
Alex berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya seperti macan yang sedang berada di dalam kurungan, sambil menggenggam erat cincin kawinnya yang di tinggalkan Sonya di atas nakas.
"Sial!! Kenapa tidak terpikirkan olehku sebelumnya kalau Sonya akan pergi meninggalkanku?!!" rutuk Alex untuk kesekian kalinya sambil mengacak-ngacak rambutnya.
"Apa aku salah karena tidak bisa memberikan cinta untuknya? Kenapa dia harus sekeras kepala itu sih?!! Tuhan... Aku sudah terbiasa hidup dengannya... Apa yang harus aku lakukan tanpanya?"
Lalu Alex mendengar sensor pintunya berbunyi, sambil menyeringai lebar Alex bergegas membuka pintu kamarnya, "Sonya kau..." kata-katanya menggantung dan seringaiannya menghilang berganti dengan wajah dingin dan kaku ketika yang dilihatnya datang adalah Hardhan alih-alih Sonya.
"Kau mau mati yaa?!!!" raung Hardhan dengan mata membelalak lebar karena amarah.
"Biar ku tebak... Sonya sudah mendatangimu... Ya kan?" tebak Alex sambil berjalan santai ke arah mini barnya, "Kau mau minum apa Dhan?" tanya Alex.
"Beri aku alasan tepat untuk tidak membunuhmu karena sudah membuat Sonya dan Kei sedih? Sial kau Alex!!! Aku menyuruhmu menikahi Sonya supaya dia tidak terluka dengan pria yang tidak baik.... Tapi justru kau lah yang membuatnya sedih seperti itu!! Kau tahu kan kalau Sonya sedih Kei juga akan ikut sedih!!" geram Hardhan.
Alex meletakkan dua brandy snifter di atas meja barnya, lalu menuangkan brandy untuk dirinya dan Hardhan.
"Maaf tapi aku hanya berusaha jujur... Aku tidak bisa pura-pura mencintainya padahal sudah ada wanita lain yang terlebih dahulu mengisi hatiku... Duduklah Dhan... Sudah lama kita tidak bicara dari hati ke hati..."
Hardhan duduk di depan Alex, dan langsung menegak habis brandynya, "Aku sudah mendengar cerita versi Sonya... Sekarang aku ingin mendengar darimu... Supaya aku bisa menentukan sikapku!"
Alex mengisi lagi brandy nya ke gelas mereka, "Sudah lama aku ingin bicara jujur denganmu Dhan... Kalau aku dan Anindira saling mencintai..." aku Alex.
"Pengakuan yang tidak berguna sekarang, dan sangat amat terlambat... Karena Rara sudah tiada..." balas Hardhan acuh.
"Aku tetap akan menceritakannya Dhan... Karena alasan itu lah aku tidak bisa membalas cinta Sonya... Dan akhirnya dia meninggalkanku..."
"Yang aku tahu Sonya meninggalkanmu bukan karena kau yang tidak membalas cintanya... Tapi karena kau yang hanya memanfaatkannya untuk memuaskan nafsumu!! Astaga Lex... Kau bahkan menyuruhnya minum pil KB hanya supaya dia tidak hamil!! Kau tau impian setiap wanita adalah memiliki anak... Apa kau tidak memikirkan perasaannya Lex? Atau perasaan papanya Sonya yang sudah ingin segera menimang cucu? Kenapa kau bisa seegois itu Lex?"
__ADS_1
Alex baru akan membuka mulutnya tapi tangan Hardhan mengisyaratkannya untuk tetap diam,
"Jangan jadikan adikku sebagai alibi untuk keegoisanmu itu Lex!! Apa kau pikir Rara tidak akan sedih melihatmu seperti ini? Melihatmu yang terus terpuruk karena kepergiannya? Apa kau pikir Rara menginginkan semua ini? Apa kau pikir Rara akan seegois itu hingga tidak mengizinkanmu melupakannya, dan mencari cinta yang lain?" cecar Hardhan.
"Aku tidak menjadikan Rara sebagai alibiku... Aku memang sungguh-sungguh tidak bisa melupakannya Dhan... Aku masih sangat mencintainya... Dan aku tidak ingin membagi cintaku dengan wanita lainnya!!"
