Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Tentang Alex


__ADS_3

Sonya melihat rumah di sebelah rumah Hardhan rumah yang kata Kei rumah Alex itu, saat mobil Alex berhenti di depan pagar menunggu security membukakan pagar untuk mereka. Luasnya hampir sama dengan luas rumah Hardhan, hanya saja Rumah Hardhan sudah banyak pemugaran dan tampak lebih modern dari rumah Alex. Rumah Alex masih seperti rumah warisan Belanda, terlihat kokoh tapi dingin.


Pagar terbuka dan Alex masuk kedalam dan memarkir mobilnya di tempat biasanya, di depan jajaran mobil mewah Hardhan.


Sonya turun terlebih dahulu dan langsung menghampiri mamanya Hardhan, "Tante.... Apa kabar?" tanya Sonya sambil cium pipi kiri dan pipi kanan mama Hardhan.


"Baik sayang... Bagaimana bulan madu kalian? Apa anakku yang satu itu memperlakukanmu dengan baik?" tanya mama Hardhan sambil menunjuk Alex yang baru turun dari mobil dengan dagunya.


Anak.?


"Oh iya... Dia selalu bisa diandalkan Tante..." jawab Sonya.


"Hai Mom..." sapa Alex sambil mencium kening mama Hardhan, yang disambut dengan jitakan mama Hardhan di kepala Alex.


"Dasar anak nakal... Kenapa tiba-tiba kau memanggilku Mom lagi?" tanya mama Hardhan dengan nada kesal, tapi dari matanya terlihat rasa haru, entah apa yang membuat mamanya Hardhan itu terharu.


Alex menyeringai lebar sambil mengusap tempat jitakan mama Hardhan tadi mendarat, "Aku kedalam dulu yaa... Ayo Sonya" serunya sambil menarik tangan Sonya tapi Sonya tetap berdiri di tempat.


"Kamu masuk duluan saja Lex... Aku mau melihat-lihat koleksi tanaman hias tante dulu..." ujar Sonya sambil melepas tangan Alex dari lengannya.


"Ya sudah jangan lama-lama... Aku tunggu di dalam." timpal Alex lalu beranjak masuk.


"Apa dia salah makan hari ini Sonya?" tanya mama Hardhan.


"Salah makan? Maksud Tante?" sonya balik nanya dengan nada bingung.


"Anak nakal itu sudah lama tidak memanggilku Mom lagi... Tuhan... Aku rindu Alexku yang dulu..." gumam mama Hardhan pelan, nyaris tidak terdengar.


Sonya semakin bingung, "Mom? Alex yang dulu? Memangnya dulu Alex kenapa tante?"


Apa mama Hardhan juga sudah sadar Alex sudah mulai kembali menjadi dirinya sendiri lagi?


Mama Hardhan memegang pundak Sonya, lalu tersenyum penuh arti, "Sonya... Kau jangan memanggilku Tante lagi.... Tapi panggil aku Mama... Karena kau sudah menikah dengan anakku, sudah otomatis kau menjadi anakku juga..." tegas mama Alex.


"Anak?" tanya Sonya, keningnya semakin mengkerut lebih dalam lagi.

__ADS_1


Mama mengerjapkan matanya, "Kau belum tahu kalau Alex adalah anak angkatku? Apa tidak ada yang memberitahumu?" tanya mama.


"Yang aku tahu Alex anak yatim piatu... Tapi aku baru tahu sekarang kalau Alex anak angkat Tante, eh maksudku mama..." jawab Sonya.


"Makanya karena Alex yatim piatu Hardhan meminta Mama mengadopsinya, Mama sangat beruntung karena sudah mengadopsinya, Alex anak yang baik dan sopan, orang tuanya pasti sudah membesarkannya dengan sangat baik... Dan Rara... Terlihat senang memiliki satu kakak lagi... Mereka berdua yang membuat rumah ini begitu hidup dengan gelak tawa mereka." cerita mama sambil tersenyum, pandangan matanya seperti berkelana ke masa lampau.


Jangan pergi... Ra... Rara!! Racauan Alex kembali terngiang-ngiang di telinga Alex.


"Rara itu..."


"Anindira... Adik mereka..." sambung mama dengan suara lirih, mungkin kembali teringat ke anaknya yang sudah tiada itu.


Sonya mendesah nafas lega, ternyata bukan mantan sekretarisnya yang membuat Alex terlihat rapuh saat malam itu, ternyata Alex memimpikan Anindira, ia pasti sangat menyayangi adiknya itu.


Mama kembali menatap Sonya, "Apa Alex juga belum memberitahumu kalau dia anak mama juga?"


"Mungkin nanti Alex akan cerita Ma.... Belakangan ini ia terlihat sibuk, belum lagi bulan madu kami..." jelas Sonya sambil tersenyum.


