
Tapi Alex tetap bergeming, Mengetahui dirinya kalah telak dari Alex Sonya mengurangi intensitas ciumannya di bibir Alex, setelah ini Alex pasti akan semakin pongah di depannya, Alex pasti akan terus mengingatkannya dengan tantangan konyol ini.
Sial...!!! Aku sudah mempermalukan diriku sendiri...!! Harga diriku benar-benar hancur sekarang.
Erang Sonya dalam hati.
Alex berusaha keras menolak api gairah yang Sonya percikan pada dirinya, Alex berusaha tidak menikmati bibir lembut Sonya yang sedang mel*matnya, betapa ciuman ringan itu mampu membangkitkan gairah liarnya, gairah yang sudah lama ia tahan.
Dan pada akhirnya, upaya penolakan Alex dan akal sehatnya kalah dengan api gairahnya, Alex langsung melingkarkan lengannya di pinggang Sonya, menariknya semakin menempel pada tubuhnya, dan membiarkan Sonya merasakan bukti gairahnya.
Tangan kiri Alex mencengkeram kuat bokong Sonya, sedang tangan kanannya meremas buah dada Sonya, sementara bibirnya terus mel*mat bibir Sonya dengan sensualitas yang makin memanas, hingga erangan gemetar keluar dari tenggorokan Sonya.
Lalu tiba-tiba Alex memutus ciumannya, mengabaikan erangan protes Sonya dan langsung menekan kepala Sonya ke dadanya. Nafas mereka masih sama memburunya, pun dengan jantung mereka yang sama-sama berdetak dengan cepat.
"Aku memberimu waktu lima menit untuk meninggalkan pantai ini, dan kembali ke kamarmu. Atau aku akan merebahkanmu di atas pasir dan mengambil keperawananmu di sini." bisik Alex.
Sonya melepaskan diri dari pelukan Alex, wajahnya sudah semerah udang rebus, "Kamu tidak serius kan...?" tanyanya dengan suara parau.
"Tolong Sonya... Pergi sekarang juga. Kendali diriku sedang tipis saat ini!" desah Alex.
Dengan ragu-ragu Sonya berjalan mundur, mata mereka masih saling mengunci satu dengan yang lain. Sebelum akhirnya Sonya balik badan dan lari ke arah resort.
Sial...!! Kenapa aku menerima tantangannya...?!
Seperti yang Alex takutkan selama ini, Alex tidak akan sanggup menjauhkan diri dari Sonya kalau sampai ia sekali lagi mencium wanita itu. Dan ternyata benar, Alex menyerah pada gairahnya.
Sejak malam di Paris itu, Alex beberapa kali terbangun dari tidur malamnya dengan nafas memburu dan gairahnya yang memuncak, akibat dari mimpi-mimpi liarnya bersama Sonya. Bahkan Alex nyaris kembali seperti anak remaja lagi, yang terbangun dengan celana yang lengket, dan semuanya karena mimpinya dengan wanita itu.
__ADS_1
Malam di Paris itu, membuat bayangan telanjang Sonya yang menggeliat di atas tempat tidur, selalu hadir di setiap Alex memejamkan matanya untuk tidur. Mungkin itu karena Alex belum menyalurkan hasratnya pada Sonya. Dan Alex yakin, ketika Alex sudah menyalurkannya, bayangan dan mimpi liar itu pasti akan menghilang dengan sendirinya.
Yah, Alex sudah memutuskan, kalau ia tidak akan menyiksa dirinya sendiri dengan terus menahan gairahnya lebih lama lagi. Buat apa menunda-nunda kenikmatan yang bisa diberikan Sonya secara langsung, dan bukan hanya lewat mimpi. Toh mereka sudah sah menjadi suami istri sekarang, dan sudah sewajarnya Alex mendapatkan haknya sebagai suami.
Hanya saja..., menurut yang Alex dengar, wanita akan ketagihan kalau sudah pernah merasakan sekali saja kenikmatan dunia itu. Bagaimana kalau benar dan Sonya menjadi ketagihan...? Bukannya Alex menolak, ia akan dengan senang hati melayaninya. Yang Alex takutkan adalah... Kalau Sonya sampai jatuh hati padanya, karena Alex tidak akan pernah bisa membalas cintanya.
Mungkin Alex harus meyakinkan Sonya terlebih dahulu, untuk tidak jatuh cinta padanya. Yah, mungkin Sonya akan mencibirnya dan mengatai Alex narsis, tapi setidaknya Alex sudah memperingatinya.
