Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
On The Way


__ADS_3

"Kenapa sihh Boss pilih Italia buat bulan madu kita... Jauh sekali... Kenapa tidak ke Puncak saja sih...? Kan enak lebih dekat, jadi aku masih bisa ikut tahun baruan sama teman-teman kampusku..." gerutu Sonya untuk kesekian kalinya.


Seperti biasa Alex hanya diam tidak mau menjawab, sambil memberengut kesal Sonya mengalihkan perhatiannya ke luar jendela pesawat, yang memperlihatkan cahaya lembayung dilangit sebelah barat, setelah matahari terbenam.


"Lagian juga percuma gak ngapa-ngapin juga... Susah memang menikah sama maho...!" gumam Sonya pelan dengan nada kesal.


Tidak ada respon dari Alex, itu berarti dia tidak mendengarnya. Melewati perjalanan panjang bersama dengan manusia dingin dan kaku.... Itu sama saja dengan jalan sendiri. Bisa yaa si Jailangkung diam selama itu tanpa bicara... Yaa kecuali bicara sama pramugari, aku seperti dianggap tidak ada... Huft!


Setelah makan malam yang lumayan lezat untuk sekelas makanan pesawat, dan sunyi tanpa satupun dari mereka yang berbicara, Sonya memutuskan untuk mendengarkan musik saja, dan memilih lagu The Hearth You Hurt nya Rossa, (Hati yang kau sakiti versi Koreanya).


Nunmurina


Geu saenggage


Eotteoke ireoke janinhal su inneun geonji


Nabakken eopdadeon niga


Na anin geunyeoege


Nunmurina


Neol bonaegi


Ireoke swipge neoneun nareul tteonagajiman


Jeoldae ijeumyeon an dwae


Neo ttaemune sangcheo badeun nae maeumeul


Setidaknya nyanyi dengan bahasa yang tidak dimengerti Sonya, tidak membuat hatinya jadi mellow.


Sonya berhenti nyanyi ketika tangan Alex melepas headphone Sonya, "Berhenti nyanyi, suaramu tidak enak di dengar Son!" serunya dengan nada jengkel.


"Apaan sih... Siapa suruh dengerin suara aku... Kamu pakai headphonemu saja sana...! Jangan bisanya merusak kesenangan orang saja...!" rutuk Sonya, lalu memakai kembali headphonenya.


"Giliran aku nyanyi dia dengar... Daritadi aku tanya sampai berbusa mulutku diam saja dia... Dasar Jailangkung maho..." gumam Sonya lagi pelan, Tapi Sonya lupa sedang memakai headphone, jadi pelan menurut telinga Sonya tapi kencang di telinga orang lain, dan Alex mendengarnya.


"Kau bilang apa tadi?!" desis Alex


Sonya tidak mendengar suara Alex, masih asik dengan lagu-lagunya. Dengan kesal Alex melepas headphone Sonya lagi, membuatnya mendapat perhatian penuh Sonya lagi.


"Kamu apa-apaan sih Lex...? Tidak lucu tau gak...!!" geram Sonya.

__ADS_1


Alex menaikkan sebelah alisnya, "Siapa yang mau melucu? saya bukan pelawak!"


"Yang bilang kamu pelawak siapa...? Kamu bukan pelawak tapi Jailangkung... Kembalikan lagi sini headphoneku...!!" gerutu Sonya sambil berusaha mengambil headphonenya dari tangan Alex.


"Kau lupa menambahkan kata lain di belakang Jailangkung!!" ujar Alex.


"Kata apa sih gak ngerti ahhh..., Sudah kesinikan heedphoneku..."


Alex menahan dagu Sonya, memaksa Sonya memandangnya, "Kata maho di belakang Jailangkung!" tegas Alex dingin, "Perlu ku perjelas lagi...? Jailangkung maho..." lanjutnya, membuat wajah Sonya merona merah karena malu.


Melihat wajah Sonya yang merona merah, dah mulutnya yang ternganga karena Alex mendengar gumamannya tadi, membuat Alex tanpa sadar sudah mendaratkan bibirnya di atas bibir Sonya.


Mata Sonya terbelalak kaget dengan serangan tidak terduga itu, hanya sebentar sebelum akhirnya ia pasrah dengan gairah yang membangunkan syaraf-syarafnya, dan mempercepat detak jantungnya, hingga Sonya memejamkan matanya, menikmati sentuhan lembut dan memabukkan bibir Alex di bibirnya.


Alex mendengar erangan lembut yang keluar dari tenggorokan Sonya, Tuhan... Aku salah ketika aku bercinta dengan Sonya... Karena sekarang tubuhnya sudah seperti candu untukku... Membuatku menginginkannya lagi... Dan lagi...


