Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Extra Part 5 - Kontraksi


__ADS_3

2 months later


Sonya sedang asik bersandar pada kepala tempat tidur sambil menonton drakor favoritnya ketika Alex terus saja menempel padanya,


“My queen... Ayo lah... Kamu tidak kasihan melihat juniorku ini...?” rengek Alex meminta perhatian Sonya.


“Ya Tuhan Lex... Pagi dan siang tadi kan sudah...? Malam juga harus gitu...? Sudah kaya minum obat saja kamu sehari tiga kali... Mentang-mentang long weekend...!” rutuk Sonya matanya masih tidak teralihkan dari layar televisi.


Alex menyusuri jarinya ke sepanjang lengan Sonya, “Kamu lupa apa yang dikatakan dokter Elsya, hubungan intim saat hamil tua itu bagus selama dilakukan dengan aman... Justru berpotensi mempercepat kelahiran... Karena sp*rma mengandung prostaglandin, yang berperan untuk menyiapkan leher rahim untuk proses persalinan...” bujuk Alex lalu meletakkan tangannya di atas perut buncit Sonya.


Sonya mendengus pelan, “Modus... Dari tadi alasannya itu terus... Kedengarannya jadi seperti tukang obat keliling kamu... Diulang-ulang terus...”


“Son... Please... Sebentaaar sajaaa... Yuk...” Alex masih terus membujuk.


Sonya memindahkan tangan Alex dari atas perutnya, “Aku lelah Lex...” ketus Sonya.


Mendengar nada galak Sonya membuat Alex menyerah, ia langsung balik badan dan memunggungi Sonya, tapi sepertinya nafsunya sedang memuncak, hingga Alex turun dari tempat tidur.


“Kamu mau kemana...?” tanya Sonya.


“Kamar mandi... Main sabun...!” rajuk Alex tanpa melihat Sonya lagi.


Sonya menggigit bibir bawahnya sambil menatap dongkol punggung Alex, “Cih... Jailangkung kutub itu, kenapa bisa berubah jadi Jailangkung cabul sih...?”


Tapi pada akhirnya Sonya merasa tidak tega juga, setelah mematikan televisinya Sonya turun dari tempat tidur lalu menyusul Alex ke kamar mandi, dan langsung membuka pintunya.


“Mau aku bantu keluarin...?” tanya Sonya sambil memeluk Alex dari belakang, tidak bisa merapat karena terganjal perutnya.


Alex langsung balik badan dan menanggalkan semua pakaian Sonya, “Tunggu... Aku memang akan membantumu tapi bukan seperti ini...!” pekik Sonya.


“Cara cepat membantuku ya seperti ini my queen...” sahut Alex sambil mengangkat tubuh Sonya kemudian mendudukkannya di atas wastafel, dan langsung mencium bibirnya, membuat punggung Sonya bersandar pada kaca wastafel itu.


Dan Sonya kembali memekik saat Alex menyatukan tubuh mereka.


“Staminamu tidak pernah ada habisnya apa Lex...?” tanya Sonya dengan nafas tersengal.

__ADS_1


Alex menyeringai lebar, “Itu penyakit baruku jika dekat denganmu...”


“Turunkan aku... Aku mau langsung mandi...” pinta Sonya.


“Kita mandi bareng yaa...” seru Alex sambil menurunkan Sonya dari wastafel, dan langsung tergelak ketika melihat Sonya yang melotot galak ke arahnya.


“Tenang saja my queen... Aku tidak akan memakanmu lagi... Aku hanya minta tolong kamu menggosok punggungku...”


“Awas kalau macam-macam...!”


Selesai mereka mandi Sonya duduk di meja riasnya, dan Alex membantu mengeringkan rambut Sonya dengan hair dryer.


“Ouuchhh...!!!” erang Sonya sambil memegang perutnya.


“Ada apa Son...? Kram lagi...?” tanya Alex khawatir sambil mematikan hair dryernya.


“Sepertinya ini kontraksi Lex... Sakit sekali...” rintih Sonya sambil berpegangan erat pada tepi meja riasnya.


Hair dryer langsung terlepas dari tangan Alex, dan jatuh tepat mengenai jari kakinya, membuat Alex memekik kesakitan.


“A...Aku harus apa Son...?” tanya Alex sambil mengusap jemari kakinya.


