
"Kata Alex, Papa ingin bicara denganku...?" tanya Sonya sambil memijat lengan papanya.
Gurat-gurat dalam semakin terlihat di wajah papanya ketika ia tersenyum sambil menatap Sonya, "Papa sudah tenang sekarang..., karena kamu sudah menikah sayang..., apapun hasil operasinya nanti, Papa tidak akan khawatir lagi."
Sonya memberikan senyuman menenangkan ke papanya, "Operasi itu pasti akan berjalan lancar Pa..., dan Papa akan kembali sehat... Papa harus tetap semangat yaa..., apa Papa tidak ingin menggendong cucu Papa nantinya...?"
Ahh gila sihh... kenapa aku harus ngomong masalah cucu... huft!!
"Yaaa Papa ingin sekali merasakan menimang cucu..., tapi apa itu tidak terlalu serakah sayang...? Sebelumnya Papa hanya ingin melihatmu menikah, dan sekarang bertambah ingin menimang cucu... Tapi..., apapun hasil operasinya nanti, berhasil atau gagal... Papa sudah pasrah, Papa sudah tenang kamu sudah memiliki orang yang akan menjagamu... Dan dia juga sudah berjanji akan selalu menjagamu dengan baik..."
"Alex menjanjikan itu...?" tanya Sonya.
Papa menarik nafasnya dalam-dalam ketika mulai kembali merasakan sesak, "Sonya panggil dokter ya Pa..." seru Sonya khawatir sambil mencondongkan dirinya ke atas tempat tidur, ingin menekan tombol tapi papanya melarang.
"Tidak perlu sayang..., Papa masih ingin bicara denganmu sebentar saja..."
Sonya kembali duduk, dan meremas tangan papanya dengan kedua tangannya, "Papa mau bicara apalagi..? Sonya akan mendengarkannya..."
"Kamu harus berubah sayang..., kamu sudah menikah sekarang. Jaga sikapmu dan kamu tidak boleh bersikap semaumu lagi sekarang. Bersikaplah layaknya wanita lainnya, Papa bahkan jarang sekali melihatmu menggunakan make up..." tegas papa.
"Siap Boss..." jawab Sonya becanda.
"Papa serius Sonya..."
Sonya menghela nafas panjang, "Papa..., selama ini Alex tidak pernah keberatan dengan sikapku... Buktinya dia bersedia menikahiku kan...? Itu berarti dia sudah menerimaku apa adanya..."
"Itu karena Alex terlalu sopan untuk menegurmu..." sahut papanya.
What sopan...? Kalau ada yang tidak Jailangkung kutub itu suka dari aku..., dia bukan hanya akan menegurku secara langsung, tapi dia bahkan menghina aku...! Dan gilanya lagi, aku tidak boleh bicara lo gue saat di depannya...! Cih, kaku sekali Jailangkung kutub itu...
gerutu Sonya dalam hati.
"Hmmm...., mungkin." lebih baik Sonya tidak berdebat dengan papanya saat ini.
"Dia pria yang baik..., memang terlihat dingin dan kaku..., tapi Papa yakin ada alasan di balik sikapnya itu. Dan kalau kamu berhasil mendapatkan hatinya, dia pasti akan teramat sangat setia padamu..., seperti kesetiaannya pada keluarga Adipramana."
Siapa juga yang mau mengambil hati Jailangkung kutub itu... Hatinya pasti sudah membeku.
"Sonya tidak butuh siapapun..., Sonya hanya butuh Papa... Makanya Papa harus kuat... Papa harus sehat... Tidak ada yang akan menyayangi Sonya sebesar sayang Papa ke Sonya..." tegas Sonya keras kepala.
__ADS_1
"Mau kamu menjajikan satu hal ke Papa, kalau Papa berhasil melalui operasi itu...?"
"Apa...?"
"Jangan pernah meninggalkan Alex..."
"Bagaimana kalau Alex menyakitiku...? Atau dia selingkuh misalnya... Apa aku harus tetap bertahan...?
"Alex tidak akan seperti itu..." bantah papanya dengan yakin.
"Kan seandainya Papa..."
"Kalau hatimu terluka terlalu dalam..., yah kamu boleh meninggalkannya, dan kembali ke rumah papa..." tegas papa.
"Kembali ke rumah Papa...? Memangnya sekarang Sonya tidak boleh tinggal di rumah Papa lagi...?" tanya Sonya.