Dengan segera Alex melepas ciumannya, dan seketika itu juga sentuhan magic yang mendamaikan Alex dan Sonya untuk sementara waktu itu juga terlepas. Mereka kembali saling menatap dengan tatapan mata membunuh, dan terhanyut dengan pikiran mereka masing-masing.


Satu minggu ini Alex menahan mati-matian menahan gairahnya sendiri, karena ia ingin memberikan waktu istirahat pada area pribadi Sonya itu, sebelum ia memasukinya lagi nanti, supaya Sonya tidak merasakan perih lagi.


Ada perasaan bersalah dalam diri Alex ketika mendengar makian Sonya untuknya dari dalam kamar mandi di pulau x itu, ketika pipisnya Sonya menjadi sakit.


Dan Alex lebih merasa bersalah lagi saat melihat noda darah di atas sprei, itu pasti tidak mudah untuk Sonya, pantas saja wanita itu langsung membanting Alex, pasti ia sangat kesakitan saat itu.


Cih!. Aku takut sama Sonya...? Mungkin kalau matahari terbit dari barat...!! Dan barusan saja dia mengataiku maho...!!


"Berani kau yaa mengataiku maho, lihat nanti apa yang akan aku lakukan padamu di sana!" ancam Alex lalu menjauhkan tangannya dari dagu Sonya.


"Aku tidak mengataimu maho Lex... Aku hanya mengatai Jailangkung maho..., bukan Alex maho... GR banget sih kamu...!" elak Sonya sambil membuang muka dari Alex.


"Tidak usah berkelit lagi, aku tahu kau memanggilku Jailangkung, ya kan?" tegas Alex.


Alex mengembalikan lagi headphone Sonya, "Jangan nyanyi, suaramu benar-benar tidak enak di dengar." ejeknya.


"Cih, cuma kamu saja yang bilang suaraku tidak enak di dengar... Selama aku karaokean sama teman-temanku, mereka selalu menyuruh aku yang lebih banyak nyanyi... Karena suaraku lebih bagus dari mereka..." tegas Sonya membela diri.


"Aku tidak bisa membayangkan, seberapa hancurnya suara teman-temanmu itu!" cibir Alex.


"Bahkan Ryo memuji suaraku..., Dia selalu menyuruhku bersenandung, apalagi..."


"Kau pergi ke tempat karaoke berdua Ryo?" geram Alex memotong perkataan Sonya.


"Tentu saja tidak, itu saat waktu luang setelah kami selesai rapat... Ryo minta aku nyanyi selama kami membenahi laporan-laporan..." jelas Sonya.

__ADS_1


"Apalagi apa?" tanya Alex.


Sonya mengerjapkan matanya bingung, "Maksudnya...?"


"Tadi sebelum aku memotong perkataanmu, kamu bilang apalagi..."


"Owh, maksudku apalagi kalau sedang di telepon, Ryo selalu suka berlama-lama..." Sonya diam lalu memegang dadanya dengan di dramatisir mengikuti cara Ryo, "Katanya ingin menikmati suara indahku..., Supaya tidurnya bisa nyenyak malam ini... Dan mimpinya menjadi lebih indah..."


"Pasti mimpi mesum!!" cibir Alex kesal.


"Otak kamu tuh yang mesum...!" balas Sonya kesal.


"Kau membela Ryo?"


"Bukan membela... Hanya meluruskan..."


"Itu sama saja, buat apa kau yang harus meluruskan, biar saja Ryo yang melakukannya."


"Dan apa yang harus diluruskan Ryo...?" tanya Sonya berusaha tetap sabar.


Alex mengangkat bahunya, "Memimpikan istriku mungkin."


Sonya memutar kedua bola matanya, "Astaga Lex..., kamu terdengar seperti seorang suami yang sedang cemburu..."


"Cih, aku tidak cemburu, kau tahu pasti aku tidak menyukaimu, jadi mana mungkin aku cemburu!"


"Makanya berhentilah bersikap seperti orang yang sedang cemburu...!!" seru Sonya kesal, dan langsung memalingkan lagi wajahnya ke jendela.


Aku...? Cemburu...? Cih! Mimpi kamu Sonya.


Dear Readers....


Bab kedua di hari ini yaa...


Author mau meluruskan jari-jari dulu... siapa tau besok bisa Crazy Up lagi...


Tetap tunggu cerita MCA yaaa....


Happy Reading...


Note : Untuk yang ingin tahu kapan author Up atau ingin berhosip dengan para pecinta Hardhan-Kei dan Alex-Sonya serta Arga-Tatiana lainnya...


Kalin bisa gabung di group chat Author yaa...

__ADS_1


Terima kasih....😘


__ADS_2