“Mana aku tahu... Aku kan belum pernah melahirkan...!” jawab Sonya kesal.


“Elsya... Aku telepon dokter Elsya yaa...” kata Alex sambil tergopoh-gopoh ke ruang tidur untuk mengambil handphonenya.


“Lex... Sakit...!!” teriak Sonya.


“Iya... Iya... Sabar... Belum tersambung ini teleponnya... Ah sial kau Elsya... Angkat dong...!!”


“Lex...!! Aku berdarah...!!” jerit Sonya membuat Alex semakin panik dan langsung lari ke ruang ganti.


Sonya memperlihatkan darah yang menempel di jarinya, dan langsung menangis histeris, “Huaa... Apa aku keguguran Lex...?” isaknya.


Dengan wajah pucat dan panik, Alex malah berjalan mondar-mandir sambil mengacak rambutnya.

__ADS_1


Aku harus apa...? Aku harus bagaimana...?


“Dasar bodoh.. Ngapain kamu mondar-mandir seperti setrikaan macam itu...! Cepat antar aku ke rumah sakit sekarang...!”


“Ah kamu benar... Kita harus ke rumah sakit sekarang...”


**********


Sesampainya di rumah sakit, Sonya langsung masuk ke ruang resusitasi untuk pemeriksaan lebih mendalam. Dan Alex terasa menunggu seabad di luar, ia terus jalan mondar-mandir sampai pintu terbuka dan dokter jaga keluar.


“Pendarahan ini masih tahap normal untuk proses persalinan... Dan sudah pembukaan dua... Jadi sebaiknya Nyonya Sonya di pindah ke ruang perawatan yaa...” kata dokter itu.


“Sonya sudah mau melahirkan...? Tapi di jadwalnya masih seminggu lagi Dok... Apa ruang presidential suitenya sudah siap...?” tanya Alex.


“Itu hanya perkiraan saja... Bisa maju bisa juga mundur... Ruangannya sudah siap... Sudah kembali di sulap menjadi ruang bersalin seperti saat persalinan Nyonya Kei dulu...” jawab dokter itu.


Sambil terus menggenggam tangan Sonya, Alex berdiri di samping emergency stretcher yang membawa Sonya ke ruang presidential suite, sesekali tangan Sonya meremasnya dengan kencang ketika kontraksi itu datang lagi.


Dua jam kemudian Sonya merambat pada dinding kamar itu untuk banyak jalan dan gerak sesuai anjuran perawat yang tadi mengantarnya, dan kontraksinya sudah mulai kuat dan menyakitkan.


“Tuhan...” erang Sonya ia ingin nangis tapi tidak ada air mata yang keluar, Alex langsung menghampirinya dan memberikan lengannya untuk pegangan Sonya.


“Kita kembali ke tempat tidur saja yaa...” seru Alex sambil menuntun Sonya ke tempat tidur.


“Punggungku sakit Lex...” rintih Sonya, dan Alex langsung mengusap punggung Sonya dengan lembut.


Tidak lama kemudian dokter Elsya sudah datang, dan langsung meminta Sonya untuk merebahkan badannya dan melebarkan kakinya untuk memudahkan dokter Elsya melihat pembukaan rahimnya.


“Sepertinya anak kalian sudah tidak sabar ingin melihat dunia ini... Sekarang sudah pembukaan lima, termasuk cepat untuk yang baru pertama kali melahirkan...” jelas dokter Elsya.


“Berapa lama lagi anak ini akan keluar Dok... Aku sangat ingin membunuh suamiku ini tiap kali kontraksi itu datang lagi...” tanya Sonya dengan nafas tersengal dan keringat yang membasahi kening dan lehernya.


Alex kembali membersihkan keringat Sonya, “Setelah ini kamu boleh membunuhku my queen... Tapi sekarang kau harus tetap semangat untuk mengeluarkan anak kita...”


Makin lama kontraksinya semakin rutin, sekarang sudah berulang setiap dua sampai tiga menit sekali dengan durasi lima pulih sampai tujuh puluh detik. Sonya kembali meraih lengan Alex dan mencengkramnya ketika rasa sakit itu datang lagi.

__ADS_1


“Eeuuhhh... Aku akan membunuhmu Lex...!! Ini sakit sekali...!!”


__ADS_2