Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Melupakannya Untuk Sementara


__ADS_3

Sonya menatap nanar ke luar jendela pesawat yang akan membawanya ke kota X, pikirannya masih dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan dimana Alex? Sudah dua malam ia tidak pulang ke Apartment, Alex tidak pernah seperti ini sebelumnya. Walaupun mereka saling mengabaikan, Alex tetap pulang.


"Memikirkan suamimu?" tanya Ryo yang duduk di sebelahnya.


Sonya tersenyum tipis lalu mengangguk, "Sudah dua malam dia tidak pulang..." desahnya.


"Sonya... Tatap aku..." pinta Ryo dan Sonya langsung mengalihkan pandangannya ke Ryo.


"Kita sedang dalam perjalanan bisnis... Jadi aku mohon tolong tinggalkan masalah pribadimu dulu yaa... Dan fokus dengan proyek ini... Kamu boleh sedih sekarang, tapi setelah kita sampai di kota X nanti... Kamu tidak boleh sedih lagi... Ok..." pinta Ryo lagi dan Sonya mengangguk.


"Bagus... Jangan merugikan dirimu sendiri dengan terus memikirkannya... Belum tentu dia juga sedang memikirkanmu..." ujar Ryo sambil mengusap ujung kepala Sonya.


"Aku hanya takut terjadi sesuatu dengannya, karena tidak ada kabar sama sekali... Dan dia tidak membaca chatku, bahkan handphonenya tidak aktif..." jelas Sonya.


Apalagi terakhir dia jalan dengan sekretarisnya... Apa Alex dua malam ini bermalam dengan sekretarisnya itu yaa?


Sonya memegang pipinya yang agak pucat dan menggeleng untuk mengusir pikiran negatifnya.


Tidak... Alex bukan jenis pria seperti itu... Kalau Alex tidak bisa membagi cintanya untukku yang notabene adalah istrinya... Apalagi dengan wanita lain... Anindira sudah memenuhi seluruh hatinya.


"Alex bukan anak kecil lagi Sonya... Mungkin ada pekerjaan penting yang tidak bisa ia tinggalkan..."


Sonya mengangkat bahunya, "Mungkin..."


Dan ketika pesawat mereka sudah mendarat mulus di kota X, Sonya bertekad untuk fokus pada pekerjaannya, dan melupakan Alex untuk sementara waktu. Ia pasti bisa.


"Mau makan siang dibandara dulu apa langsung ke hotel nih?" tanya Ryo.


Sonya melirik jam di lengannya, "Baru juga jam sebelas Ryo... Langsung ke hotel saja... Aku kok lelah yaa..." jawab Sonya.


Sambil tersenyum manis Ryo mengelus puncak kepala Sonya, "Ya sudah kalau itu mau mu..."


Ryo memasukkan koper mereka ke dalam bagasi taksi, lalu membuka pintu penumpang, dan membiarkan Sonya masuk terlebih dahulu, "Hotel X Pak..." seru Ryo ke drivernya sambil menutup pintu mobil.


Sesampainya di kota X, Sonya dan Ryo harus naik kapal lagi untuk sampai ke pulau tujuan mereka. Pulau kecil yang kini namanya sudah mendunia.


Suara deburan ombak menghantam bibir pantai ketika Sonya turun dari kapal ke pulau itu, sun, sand and beach, kata yang cocok untuk menggambarkan suasana pulau ini.


"Indah sekali Ryo..." seru Sonya takjub dengan pemandangan pulau ini. Rasa letihnya hilang saat melihat pemandangan pantai laut dan pasir putih yang begitu eksotis


"Masih merasa lelah?" tanya Ryo sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


Sonya menggeleng, "Aku justru semangat ingin snorkling... Hari ini bebas kan?"


Ryo mengangguk, "Besok kita baru survei tempat, hari ini aku bisa mengantar kemanapun kamu mau... Tapi..., kita taruh koper dulu di hotel yaa..."


"Iya aku juga lapar... Kita makan dulu yaa..."


"Siapa suruh tadi ditawari makan malah nolak... Sekarang ngeluh kelaparan..."


Sonya menyeringai lebar, "Tadi belum lapar... Ya sudah hotelnya di sebelah mana?"


"Disana... kita menginap ditempat yang akan menjadi kompetitor kita nantinya..." bisik Ryo.


"Kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan dari hotel itu, kita perbaiki dan kita implikasikan ke hotel kita..." canda Sonya.


