
Satu bulan sudah Tiara pindah di HH School, persahabatan mereka juga semakin erat, selain bertemu di sekolah terkadang mereka juga pergi hangout bareng..
Di saat weekend, mereka menyempatkan diri ke Mall, cafe jalan jalan ke taman hiburan, terkadang juga mereka ke salon untuk merawat diri meskipun Ajeng dan Tiara malas masuk salon kecuali ada acara tertentu, tetapi si cerewet Nana memaksa mereka berdua..
Seperti sekarang ini mereka sedang berada di cafe Bintang, cafe yang cocok untuk nongkrong bagi para anak anak muda, seperti Tiara Nana dan Ajeng..
Di saat mereka sedang serius menikmati makanannya, ternyata ada dua orang pemuda yang menghampiri mereka..
"Hai kalian makan di sini juga?" Tanya seseorang itu yang menatap Nana Ajang dan Tiara cara bergantian..
Ketiga gadis itu secara bersamaan melihat orang yang menyapanya..
" Eh Dimas, Tian, ngapain kalian di sini?" Pertanyaan bod*h keluar dari mulut Nana, bukannya menjawab pertanyaan Dimas malah balik bertanya...
Tian terkekeh pelan sambil terus menatap gadis cantik dan imut itu, yang tidak berubah dari dulu sampai sekarang masih saja sama..
"Kebiasaan banget si kamu Nai bukannya jawab malah balik nanya" Tian gemas dengan Nana mengacak acak rambut Nana dengan pelan..
Nana cemberut lalu segera merapikan rambutnya..
"Apaain sih Lo Yan, rusak ni rambut gue" Nana ketus sambil memanyunkan bibirnya..
"Boleh gabung nggak ni?" Tanya Dimas ke pada Tiara karena Dimas sangat ingin mengenal Tiara lebih jauh lagi, tapi karena kesibukannya sebagai ketua OSIS di tambah lagi tugas sekolah membuat Dimas tidak punya waktu untuk mendekati Tiara di sekolah..
Mendapat pertanyaan itu Tiara langsung menjawab..
"Kenapa kalian mau duduk di sini tuh masih banyak ko meja yang kosong" ujar Tiara datar, entah kenapa dia tidak terlalu suka dengan ketos ini, yang selalu menatapnya aneh
Dimas tidak menyerah, dia sekarang berpindah menatap Ajeng dan Nana..
"Boleh ya Jeng Na gue duduk di sini nggak enak rasanya kalau cuma berdua dengan Tian, nanti kita di kira pacaran lagi"..
Mendengar itu Nana dan Ajeng kompak menjawab.
"NGAAKK"....
__ADS_1
"Lagian ini itu girls time tau, jadi cowok di larang gabung" tambah Nana lagi dengan ketus..
"Galak banget si Nai perasaan dulu kamu nggak kayak gini deh" Tian memanggil Nana dengan sebutan Nai, karena waktu mereka kalas 11 Nana dan Tian pernah dekat banget bahkan hampir pacaran, tapi apa mau di kata Nana malah di kagetkan dengan berita bahwa Cristian Jonas berpacaran dengan Renata Adisti atau Rena, bahkan foto mesra mereka saat berkencan tersebar Luas di Grup WhatsApp sekolah, Nana sakit hati, makanya dia benci sama orang yang suka PHP in anak gadis orang..
...Hhuufff....
Helaan nafas Nana terdengar di telinga mereka..
"Mendingan kalian cari meja lain aja, dan Lo Yan nggak usah bawa bawa tentang gue yang dulu, gue muak tau nggak dengan sifat sok baik Lo, lebih baik Lo pergi sebelum ada yang lihat Lo di sini dan ngelaporin yang nggak benar ke pada cewek badut Lo itu" usir Nana dengan tegas
Mendengar itu Tian memandang wajah Nana dengan Punuh rasa bersalah, Tian mengalah dan langsung pergi keluar cafe di ikuti dengan Dimas, tapi sebelum itu Dimas masih sempat sempatnya melirik Tiara..
"Lo nggak apa apa kan ?" Tanya Ajeng, dia tau kalau Nana sudah tidak suka lagi ke pada Tian tapi tetap saja Nana masih kesal karena pernah di sakiti Tian...
"It's oke jeng" Nana memegang tangan Ajeng yang ada di pundaknya, dia tau kalau tamannya ini khawatir padanya, tapi Nana meyakinkan Ajeng bahwa dia baik baik saja..
Tiara yang melihat itu jadi bingung sediri, tidak mengerti apa yang terjadi antara Nana dan Tian.
Melitan tatapan bingung Tiara Ajeng langsung berkata..
"Nanti gue jelasin" ujar Ajeng pelan..
"Mau samperin merekalah Raf" ya Rafa yang sedari tadi memperhatikan Tiara and the Genk, ketiga gadis itu tidak sadar kalau Rafa and the Genk juga berada di kafe ini, tapi kafe ini memang milik salah satu dari mereka jadi wajarlah kalau mereka bertiga ada di sana..
"Lo mau di usir juga kayak mereka berdua tadi" tambah Kevin dingin, dia juga melihat Dimas dan Tian di usir oleh Tiara and the Genk..
"Gak akan" Dani tatap kekeh ingin menghampiri Tiara dan teman temannya..
Dani pun berjalan ke meja Nana, banyak mata yang sedari tadi menatap mereka bertiga terutama para gadis, ya maklum saja Rafa and the Genk kan memang tampan ..hehehe
"Hai para bidadari cantik semangat hidup Aa Dani" mendengar ucapan Dani yang lebay Nana langsung kaget dan makin bertambah kesal..
"Lo lagi Lo lagi, nggak di sekolah nggak di sini selalu aja ketemu Lo, tambah nggak moodkan jadinya" Nana kesal sangat kesal bukan hanya kesal sama Dani tapi sama Tian juga tadi..
"Ya namanya juga jodoh beb, ya pasti ketemu teruslah" Dani menggoda Nana, sudah jadi kesenangannya bila menggoda Nana terus..
__ADS_1
"Tau ahh malas gue" cemberut Nana sambil melipat tangannya di depan dada..
"Jeng, Ra balik yuk dah malam juga".. ajak Nana ke pada ke dua temannya
Tiara dan Ajeng mengangguk kompak, lalu berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kafe. (Makannya sudah di bayar ya tadi)..
"Gue antar ya" cegah Dani ke Nana sambil memegang tangannya pelan..
"Nggak usah gue bawa mobil" tolak Nana ketus
"Ayolah Na pliss biar gue yang bawa mobil Lo ya" mohon Dani..
Melihat itu Tiara jadi tidak tega di bisa melihat bahwa Dani suka sama temannya tapi temannya tak peka atau pura pura saja tidak tau..
"Ya udah biarin aja gue bisa pulang naik taksi ko bareng Ajeng, guekan searah sama dia, ya kan jeng" ?
"Iya Ra, na Lo bisa pulang bareng Dani nggak usah mikirin kita ya" ucap yang membuat Nana menghembuskan nafasnya pelan
..huff..
"Baiklah, kali ini aja ya" mendengar itu Dani jadi ber sorak senang..
"Yess, Tenang aja beb teman Lo biar diantar sama Rafa dan Kevin".. mendengar itu Nana mengangguk setuju..
.
.
.
.
.
..
__ADS_1
.
#Terima kasih yang suda baca!!❤️