Mama meraih tangan Sonya lalu menepuk-nepuknya, "Mama senang kamu bisa mengembalikan anak Mama lagi..."


"Kamu sudah berhasil mengembalikan senyum Alex yang sudah lama hilang itu... Mama tadi terharu sekali ketika melihat seringaiannya lagi... Seringaian yang selalu menghiasi wajahnya sejak pertama kali mama melihatnya. Walaupun wajahnya penuh luka saat itu, anak itu tetap cengengesan..."


"Memangnya dulu Alex tidak sedingin dan sekaku sekarang Ma? Sejak aku mengenalnya, dia pria yang dingin dan menyebalkan..." pancing Sonya.


Mama menarik tangan Sonya, mengajaknya duduk di kursi taman depan, diantara berbagai jenis pohon hias dan bunga-bunga yang tertata rapi.


"Mama cerita ini karena Mama tahu kau sudah mencintai anak nakal itu kan?" tebak mama, membuat wajah Sonya merona merah.


Mama mengibas tangannya "Sudahlah.... Kau tak perlu menjawab, wajahmu sudah mengatakan semuanya. Sebenarnya Mama kecewa Alex menikah tanpa sepengetahuan Mama, tapi sudah lah, Hardhan dan Kei sudah menceritakan semuanya. Bagaimana dengan Papamu? Sudah lebih baik?"


Sonya mengangguk, "Ya... Papa sudah pulih seperti sedia kala, hanya harus menjaga pola makan dan rutin kontrol. Dan maaf karena pernikahan mendadak kami..."


"Syukurlah kalau sudah membaik. Mama sudah tidak permasalahkan lagi pernikahan kalian, hanya mama minta kalian segera melegalkan pernikahan kalian dan mengadakan resepsi pernikahan..."


Melihat wajah Sonya yang memucat mama mengibaskan tangannya lagi, "Sudah lah... Terserah kalian saja..."

__ADS_1


"Nanti saya coba diskusikan lagi dengan Alex ya Ma... Oh iya, tadi Mama mau cerita apa?" pancing Sonya lagi.


"Tentang Alex... Kamu jangan membenci sikapnya yang menurutmu dingin dan menyebalkan itu yaa... Mama dan Hardhan sepakat tidak ingin membahas perubahan sikap Alex yang drastis itu sejak kematian Anindira. Kami berusaha memahaminya, bagaimanapun juga Alex yang paling dekat dengan Rara... Alex begitu terpukul karenanya."


Mama diam, Sonya berharap mendapat informasi lebih lagi, tapi sepertinya ia harus puas dengan sedikit bocoran dari mamanya Hardhan ini. Karena ia tidak melanjutkan ceritanya lagi.


"Awalnya aku membencinya sikapnya itu Ma... Tapi sekarang tidak lagi... Aku sudah melihat sisi baiknya Alex..." jelas Sonya sambil tersenyum.


"Tolong bahagiakan Alex yaa..." pinta mama.


"Iya Ma..."


"Ya sudah sekarang lebih baik kamu masuk, jangan membuat suamimu itu menunggu lama..." seru mama.


"Baiklah kalau begitu Ma... Aku masuk dulu yaa..."


Sonya melangkah pelan ke dalam rumah, pertanyaan demi pertanyaan berkelibat dipikirannya.


Apa Alex sesayang itu dengan Rara? Padahal Boss saja tidak sampai sesedih itu, padahal kakak kandungnya. Apa Alex menyukai Rara? Bisa jadi... Mereka kan cuma saudara angkat, siapa juga yang tidak akan jatuh cinta sama Alex, apalagi kalau sikapnya semanis seperti saat di Italia kemarin.


Sonya menggelengkan kepalanya untuk menjernihkan lagi pikirannya, "Bodoh, kenapa aku bisa berpikiran seperti itu?" gumamnya.


Lalu Sonya melihatnya, melihat Alex yang sedang memandangi Talita dengan tatapan sendu, tatapan mata yang sedang merindukan seseorang, tatapan mata penuh cinta. Bahkan Alex tidak pernah memandang Sonya seperti itu.


Sonya merasakan tikaman menyakitkan di dadanya, badannya gemetar karena amarah, atau kecemburuan, entahlah. Yang jelas saat ini darahnya seperti mendidih. Dan yang lebih membuat Sonya kesal, Alex mengambil tissue dan membersihkan coklat yang menempel di sudut bibir Talita.


"Terima kasih Lex..." seru Talita malu-malu.


Dear Readers....


Maaf baru bisa Up... Sedang ada kesibukan di dunia nyata...🙏


Untuk hari ini cuma bisa Up satu bab dulu yaaa....


Tapi Author usahakan besok bisa Crazy Up....😊

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2