
45 menit berlalu akhirnya Tiara Samapi dan memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya..
Tiara turun dari mobil dan tidak lupa mengambil belanjaannya..
"Assalamualaikum Ma Tiara pulang" Tiara masuk ke dalam rumah tidak lupa mengucapkan salam, tapi tidak ada yang menjawab salamnya mungkin Mamanya masih ada di dalam kamar nya di lantai atas..
Tiara pun berjalan menuju dapur dan menyusun belanjaannya tadi di dalam kulkas .
"Eh non sudah pulang" tanya Bi Ria tiba tiba muncul di belakang Tiara membuat Tiara terlonjak kaget..
"Astaga Bibi bikin kaget saja" ujar Tiara sambil mengusap usap dadanya
"Hehehe Maaf Non" cengir Bi Ria
Bi Ria pun menawarkan diri untuk membantu Anak majikannya itu dan langsung di iyakan oleh Tiara karena Tiara sudah lelah dan badan juga terasa lengket jadi dia ingin segera mandi dan kemudian istirahat..
"Ya sudah terima kasih Bi Tiara juga capek banget dan badanku terasa lengket ingin segera mandi dan istirahat" ucap Tiara
"Iya non sama sama ini kan memang sudah tugas bibi" Tiara hanya tersenyum mendengar perkataan bibi Ria
Lalu Tiara berjalan naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya dan segera membersihkan badannya..
20 kemudian Tiara sudah selesai dengan acara mandinya dia pun istirahat karena badannya memang sudah sadari tadi merasakan lelah...
.
.
.
.
.
Sedangkan di rumah sakit di kamar rawat Mami Dina terlihat Tiga pemuda sedang mendengarkan celotehan gadis imut tentang kakak cantiknya..
"Cantik banget ya Nia?" Tanya Dani ke Rania dia sangat penasaran sosok gadis cantik yang menolong mami temannya itu
__ADS_1
"Beuh cantik banget Kak, putih tinggi, pokoknya dia harus jadi kakaknya Nia" ujar Rania dengan mata yang berbinar binar
"Memangnya bagaimana caranya supaya dia jadi kakaknya Nia?" Tanya Dani lagi sedang kan Rafa Kevin dan Mami Papi Rafa hanya diam mendengarkan omongan Dani dan Rania
"Ya nggak tau, tapi kakak Rafa harus bantuin Rania, kayaknya dia seumuran Kakak deh" Rania terlihat berfikir dan membayangkan wajah cantik Tiara yang menurutnya seumuran dengan kakaknya itu..
"Loh kok Kakak sih Nia?" Heran Rafa
"Iya iyalah kakak, kakak harus jadi teman kakak cantik Nia dan sering seringlah bawah dia ke rumah supaya Nia ada teman mainnya, iyakan Mi?" Tanya Rania ke Maminya
"Iya sayang, nanti Mami akan kenalkan ke kalian bertiga dan Mami jamin kalian bakalan rebutan untuk mendapatkannya" Mami Dina mengedipkan sebelah matanya
"Waduh Tante kayaknya nggak Ngaruh deh untuk Rafa dan Kevin karena mereka berdua sudah menemukan tambatan hatinya" ujar Dani yang mendapatkan jitakan dari Kevin
"Ngomong apa sih loh" sahut Kevin malas
"Emang bener kan Lo diam diam menghanyutkan bahkan gue kalah cepat sama loh, gue yakin Lo tadi udah jadian kan sama gebetan Lo itu" ujar Dani
Tadi memang sebelum Kevin datang ke tempat nongkrong mereka, Kevin sempat jalan bersama gebetannya
"Sudah Tan"
"Belum Mi"
Jawab Rafa dan Kevin secara bersamaan
Mami Dina tersenyum mendengar jawaban anaknya yang belum punya pacar.
"Nanti Mami kenalin sama kamu gadis baik yang sudah menolong mami" Mami Dina menatap anaknya dan menceritakan tentang Tiara tanpa menyebut namanya, Mami Dina hanya menyebut Gadis baik karena menurut Mami Dina biarlah Rafa sendiri nanti yang ajak kenalan Tiara Kalau mereka ada kesempatan untuk bertemu..
"Nggak usah Mi Rafa punya seseorang yang lagi Rafa perjuangkan" tolak Rafa
"Yang benar?" Mami kaget mendengar Rafa punya seseorang yang di perjuangkan
"Iya nanti Rafa akan kenalkan ke mami"
Mami Dina hanya menganggukkan kepalanya, tak lama dokter pun masuk ke ruang rawat mami Dina dan memberitahu kalau mami Dina sudah boleh pulang, hal itu membuat membuat Rania jadi sangat senang
__ADS_1
.
.
.
.
Di dalam mobil Rafa menasehati maminya, karena takut maminya akan kenapa kenapa..
"Mi lain kali mami harus hati hati, seharusnya tadi mami ikhlaskan saja tas mami itu dari pada kek gini mami sampai membahayakan nyawa mami" ujar Rafa ke maminya Rafa tidak habis pikir kenapa maminya mempertahankan tas itu sampai sampai rela dirinya terluka karena menurutnya maminya punya banyak tas mahal di rumahnya..
Mami pun menceritakan kalau tas itu Hadiah terakhir dari sang mertua nenek dari Rafa, tas itu adalah tas kesayangannya karena Mama dari Papi Reza membelinya di Paris, dan itu membuat Mami Dina kembali bersedih karena gagal mepertahankan hadiah terakhir dari almarhum Mama mertuanya..
Mendengar itu Rafa dan Papi Reza merasa bersalah karena sudah mengomeli Mami Dina walau mereka melalukan itu karena tidak ingin mami Dina kenapa kenapa..
"Maafkan Papi Mi, jangan sedih lagi Mama pasti mengerti, Mama kan lebih sedih kalau Mami sampai kenapa kenapa" ujar Papi Reza yang di benarkan oleh Rafa
Mereka akhirnya sampai di Mension Utama keluarga Hutama...
.
.
.
.
.Ayo tebak siapa pacarnya Kevin
Nanti author ceritain tentang Kevin
.
.
.Terima Kasih sudah Baca!🙏🏻
__ADS_1