
Kei tertawa lebar, lalu menggandeng Sonya keluar dari ruang sidang itu, "Dimana Hardhan... Kamu tidak datang sendiri kesini kan Kei...?" tanya Sonya.
"Tadi sih dia duduk di sana... Mungkin sekarang sedang bersama Alex... Semoga saja raksasaku itu meninju hidung Alex sampai patah...!!" geram Kei kesal.
"Jangan menangis lagi... Apalagi menangisi seseorang yang tidak akan menangisi kamu.... Jangan buang air matamu untuk pria tidak berguna itu...!! Ayo Sonya bangkitkan jiwamu dan lupakan dirinya... Saatnya move on... Aja-aja fighting!!" seru Kei mengutip kata-kata Sonya saat menghibur Kei dulu, ketika hubungan Kei bermasalah dengan Galang.
"Apa kamu pernah mendengar Kei... Cinta yang bertahan paling lama adalah cinta yang tidak berbalas..." desah Sonya sambil menghapus air matanya.
"Kamu sudah bertindak benar dengan melepas Alex... Karena dia tidak membalas cintamu... Kalau memang dia cinta sejatimu... Dia akan kembali padamu dengan cara-cara yang hanya dia dan Tuhan saja yang tahu...Tapi kalau memang dia bukan cinta sejatimu... Itu berarti Tuhan mematahkan hatimu untuk menyelamatkanmu dari orang yang salah..." ujar Kei lembut.
"Itu salah satu keputusan paling berani yang pernah aku ambil... Melepaskan apa yang menyakiti hati dan jiwaku... Tapi... Kalau dia bukan cinta sejatiku... Kenapa hatiku sepenuhnya memilih dia...? Kenapa Tuhan mempertemukan kami...?"
Kei mengangkat bahunya, "Mungkin Tuhan punya rencana lain untuk itu... Itu Hardhan sudah kembali..."
Sonya menengok ke arah yang ditunjuk Kei, Hardhan kembali seorang diri tanpa Alex.
"Aku tidak dapat menemukannya... Mungkin dia sudah kembali ke apartmennya..." ujar Hardhan.
"Memangnya untuk apa kamu menemui Alex...? Biarkan saja dia merayakan hari kebebasannya...!!" rutuk Kei kesal.
__ADS_1
"Bukan maksudku untuk membela Alex... Tapi aku sangat mengenal Alex... Dia memang tidak memperlihatkannya pada kalian... Tapi aku tahu Alex sangat terpukul sekarang... Entah apa yang ada di dalam pikiran si bodoh itu, sampai ia lebih memilih menyakiti dirinya sendiri..." jelas Hardhan.
"Menyakiti diri sendiri...?" ulang Sonya dengan hati-hati.
"Itu hanya dugaanku saja Sonya... Sekarang bagaimana denganmu...?"
"Seperti yang kamu lihat... Aku tidak baik-baik saja... Aku harap aku tidak akan pernah menyesali keputusanku ini untuk bercerai dengannya...." desah Sonya pelan.
Kedua tangan Hardhan meremas lembut pundak Sonya, "Sonya... Kita punya cara sendiri-sendiri untuk bertahan hidup... Ada yang bertahan dengan kenangannya... Dan ada pula yang terluka dengan kenangannya... Dan Alex masuk ke kategori terluka dengan kenangannya... Sampai kapan dia akan seperti itu...? Tidak akan ada yang tahu... Mungkin sampai seseorang mampu menyadarkannya dan menariknya keluar dari kungkungan kenangan masa lalunya itu..."
Itu makanya aku menyetujui keinginanmu untuk pindah ke cabang di Milan... Aku harap taktikku ini berhasil... Dengan perceraian ini dan kepergianmu ke Milan mampu membuat Alex yang keras kepala itu sadar, bahwa sebenarnya kau sudah sangat berarti untuknya... Batin Hardhan.
"Kau bukannya tidak berarti untuknya Sonya... Justru kau sangat berarti untuknya... Hanya saja Alex terlalu keras kepala untuk mengakuinya..."