Hardhan memberikan tatapan menyeluruh ke Alex, melihat jawaban dari matanya yang terlihat lebih jujur. Karena mata adalah cerminan dari hati.
Jelas-jelas Alex terlihat tersiksa seperti itu... Tapi dengan keras kepalanya dia tetap tidak mau mengakui perasaannya pada Sonya. Apa sebenarnya yang membuat Alex menjadi seperti ini?
"Itu berarti kau rela melepaskan Sonya demi masa lalumu bersama adikku itu?" pancing Hardhan.
Alex kembali mengacak-ngacak rambutnya, "Kau tidak akan mengerti Dhan... Ya kalau Sonya masih tetap menginginkan cintaku... Maka lebih baik aku melepaskannya... Aku bersedia hidup dengannya kalau ia juga bersedia melupakan keinginan semunya itu...”
Jelas sekali Alex bukannya tidak mau Sonya jatuh cinta padanya... Alex hanya takut kalau ia yang jatuh cinta pada Sonya... Dia melepas Sonya hanya karena ingin melindungi dirinya sendiri... Mungkin kisah cintanya dengan Rara yang menyebabkannya seperti ini... Alex takut merasakan kehilangan lagi...
Si bodoh ini... Lebih rela menyiksa dirinya sendiri daripada harus mengakui perasaannya... Sampai kapan dia akan bertahan seperti ini? Apa aku harus ikut turun tangan juga? Ckckckck
Alex diam sejenak sebelum akhirnya mengangguk, "Ya... Aku yakin..."
Benar-benar bodoh dan keras kepala.
"Aku harap kau tidak akan pernah menyesali keputusanmu yang impulsif itu Lex... Dino!!" teriak Hardhan, dan Dino langsung berdiri di sampingnya.
"Ya Boss..." sahut Dino.
"Bawa semua sisa pakaian atau barang apapun milik Sonya... Dan kirim ke rumah papanya!" perintah Hardhan.
__ADS_1
"Baik Boss..." Dino langsung bergegas ke kamar, mengabaikan tatapan membunuh Alex yang di tujukan padanya.
Sambil mengumpat pelan, Alex bergegas turun dari kursi barnya dan berniat menahan Dino, tapi tangan Hardhan menahannya.
"Tunggu... Ini Apartmentku Dhan kau tidak bisa seenaknya saja di sini!!"
"Lewati aku dulu Lex baru kau bisa menghajar Dino!! Dino hanya mengerjakan apa yang sudah aku perintahkan... Lagipula kau sudah memutuskan untuk melepas Sonya, jadi untuk apa kau menyimpan pakaiannya dan barang-barangnya?!" geram Hardhan.
Alex kembali mengacak-ngacak rambutnya sambil berjalan mondar-mandir, terlihat begitu frustasi.
"Dhan... Kau tidak perlu seperti ini... Biar aku yang akan mengantarnya sendiri nanti Ok!!"
"Oh itu perlu... Karena kau sudah menyia-nyiakan Sonya! Kau sudah mengabaikannya!”
Hardhan melihat Alex kembali jalan mondar-mandir, "Astaga Lex... Kalau kau memang tidak ingin melepasnya akui saja... Tidak perlu kau menyiksa dirimu sendiri seperti ini! Pergi... Dan jemput dia sekarang!" tegas Hardhan.
Alex menggeleng frustasi, "Tidak... Aku tidak bisa!!"
"Kenapa kau jadi keras kepala seperti ini sih Lex?!! kau bisa cerita padaku apa masalah yang sebenernya...”
"Aku tidak bisa Dhan... Kau tidak akan mengerti!" ujar Alex bersikeras dengan pendiriannya.
"Terserah apa mau mu Lex, aku hanya ingin kau tahu... Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup... Pintu lainnya terbuka. Tapi kau melihat lebih lama pada pintu yang tertutup itu... Hingga kau tidak dapat melihat pintu kebahagiaan lainnya yang sudah terbuka untukmu... Dan aku harap kau tidak akan menyesalinya jika suatu saat nanti pintu kebahagiaan lainnya itu akan tertutup juga untukmu..."
Dear Reader...
Bab ke-5 dan terakhir di hari ini yaa...
__ADS_1
Bab selanjutnya besok pagi jam 7 pagi...
Happy Reading...😘