dia mendapati diri sedang membersihkan sudut bibir Talita.

__ADS_1


Sambil mengumpat pelan Alex memutari meja dan menarik Sonya menjauh dari meja makan, katena tadi ia melihat Talita yang ketakutan dan memucat.


Dan konyolnya Sonya terlihat marah, ia bahkan sempat-sempatnya menendang tulang kering Alex sebelum lari. Membuat Alex mengumpat kesal dan memegang kakinya yang sakit.


"Sonya....Berhenti...!!" teriak Alex tapi Sonya mengacuhkannya, bahkan mengacuhkan Hardhan dan Kei juga yang baru keluar dari pintu lift.


Alex bergegas mengejar Sonya tapi tangan Hardhan menahannya, "Ada apa Lex...? Kenapa Sonya...?"


"Kamu apakan temanku...?" tanya Hardhan dan Kei secara bersamaan.


"Nanti saya jelaskan, sekarang saya harus mengejarnya dulu... Bagaimana kalau dia beneran pergi ke neraka...!" jawab Alex.


"Aku akan mengirimmu ke neraka juga...!!!" ancam Kei kesal, Hardhan melepas tangan Alex lalu memeluk Kei.


"Sabar sayang... ingat kandunganmu..." kata Hardhan berusaha menenangkan Kei.


Melihat kesempatan pergi Alex tidak menyia-nyiakannya, ia langsung mengambil langkah lebar ke arah pintu keluar, tapi sialnya begitu sampai pagar Sonya sudah menaiki taksi.


Alex bergegas mengeluarkan mobilnya, sambil terus menelepon Sonya ia berusaha mencari taksi yang di tumpangi Sonya tadi, tapi Sonya terlalu marah hingga tidak mau mengangkatnya.


Alex berhasil menemukannya karena ia mengecek lokasi ponsel Sonya, dan darahnya seperti mendidih melihat dua pria sedang merangkul istrinya yang terlihat sedang mabuk berat itu. Tangan kanannya di bahu Ryo, sementara tangan kirinya di bahu Owen.


Berani-beraninya mereka menyentuh wanita bar-barku...!!!


“Jauhkan tangan kalian dari istriku...!!!!!” raung Alex dengan suara menggelegar.


Ryo dan Owen terlihat kaget melihat kedatangan Alex, dan lebih kaget lagi menyebut Sonya istrinya.


"Istri...?" tanya mereka bersamaan.


"Ya Sonya istriku, cepat kalian jauhi istriku sekarang juga... Atau saya akan membuat kalian menyesal karena sudah dilahirkan kedunia ini...!!" ancam Alex dengan suara dingin dan tatapan mematikan.


Dengan segera Ryo dan Owen melepas Sonya, dan Sonya langsung jatuh terduduk dengan tidak anggun. "Ah sial sakit...!!! Siapa yang membuatku jatuh...!!" jerit Sonya dengan mata setengah terpejam.

__ADS_1


__ADS_2