Sonya tertawa getir, "Aku berarti untuknya hanya sebatas pemuas nafsunya saja..."
"Sam pernah bilang padaku tentang kepribadian Alex... Kepribadian introvertnya terbentuk karena trauma masa lalunya... Karena kematian kedua orang tuanya dan juga kematian Anindira... Yang semuanya adalah orang-orang yang paling dia sayangi... Dan Alex selalu menyalahkan diri sendiri atas kematian orang-orang yang di sayanginya itu. Hingga Alex cenderung menarik diri, menjadi pendiam, tenang dan lebih suka menyendiri.... Itu makanya Alex langsung keluar dari rumah dan memilih tinggal di apartmentnya sendiri."
Hardhan menatap lekat-lekat mata Sonya, "Jadi Kepribadian introvertnya itu lah yang membuatnya tidak peka dengan perasaannya sendiri... Mungkin kau pikir Alex orang yang cuek dan tidak berperasaan... Tapi percayalah dalam diam Alex pasti selalu memperhatikanmu, dan mengingat semua kebiasaanmu serta apa yang kau suka dan apa yang kau benci... Introvert membuat Alex sulit di dekati... Alex hanya akan bicara banyak jika sudah merasa nyaman dengan seseorang... Sekarang aku tanya... Apa Alex lebih banyak bicara denganmu atau lebih banyak diam...?"
__ADS_1
"Setelah pernikahan kami... Dia lebih banyak bicara denganku walau sedikit kaku. Dan sejak kembali dari pulau X... Alex bersikap lebih baik lagi... Apalagi selama bulan madu kami... Dia jadi lebih banyak bicara dibanding aku... Alex berubah dingin lagi sejak aku mengakui perasaanku padanya..." jelas Sonya.
"Jelas dia sudah merasa nyaman denganmu... Sedang kenapa dia berubah dingin lagi setelah kau mengakui perasaanmu aku sendiri belum menemukan jawabannya... Padahal sudah jelas ia juga menyimpan rasa denganmu... Tapi apapun itu aku akan segera mencari jawabannya dari Alex sendiri... Sudah waktunya kami bicara dari hati ke hati... Aku sudah terlalu lama menoleransi sikapnya itu sejak Rara meninggal... Dan sudah dua minggu ini dia selalu menghindariku...!" seru Hardhan.
"Tidak perlu bicara baik-baik dengannya sayang... Cukup pukul saja kepalanya dengan tongkat baseball biar Jailangkung itu bisa hidup normal lagi...!" celetuk Kei dengan nada kesal membuat Hardhan menyeringai lebar dan langsung menyentil kening Kei.
"Aku akan dengan senang hati memukul kepalanya jika dia belum sadar juga... Tapi bukan dengan tongkat baseball, cukup dengan botol minuman saja..."
"Dan tolong tancapkan langsung pecahan botol itu ke jantungnya..." lanjut Kei masih dengan nada kesal membuat tawa Hardhan pecah.
Hardhan langsung memeluk Kei, "Ah sayangku... Kalau aku di penjara nanti bagaimana denganmu dan si kembar nantinya...? Bagaimana aku bisa memberi mereka adik...?"
Kei memukul dada Hardhan dengan gemas, "Sayang... Kamu jangan lupa kita sedang berada di gedung pengadilan..."
Sonya mendesah pelan melihat dua pasangan bucin di depannya itu, "Astaga... Kalian memang tidak melihat tempat untuk bermesraan yaa... Aku masih berada di sini... Tidak kasihan kah kalian padaku yang baru saja menjanda ini...?" celetuk Sonya ingin terdengar kesal tapi malah terdengar geli.Ia merasa bersyukur ada Kei dan Hardhan yang menghiburnya.
Hardhan langsung melepas pelukannya lalu kembali menatap Sonya, "Malam ini kau langsung berangkat ke Milan kan...?" tanyanya dan Sonya mengangguk.
"Ya sudah hati-hati... Jangan lupa kabari kami kalau sudah sampai di sana..."
__ADS_1
"Aku bahkan akan video call dengan Kei sesampainya di sana..." seru Sonya sambil menyeringai.