"Kamu sudah menikah..., sudah seharusnya kamu tinggal di rumah suamimu..." jawab papanya.
Aduuhh... Bagaimana ini...? Tidak ada pembahasan mengenai ini tadi dengan Alex...
"Tapi malam ini Sonya tidur di rumah papa dulu yaa... Sekalian Sonya packing baju-baju Sonya..." elak Sonya.
Oh My God..., bahkan aku tidak kepikiran malam pertama... Apa yang harus aku katakan ke Alex...? Mana mau dia bermalam di rumahku...
**********
"Bapak dimana...?" chat Sonya ke Alex.
Hanya contreng satu, dan last seennya empat jam yang lalu. Sonya mondar mandir di depan pintu ruang VVIP tempat papanya dirawat, sesekali ia melihat chatnya ke Alex, masih tetap contreng satu.
"Aarrggghhh....!!! Bagaimana caranya aku menghubungi Jailangkung kutub itu...!!" jeritnya lalu langsung menutup mulutnya ketika mengingat ia sedang berada di rumah sakit.
Sonya kembali masuk ke ruang rawat papanya, melihat papanya masih tertidur pulas, ia merebahkan dirinya ke atas soda bed, sambil sesekali mengecek handphonenya, Sonya berjaga sampai jam tujuh malam, dan mbok Yem akan menggantikannya sampai pagi.
Ting...!! Handphonenya berbunyi satu jam kemudian, dan nama Jailangkung yang terlihat di layar handphonenya.
Alex : "???"
Sonya : "Bapak dimana...?"
__ADS_1
Alex : "Kenapa?"
Sonya : "Jawab saja Pak tidak usah banyak tanya... Bapak dimana...?"
Alex : "Baru berapa jam menikah saja kau sudah mulai posesif!!"
Sonya menatap ponselnya sambil menggigit bibir dengan penuh rasa dongkol.
Dasar maho... siapa yang posesif...?!
Sonya : "Wah saya malah lupa kalau kita sudah menikah Pak..., ingatan Bapak kuat juga yaa ternyata..." sindir Sonya.
Iya saking kuatnya ingatannya sampai lupa ninggalin istri yang baru dinikahinnya...!!
Setengah jam kemudian tidak ada balasan dari Alex, membuat Sonya semakin dongkol. Dengan kesal ia fligh mode handphonenya dan memutuskan malam ini ia akan tidur di rumah sakit saja.
Setelah meletakkan handphonenya di atas meja, Sonya beranjak keluar ruangan, berniat ke ruang presidential Suite untuk menemui Kei, tapi ia berpapasan dengan dokter Sam di lorong menuju lift.
"Mau kemana pengantin baru kita ini...?" goda Sam.
"Ssttt..., bukannya Alex sudah bilang untuk merahasiakan pernikahan ini...?" desis Sonya.
Sam melihat ke sekelilingnya, lalu bernafas lega, "Tidak ada siapa-siapa selain kita berdua, kau mau kemana?"
"Menjenguk Kei, bagaimana keadaannya...?"
"Tapi Kei sudah pulang, ah iya Kei minta saya menyampaikannya padamu tentang permintaan maafnya karena tidak bisa menjenguk papamu..."
"Apa dia baik-baik saja...?" tanya Sonya lagi.
"Ya..., Kei dan bayinya dalam keadaan sehat. Karena sudah pasti kau tidak jadi ke atas..., bagaimana kalau kau menemaniku minum kopi di kafe...?" usul Sam sambil merangkul pundak Sonya dan menuntunnya ke arah Kafe yang dituju.
"Hmmm, boleh... kebetulan aku butuh itu buat begadang malam ini..." jawab Sonya membuat Sam menghentikan langkahnya, lalu memutar badannya menghadap Sonya,
"Kau bermalam di sini...? Bagaimana dengan Alex...? Ini malam pertama kalian..." tanya Sam tidak percaya.
Pernikahan kami tidak sungguhan broo...
Sonya mengibaskan tangannya, "Alex pasti mengerti, yang sakit sekarang ini kan papa..., dan anaknya hanya ada aku, jadi sudah sewajarnya kan aku menjaganya..?"
__ADS_1
"Yah alibinya masuk akal dan bisa dimaklumi..." sahut Sam sambil merangkul Sonya lagi dan kembali melanjutkan perjalanan mereka ke Kafe.