
Siapa yang meninggalkanmu sekarang... Suatu saat nanti dia akan mencarimu., membutuhkanmu, dan dia akan sadar kamulah orang yang paling tepat untuknya... Karena yang biasanya di abaikan, akan di cari-cari pada waktunya. --Anonim--
"Kamu jangan lari seperti itu Sonya... Kamu lupa kalau kamu sedang hamil...?" ujar Joon-Tae dengan nada khawatir sambil memegang pundak Sonya.
"Aku harus segera menghindarinya... Aku takut Alex akan tahu kalau aku sedang mengandung anaknya... Tuhan... Bahkan tadi dia melingkarkan lengannya di pinggangku... Semoga saja dia tidak menyadari perubahan pada pinggangku..."
Sonya menghapus air matanya, "Apa aku pindah ke Pulau Jeju saja yaa...? Karena kalau Alex tahu aku sedang hamil... Aku takut ia akan memaksaku kembali padanya... Karena meskipun secara hukum negara kami sudah resmi bercerai... Tapi tidak secara hukum agama... Kami masih resmi suami istri karena baru talak satu...!! Atau yang lebih buruk lagi, Alex akan mengambil alih hak asuh anakku...!"
"Tidak perlu melarikan diri terus seperti itu Sonya... Pada akhirnya Alex pasti akan menemukanmu juga... Kau mau seumur hidup terus melarikan diri...? Lebih baik kau bicarakan baik-baik dengannya... Selesaikan masalah kalian sesegera mungkin... Supaya kau bisa hidup tenang nantinya bersama anakmu..." saran Joon-Tae dengan suara lembut.
Aku bukannya melarikan diri... Aku hanya ingin menghindar dan mengobati hatiku yang sudah retak... Jadi ketika aku bertemu dengannya suatu saat nanti... Hatiku sudah benar-benar pulih. Tapi ternyata begitu cepat Alex mengetahui keberadaanku... Apa Oma yang memberitahunya...? Tidak mungkin..., Oma bahkan tidak tahu nomor ponsel Alex.
Sonya mengalihkan perhatiannya ke Joon-Tae, "Bisa tinggalkan aku sendiri dulu Joon-Tae...? Aku akan memikirkan kembali saranmu..." pinta Sonya.
Joon-Tae menepuk pundak Sonya, "Baiklah aku kembali lagi ke pesta... Turunlah kalau kau sudah merasa lebih baik... Ok?"
Sonya mengangguk, lalu balik badan membelakangi Joon-Tae yang sudah beranjak pergi, dan mendongakkan kepalanya menatap sang dewi malam.
Kamu bilang kamu mencariku Lex...?! Kenapa kamu mencariku setelah kamu dengan ikhlas melepasku...? Yang membuatku tersadar Lex... Aku tidak berarti apa-apa untukmu, hingga kamu tidak peduli dan tidak mencegah langkahku yang menjauh... Bukannya mencegah justru kamu semakin mendorongku supaya menjauh...
Sonya kembali menghapus air matanya,
Dan sekarang kamu tiba-tiba datang dan bertanya kenapa aku bisa secepat itu merubah perasaanku...?!! Ya Tuhan Lex... Kamu benar-benar tidak peka ya... Kamu benar-benar egois...! Kamu hanya mementingkan dirimu sendiri...!
Kalau kamu mau terus terkubur bersama masa lalumu silahkan Lex... Tapi tolong jangan bawa aku serta...
**********
Keesokan siangnya, Sonya sedang di balkon kamarnya sambil mengulum es lemon di mulutnya untuk mengurangi rasa mualnya, Sesekali ia cekikikan karena chat gombal dari Joon-Tae.
__ADS_1
Joon-Tae : "Kamu tahu semalam aku tidak bisa makan karena memikirkanmu... Paginya aku juga tidak bisa makan karena merindukanmu... Dan sekarang aku jadi tidak fokus kerja nih..."
Sonya : "Kenapa...?" Sonya mengetik balasan chatnya sambil cekikikan.
Joon-Tae : "Karena aku kelaparan...!"
Cekikikan Sonya berubah menjadi tawa lebar, dan ia masih tertawa ketika mengetik chat kembali, sebenarnya sih sudah agak basi rayuan gombal seperti ini, tapi Sonya tetap menghargai usaha Joon-Tae untuk menghiburnya.
Sonya : "Kirain karena sedang membayangkanku 😁... Aku akan dengan senang hati menemanimu makan siang... Asal kamu datang kesini menjemputku..."