"Waahh good idea..." balas Ryo sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Tidak boleh Ryo... Itu namanya plagiat..."


"Aku juga becanda Sweet hearth..." elak Ryo.


"Selamat Siang... Selamat datang di hotel X... Ada yang bisa kami bantu?" sapa resepsionis itu dengan ramah.


"Ya... Saya ada booking dua kamar atas nama Ryo Damanik..." ujar Ryo.


Sejurus kemudian resepsionis itu menyerahkan acces card ke Ryo,


"Ini acces kamarmu... Setengah jam lagi kita bertemu di lobby ini yaa..."


"Ok..."


Sesampainya di kamar, Sonya mengganti pakaiannya dengan hot pant serta atasan tank top dengan classic cardigan warna putih. Dan mengganti sepatu ketsnya dengan sepatu sandal yang lebih mudah dilepas pakai.



"Wow... You're so beautiful..." gumam Ryo.


"Apaan sih... Biasa aja keleess..." sahut Sonya.


"Mau makan dimana kita?" tanya Ryo sambil mengulurkan lengannya dan Sonya langsung merangkul lengan Ryo.


"Hmmm seafood... Tapi aku mau yang dipinggir pantai... Setelah itu kita snorkeling... Bagaimana?" usul Sonya.

__ADS_1


"Boleh juga... Kita cari makan terlebih dahulu kalau begitu..."


"Hmmm cumi bakar madu ini enak sekali Ryo... Kamu harus coba..." seru Sonya sambil meletakkan cumi bakar madu itu ke piring Ryo.


Ryo langsung memasukkan cumi utuh itu ke dalam mulutnya, membuat pipinya menggembung dan terlihat menggemaskan, membuat Sonya terkikik geli, "Kamu konyol sekali Ryo... Harusnya bagi dua dulu cuminya baru kamu makan... Jadi pipimu tidak terlihat seperti membengkak begitu..."


"Aku takut kau mengambilnya lagi nanti..." goda Ryo sambil terus mengunyah.


"Kamu bicara apa kumur-kumur sih?" ledek Sonya.


Ryo buru-buru mengunyah dan menelan cuminya.


"Sonya.... Kamu tahu hari ini hari apa?" tanya Ryo.


"Kamu masih muda saja sudah pikun... Sekarang hari kamis... Kenapa memangnya?"


"Salah... Hari ini... Aku senang bisa jalan berdua denganmu..." gombal Ryo dan Sonya kembali terkikik,


"Yang harusnya kamu gombalin itu wanita-wanita single Ryo... Bukan istri orang..."


"Aku berlatih menggombal dulu padamu.... Sebelum ke wanita single..." elak Ryo sambil menyeringai.


"Masa playboy dan pacar kampus mau menggombal saja pakai latihan dulu... Malu dong sama julukanmu itu..." ledek Sonya sambil tersenyum manis.


"Cecak apa yang bikin mati?" tanya Ryo lagi.


"Tidak tau ahh aku tidak mau jawab..." sahut Sonya, senyumnya kini sudah menjadi seringaian.


"Cecak nafas lihat senyumanmu..." lanjut Ryo.


"Sudah stop... Nanti mereka pikir kamu sedang merayuku..."


Ryo mengangkat bahunya dengan tidak acuh, "Paling mereka pikir kita adalah sepasang pengantin baru... Jadi wajar kalau kita terlihat sedang bucin-bucinnya..."


"Ngaco kamu..."


"Tiang, tiang apa yang bikin senyum-senyum sendiri?" tanya Ryo masih tetap mengeluarkan gombalannya.


"Ryo stop..." Sonya ingin terlihat marah, tapi bibirnya tidak bisa diajak bekerja sama, ia malah tersenyum lebar.


"Tiang-tiang mikirin kamu..." lanjut Ryo dan Sonya langsung tergelak,

__ADS_1


"Apaan sih... Maksa banget deh..." serunya sambil menghapus air mata tawa di sudut matanya.


Ryo tersenyum sambil menatap penuh mata Sonya, menunggu mata indah Sonya kembali menatapnya, dan ketika mata Sonya kembali menatap matanya, Ryo berkata dengan setulus hatinya, "Aku rela melakukan apapun... Bahkan kalau harus menggombal setiap hari demi bisa melihat dirimu yang seperti ini... Tersenyum dan tertawa lepas... Kamu lebih cocok seperti ini Sonya..."


__ADS_2