Alex kembali mengumpat kesal ketika ia baru teringat perkataan Hardhan tadi padanya,
*Lex..., saya tidak akan bertanya kenapa kau tiba-tiba menikahi Sonya, dan bisa saya katakan betapa kecewa dan sedihnya Kei begitu mengetahui sahabatnya sudah menikah tanpa bisa ia hadiri.
Dan karena Kei sudah mengetahuinya, dia menuntut kalian untuk memberi penjelasan padanya, dan juga orang-orang kita. Kau boleh merahasiakan pernikahanmu dari dunia luar, tapi tidak dari orang-orang kita. Dan Kei minta mulai malam ini kalian tidur satu kamar*.
Yah, Hardhan dan Kei sudah tahu tentang pernikahan mereka, tujuan Alex menghampiri Sonya tadi adalah untuk memberitahunya tentang hal itu.
Disepanjang jalan menuju kamarnya, Sonya senyum-senyum sendiri, mengetahui Alex ternyata tidak kebal dengannya membuat hati Sonya terasa berbunga-bunga.
Haaa Jailangkungku... Ternyata kamu menyimpan gairah yang sama besarnya dengan yang aku rasakan... Aahhh senangnyaaa...
Sonya membuka pintu kamarnya, dan mendapati Talita yang sedang merebahkan dirinya di atas kasur.
"Kamu baik-baik saja...?" tanya Sonya lalu duduk di sebelah Talita.
"Aku sedang bahagia Nyaaa..." gumam Talita, matanya menatap langit-langit kamar sambil tersenyum lebar.
"Kamu nyaris mati tadi... Kenapa bahagia...?" tanya Sonya bingung.
__ADS_1
"Aku bahagia karena Alex yang menolongku..." jawabnya lalu memegang bibirnya, "Dia bahkan mencium bibirku... Aahhh bibirnya terasa lembut sekali..."
Cih..., ternyata dia menyukai Alex.
"Itu nafas buatan... bukan ciuman..." ralat Sonya, menahan diri untuk tidak terdengar dongkol dalam nada suaranya.
"Tetap saja... Bibir kami saling bertemu... Dan Alex tadi langsung memelukku setelah aku siuman... Tuhan..., rasanya nyaman sekali, mendapat perhatian sebesar itu dari pria yang aku sukai..." seru Talita.
Bukankah tadi Sonya sudah merasa bahagia mengetahui Alex membalas ciumannya, bahkan Alex terlihat kehilangan kendali dirinya sampai ingin bercinta dengan Sonya di pantai? Dan sekarang, ia kembali merasakan tikaman menyakitkan itu lagi di dadanya. Mengetahui Alex bukan hanya memberi nafas buatan pada Talita, tapi juga memeluknya.
Apa Alex menyimpan perhatian berlebih pada Talita...? Apa mereka sering bertemu dan menghabiskan banyak waktu bersama di rumah Hardhan...?
Seakan mendengar suara hati Sonya, Talita melanjutkan, "Sebenarnya sikap manis Alex bukan kali ini saja... Dia selalu menatapku dengan lembut tiap kali aku membuatkannya teh chamomile. Entah apa yang ada di dalam pikirannya saat itu, tapi aku bisa melihat cinta yang begitu besar di dalam matanya itu. Aku jadi berpikir kalau Alex sebenarnya mencintaiku...."
Benarkah seperti itu...? Tuhan... Rasanya dadaku sakit sekali... Sampai ingin mati rasanya.
"Dan yang paling membuatku terharu dan semakin cinta sama Alex adalah saat aku sedang makan roti, kamu tahu apa yang Alex lakukan Sonya...?" tanyanya sambil menyeringai lebar.
Cukup.... Aku tidak mau mendengar lagi...
Sonya menggeleng, memaksa wajahnya untuk mencoba tersenyum pada Talita.
"Kamu pasti tahu kan wajah Alex yang selalu dingin dan datar itu, tidak ada senyum sama sekali di wajah tampannya itu. Tetapi kemarin dia tersenyum manis padaku, bayangkan Sonya dia tersenyum... Tuhan... Senyumnya membuat wajahnya terlihat jauh lebih tampan lagi... Saat aku makan roti, ternyata ada coklat menempel di sudut bibirku, lalu Alex mengambil tissue dan sambil tersenyum manis dia membersihkan coklat di bibirku itu..."
Lalu Talita meletakkan tangannya ke dadanya, "Aku benar-benar terpesona dibuatnya..., hingga melayang ke langit ketujuh..." gumamnya.
Alex melakukan itu untuk Talita...? Sial kamu Jalilangkung kutub...!! Selama kita menikah tidak sekalipun kamu tersenyum padaku...!!!!
__ADS_1