Joon-Tae : "Coba lihat ke bawah... Aku sudah sampai daritadi..."
Sonya langsung melihat ke bawah, dan benar Joon-Tae sedang bersandar pada kap mobilnya.
"Tunggu sebentar... Aku segera turun..." teriak Sonya.
"Lima belas menit yang lalu... Aku senang melihatmu sudah mulai tertawa lagi..." sahut Joon-Tae sambil membukakan pintu untuk Sonya, dan kembali menutupnya lagi ketika Sonya sudah duduk manis di dalamnya.
"Jadi mau makan dimana kita...?" tanya Joon-Tae sambil memasang sabuk pengamannya.
"Aku lagi kepingin masakan Indonesia... Kemarin kita tidak jadi kesana kan... Tapi jangan ikan..." jawab Sonya, selama hamil ia jadi memusuhi ikan.
"Aku tahu tempatnya... Kamu pasti suka..." seru Joon-Tae.
Joon-Tae membawa kendaraannya menuju pusat kota, lalu menuju ke Itaewon, yang kata Oma banyak kuliner autentik dari mancanegara itu.
Rumah makan itu berlokasi di dekat stasiun Itaewon dan Masjid Central Seoul, masjid pertama dan tertua di Korea Selatan. Dan pemilik rumah makan itu adalah orang Indonesia asli yang sudah lama menetap di sana.
Banyak turis dari Indonesia dan negara Asia lainnya yang antri hanya untuk makan di rumah makan ini, antriannya lumayan mengurai panjang saat jam makan.
__ADS_1
"Aku mau nasi goreng sama soto... Minumnya jeruk hangat..." pinta Sonya dan Joon-Tae langsung memesannya untuk Sonya, Joon-Tae sendiri memesan gulai kambing.
Dan setelah pesanannya datang, Sonya langsung melahapnya dengan rakus, seperti sudah berhari-hari ini tidak makan.
"Pelan-pelan nanti kau tersedak..." seru Joon-Tae sambil terkekeh pelan.
"Ini enak sumpah... Aku jadi berasa ada di negaraku alih-alih di Korea Selatan..." sahut Sonya tanpa melihat Joon-Tae, karena matanya masih terfokus pada piring makannya.
"Kamu mau aku pesankan lagi untuk take away...?" tanya Joon-Tae dan Sonya mengangguk antusias.
"Aku mau sate juga..." jawab Sonya lalu memasukkan lagi sesendok penuh nasi goreng ke mulutnya, Joon-Tae menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lebar melihat kelakuan Sonya.
"Mau kemana lagi kita...?" tanya Joon-Tae ketika mereka sudah kembali berada di dalam mobil.
"Balik ke mansion Oma saja yaa... Aku ngantuk sekali... Lagipula kamu harus kembali ke kantor kan...?" jawab Sonya sambil menguap lebar, dan tidak lama kemudian jatuh tertidur.
Sementara di mansion Oma, Alex sedang berjalan mondar-mandir di ruang tamu, menunggu Sonya kembali dari makan siangnya bersama sepupu Alex, Joon-Tae.
"Duduk Lex... Kau tidak lelah mondar-mandir seperti itu...?" tanya Oma tapi Alex tidak mempedulikannya, mau tidak mau Alex harus kerumah omanya, hanya demi Sonya, itu saja.
Sejurus kemudian terlihat pelayan omanya bergegas ke pintu masuk, dan membukakan pintu untuk Joon-Tae yang sedang membopong Sonya yang terkulai lemas di lengannya.
Dengan amarah dan rasa cemburu yang menguasainya, Alex langsung menghambur ke arah mereka, "Ada apa dengannya...? Apa yang sudah kau lakukan...?" desak Alex sambil berusaha memindahkan Sonya dari lengan Joon-Tae ke lengannya, tapi Joon-Tae berhasil menghindar lalu melotot tajam ke Alex.
"Dia hanya tertidur...!!" geram Joon-Tae lalu bergegas ke lantai atas.
Dengan kedua tangan yang mengepal di kedua sisinya, Alex berbalik menghadap Oma yang sedang menatapnya dengan sebelah alis yang dinaikkan, seolah-olah menantang Alex.
"Aku bersedia mengakuimu sebagai nenekku dengan satu syarat... Kau harus mengizinkanku tinggal di mansionmu ini...!!" seru Alex.
__ADS_1